<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067</id><updated>2011-08-03T11:06:22.742-07:00</updated><title type='text'>BLASIUS FULL ( RM. BLASIUS SLAMET LASMUNADI PR )</title><subtitle type='html'>Berisi Tentang Catatan Rm. Blasius Slamet Lasmunadi PR selama karya pastoral di Keuskupan Purwokerto</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>76</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-5405899343221552083</id><published>2010-10-22T12:28:00.001-07:00</published><updated>2010-10-22T12:28:41.137-07:00</updated><title type='text'>Menurut Lini “Mo Met: Sahabat, Gembala, Endorser”</title><content type='html'>&lt;p&gt;Sumber : &lt;a href="http://lini.via-lattea.org/mo-met-sahabat-gembala-endorser"&gt;http://lini.via-lattea.org/mo-met-sahabat-gembala-endorser&lt;/a&gt; &lt;p&gt;Jumat, 13 Agustus 2010, jam 22.25. &lt;p&gt;Baru saja aku hendak mematikan komputer. Ini waktunya untuk tidur. Besok harus siap jam 6 pagi untuk menyiapkan Si Sulung berangkat ke Indonesian Robotics Olympiad (IRO) 2010. Tiba-tiba, ponselku berdering. Tertera “Ratih Tjandra”. Ada apa ya? Sudah lama Ratih tidak meneleponku. &lt;p&gt;“Ya, Tih?” &lt;p&gt;“Lin, Romo Slamet meninggal.” &lt;p&gt;“Hah?? Serius lo??” &lt;p&gt;“Iya! Ini lagi kroscek ke mana-mana.” &lt;p&gt;“Belum lama ya, Tih, lu bilang Mo Slamet diangkat jadi Ketua Komisi Kateketik Purwokerto. Belum lama juga gue ketemu dia di rumah duka waktu Tantenya Danny meninggal…” &lt;p&gt;Meluncurlah berbagai nostalgia kami dengan (alm) Rm. Slamet. Tidak lama, telepon ditutup. &lt;p&gt;Kucoba kroscek ke Mgr. Pujasumarta. Telepon mati. Mungkin baru istirahat setelah pulang dari sidang KWI. Kucoba telepon Rm. Anton, Ekonom Keuskupan Bandung. Rm. Anton malah baru dengar kabar itu dariku &lt;p&gt;Aku masih melongo. Selang beberapa menit, datang pesan singkat ke ponselku, tertera “Rm. Indra Sanjaya”. Kutelepon Mo Indra. &lt;p&gt;“Ya, Pakde?” &lt;p&gt;“Lin, apa betul Rm. Slamet meninggal?” &lt;p&gt;“Kata Ratih begitu.” &lt;p&gt;“Padahal aku baru merencanakan proyek sama Romo Slamet…” &lt;p&gt;Sambil bertelepon, kubuka kedua akun Facebook Rm. Slamet. Sudah ada beberapa ucapan belasungkawa di dindingnya. Tidak salah lagi. &lt;p&gt;Kutelepon seorang Tante di Purbalingga. Ternyata Tanteku malah baru dengar juga kabarnya. Besok pagi ia akan langsung ke RS. Elisabeth. Sementara itu, ponselku berbunyi lagi. Tertera “Intan Amrin”. Ganti kutelepon Intan. &lt;p&gt;“Lin, Mo Slamet meninggal?” &lt;p&gt;“Tadi pertama Ratih yang telepon, katanya sih begitu. Barusan juga telepon Mo Indra, ” &lt;p&gt;“Padahal gue kepingin banget ketemu sama dia, selalu tertunda…” &lt;p&gt;Kemudian, aku diberitahu oleh beberapa teman lewat YM: Rm. Adam Soen, Imelda Wijaya, Yovita Wijaya, dan Anie. &lt;p&gt;Yovita bilang, “Lin, sedih gue… romo baikkk buangett sama gueee… “ &lt;p&gt;Rm. Adam bilang, “Wahhhh Jerawati and Panuroto nggak berlanjut nichh…” &lt;p&gt;Di jendela sebelah, masuk surel dari Ratna Ariani. “Lini, Romo Slamet sudah pulang kerumah Bapa, gw sedih bangetttt” &lt;p&gt;Aku sampai detik ini masih merinding, terhenyak, kehabisan kata-kata, mendadak tak bisa tidur padahal besok harus bangun pagi. &lt;p&gt;Aku ingat ketika pertama kali bertemu dua tahun lalu. Ia baru saja selesai pertemuan (kalau tidak salah Karina-Caritas Indonesia). Kuantar ia ke kantornya Mbak Ibnurini di Jl. MT Haryono. &lt;p&gt;Aku ingat ketika ia mengirimkan komentar atas bukuku. &lt;p&gt;Review dari B. Slamet Lasmunadi, Kebumen &lt;p&gt;Lini, menurutku buku ini memiliki “makna belajar”: &lt;p&gt;1. Belajar untuk “menerima sejarah hidup” dengan suka dan dukanya. &lt;p&gt;Membaca tulisanmu itu mengasyikkan tapi sekaligus membuat jantungku berdebar karena baru kali ini aku membaca sebuah “kisah pengakuan sejarah hidup”: entah yang terang dan gelap, dikemas dalam sebuah buku “sejarah”. “Life is opened”, membutuhkan kerendahan hati, siap untuk diremehkan, siap untuk ditolak, bahkan siap untuk dinilai “buruk”. Keberanian untuk menyingkapkan “diri pribadi” itu, rasa rasaku itulah sebuah wujud “penyaliban diri” karena tidak ada gengsi yang dipertahankan, tidak ada lagi kesempatan untuk mencari “pujian” dan juga tidak lagi “ada kesempatan untuk dikatakan orang saleh”. &lt;p&gt;2. Dengan menulis “My life is open”, rasaku itu sebuah pengalaman untuk ‘belajar mati”. Mematikan diri, yakni tidak lagi mempertahankan dan mencari cari “segala yang istimewa”. Dengan tulisanmu, dirimu dinilai apa adanya, tidak butuuh lagi penilaian…alangkah indahnya, buku itu pun menjadi sebuah “kisah kasih bagi Tuhan” dalam hidup doamu. &lt;p&gt;3. Dengan menulis “kisah hidup” yang terang dan gelap itu, aku merasa tergerak untuk belajar “berlatih’ tidak perlu membela diriku dengan masa suramku…Itulah pelatihan yang membuat orang bisa “belajar realistis” dalam hidup: belajar untuk juga tidak mencari kesalahan orang lain, melainkan malah belajar “mencari kesalahan dalam diriku” agar aku tahu manakah yang harus kuubah. &lt;p&gt;4. Menulis “sejarah hidup’ akhirnya menjadi ungkapan iman penuh syukur kepada Tuhan, meski ada kegelapan dalam hidup ini, toh Sang Terang itu tetap bernyala, kecil api itu barangkali, namun tetap bisa membuat panasnya badan, agar bertahan dalam situasi dunia yang penuh ‘manusia dingin’, tidak bergairah untuk hidup. &lt;p&gt;5. Rasaku, siapapun yang terliibat dalam hidupmu, akan ikut bahagia, “aku menjadi bagian sejarah hidupmu”..ternyata “kegelapan pun bisa menjadi terang” bagi orang lain…bukumu yang “opened’ itu tentu akan memberi inspirasi banyak orang yang gagal, dan takut menerima diri.., dan tulisanmu menguatkan aku juga sebagai imam, hidup itu “belajar apa adanya’! &lt;p&gt;Lini. selamat ya…aku ikut bahagia…campur berdebar…dan campur terharu… karena …. aku…. (dalam batin…) &lt;p&gt;Blasius Slamet Lasmunadi, Pr &lt;p&gt;Kebumen, Jawa Tengah &lt;p&gt;Aku ingat ketika kami kerap chatting malam-malam. &lt;p&gt;Aku ingat ketika kami kerap berkirim pesan singkat. &lt;p&gt;Aku ingat ketika ia meneleponku untuk membantu Ratna Ariani membuat blognya. &lt;p&gt;Aku ingat ketika ia marah padaku tanpa alasan yang jelas. Mungkin saat itu asma atau asam uratnya sedang kambuh. &lt;p&gt;Aku ingat ketika ia bergabung dengan Yuk Nulis! &lt;p&gt;Aku ingat pernah marah padanya soal penyakit asam uratnya yang kerap kambuh setahun lalu. “Romo, kalau ada umat yang masakin pakai santan ya ditegor dong!” &lt;p&gt;“Lini, namanya umat sudah capek masak, ya diterima aja. Menghargai gitu.” &lt;p&gt;“Ya gak bisa! Kalau umat mau Romonya sehat harus tau Romonya pantang apa. Kalau mau Romonya sakit itu lain soal!” &lt;p&gt;Sejak itu, aku tak pernah bahas lagi soal asam uratnya. &lt;p&gt;Aku ingat ketika tahun lalu mudik Natal dan mengajaknya makan bakmi paling top se-Purwokerto, bakmi kegemarannya sejak kecil. Saat itu Rm. Slamet sudah pindah ke Purwokerto. &lt;p&gt;Aku ingat ketika akhir Juni lalu bertemu dengannya di rumah duka di Purbalingga saat pemakaman Tantenya Danny. Kami berbincang cukup lama. Kutanyakan lagi soal asam uratnya. &lt;p&gt;Aku ingat ketika mengirimkan naskah buku “Surat Cinta buat Gembala”. &lt;p&gt;Salah satu semangat hidup yang saya terima dari umat adalah pengakuan bahwa saya masih manusia yang berada dalam proses “menjadi” imam yag sejati. Buku ini rasanya memaparkan berbagai sisi hidup seorang imam dari kacamata umat, yang memandang imamnya “secara manusiawi”. Saya yakin buku ini sangat inspiratif dan tetap segar, agar dengan membaca buku ini, para imam pun tertantang untuk tetap memiliki harapan meski jatuh-bangun mengusahakan kesetiaan terhadap panggilannya. (Blasius Slamet Lasmunadi, Pr. Ketua Komisi Kateketik Keuskupan Purwokerto) &lt;p&gt;Aku ingat, lebih dari ingat, kami—POLAR (Panjikristo, aku, Anang Yb, Rini Giri)—belum sempat mengirimkan buku “Surat Cinta buat Gembala” untuknya. &lt;p&gt;Romo Slamet, &lt;p&gt;Maaf aku pernah marah padamu. &lt;p&gt;Maaf aku pernah membuatmu marah padaku. &lt;p&gt;Maaf kami belum sempat mengirimkan buku untukmu. &lt;p&gt;Kami kehilangan wajah ceriamu. &lt;p&gt;Kami kehilangan semangat rendah hatimu. &lt;p&gt;Kami kehilangan serial Jerawati dan Panurata-mu. &lt;p&gt;Masih banyak dari kami yang ingin bertemu muka denganmu. &lt;p&gt;Masih banyak dari kami yang ingin berbuat sesuatu bersamamu. &lt;p&gt;Masih banyak dari kami yang ingin berdoa bersamamu. &lt;p&gt;Bagi para gembala yang telah mengabdikan hidupnya agi para domba hingga akhir hayat, rengkuhlah mereka dalam pelukan kudus-Mu di kehidupan kekal. &lt;p&gt;(Doa untuk Para Gembala, dari buku Surat Cinta buat Gembala oleh POLAR) &lt;p&gt;Rm. Blasius Slamet Lasmunadi, Pr. Meninggal hari ini, Jumat, 13 Agustus 2010 jam 21.30 di RS Elisabeth Purwokerto dalam usia . Misa requiem dilakukan hari Senin, 16 Agustus 2010 jam 10.00 di Katedral Purwokerto. Jenazah dimakamkan di Kaliori, Purwokerto.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-5405899343221552083?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/5405899343221552083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=5405899343221552083&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/5405899343221552083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/5405899343221552083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/10/menurut-lini-mo-met-sahabat-gembala.html' title='Menurut Lini “Mo Met: Sahabat, Gembala, Endorser”'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-4827874441517543707</id><published>2010-10-05T09:11:00.001-07:00</published><updated>2010-10-05T09:11:58.741-07:00</updated><title type='text'>Pastor Sinten bicara tentang Pendidikan Anak</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:gray; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;oleh &lt;a href='http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811'&gt;&lt;span style='color:#3b5998; text-decoration:underline'&gt;Blasius Full&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; pada 05 Januari 2010 jam 5:49&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:#333333; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;Dalam sebuah kesempatan rekoleksi untuk mempersiapkan Natal, Pastor Sinten mengajukan beberapa model pendidikan anak kepada umat yang antusias mengikutinya, termasuk Panurata, Jerawati, dan Judesanti. Pastor Sinten mengatakan begini, "Cobalah Bapak Ibu pikirkan, manakah pendidikan anak yang terbaik menurut Anda?&lt;br/&gt;Model pertama, pendidikan anak dalam Keluarga Trimbil. Pasutri Trimbil selalu berusaha untuk membuat anaknya Kevin bisa mandiri. Karena itu setelah Kevin bisa berjalan dan berbicara lancar, Trimbil selalu meminta Kevin ambil minum sendiri, dan membentak-bentak, "Ambil sendiri dong, kalau minum, kan adhe Kevin punya kaki untuk berjalan, dan punya tangan untuk mengambil!" Kevin berlatih tiap hari begitu, setiap kali dia minta tolong pada papa atau maminya, "Pa, Mam...aku minta minum..haus...!!" Jawaban mereka selalu sama! "Papa Mama sudah bilang Kevin, jangan cengeng, jangan manja, Kevin mesti ambil sendiri, kan sudah diajari ambil air dari dispenser! Kevin punya tangan dan punya kaki kan?" Trimbilwati pun memperlakukan anaknya sama dengan Trimbil suaminya.&lt;br/&gt;Lalu Pastor Sinten melanjutkan, "Model kedua, keluarga Trendi, anaknya David selalu ditawari oleh papa maminya kalau mau makan atau minum. Maminya, Keren, sering bilang begini, "David, piring dan nasimu mau diambilkan atau ambil sendiri? Lauknya...ambil sendiri? David bilang, "Mam, sekarang aku minta diambilin ya....besok aku ambil sendiri, boleh kan Mam?" Maminya menyahut, "David, sekarang Mami ambilkan, besok juga tidak dilarang David minta tolong Mami!" Trendi juga memperlakukan David sama seperti isterinya.&lt;br/&gt;Model ketiga, keluarga Lindung, yang begitu "memanjakan" anaknya, Sony. Lindung sering bilang begini, "Sony, nanti tidak boleh ambil piring dan nasi sendiri ya..! Harus Papi atau Mami yang ambilkan, kalau kamu yang ambil, nanti bisa tumpah, dan lagi kamu kalau ambil nasi sering berjatuhan di mana mana, apalagi ambil sayur, kuahnya sering tumpah! Nah supaya meja tetap bersih, pokoknya Sony tidak boleh ambil sendiri ya!! "Sony diam dan tidak mampu berbuat apa-apa. Suatu saat, Sony ketahuan ambil sayur sendiri karena minta tambah, tiba-tiba ada bentakan dari Maminya, Lingga, isteri Lindung, "Sony...Sony, tahu tidak, coba lihat, kuah sayur tercecer di mana mana. Mami itu capek sayang, bersih-bersih meja terus tiap hari! Kamu kan punya mulut, minta tolong dong, ama Mami atau Papi."&lt;br/&gt;Setelah menceritakan 3 kasus itu, Pastor Sinten mengajukan pertanyaan, manakah model pendidikan anak yang kira-kira bisa membuat anak mampu belajar ambil keputusan sendiri? Siapa yang memilih model keluarga pertama: Keluarga Trimbil? Dari 80an peserta, hampir setengahnya memilih model Trimbil. Dengan alasan, Trimbil benar, mengajarkan kemandirian kepada anak!&lt;br/&gt;Siapa memilih model keluarga kedua: Trendi dan Keren? Ada sekitar 20 orang yang memilih. Alasan mereka, meskipun sederhana pilihan yang harus diputuskan, tapi Trendi dan Keren membuat anaknya mandiri, tapi juga tidak mengalami kekerasan (bentakan).&lt;br/&gt;Siapa memilih model keluarga ketiga, keluarga Lindung dan Lingga? Hanya ada 10 orang.dan ternyata mereka berasal dari keluarga yang terbiasa hidup di asrama. Alasan mereka, praktis ..kalau makanan dan minuman diambilkan papa dan maminya, jadi tidak berhamburan makanan dan sayuran, dan bisa makan menurut keperluan, tidak harus stress karena banyak nasi dan sayur terbuang karena tidak termakan.&lt;br/&gt;Pastor Sinten lalu mencoba menjelaskan lebih lanjut, 'Jadi ada sekitar 10 orang tidak memilih. Meski tidak memilih...bapak ibu juga membuat sebuah keputusan: yakni tidak memilih! Okey..barangkali bingung juga he ha ha...&lt;br/&gt;Begini, model kedua, Trendi dan Keren bisa menjadi model pendidikan anak yang memberi kesempatan anaknya untuk belajar membuat keputusan. Akan tetapi model itu membutuhkan kesiapan orang tua untuk "makan hati", menanggung resiko: mau repot kalau anak minta diambilkan, juga kalau ambil senidiri, akan ada ketidakaturan di meja makan, piring bisa juga pecah, kuah tercecer dsb.&lt;br/&gt;Model pertama, ekstrim untuk membuat anak mandiri, tapi anak itu tidak mandiri, karena diperintah bahkan dibentak. Dia tidak punya inisiatif untuk ambil sendiri. Sementara anak model keluarga Trendi dan Keren memiliki kesempatan untuk berinsiatif "ambil sendiri". Di situlah bedanya: menjadi mandiri karena perintah, dan menjadi mandiri karena hidup dalam relasi yang membebaskan. Dengan belajar membuat keputusan, anak itu akan tumbuh sebagai pribadi yang terbuka untuk proaktif dan mau inisiatif dalam berbagai hal.&lt;br/&gt;Sementara model keluarga ketiga, Lindung &amp;amp; Lingga menutup kemungkinan anaknya untuk membuat keputusan, tapi selalu dilayani. Jangan heran dari keluarga ini ada kemungkinan tumbuh anak yang sangat tergantung dalam memenuhi kebutuhan dasarnya.&lt;br/&gt;Pastor Sinten mengakhiri rekoleksi itu dengan mengutip kata-kata Maria, "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.(Luk 1:38) Maria mampu ambil keputusan untuk menerima kabar gembira melalui Malaikat Gabriel. Keputusannya penuh resiko karena ia mengandung dari Roh Kudus sebelum menikah dengan Yusuf tunangannya. Apa kata orang? Maria tahu resikonya sebagai orang Yahudi, pasti disingkirkan. Namun, Maria tidak memutuskan untuk menolak Kabar Gembira yang mengejutkan itu melainkan menerimanya sebagai "perkataan Tuhan". Maria menerima dalam resiko yang berat. Itulah keputusan iman, meski resikonya berat, toh Maria tetap ambil keputusan itu: dia tetap percaya untuk mulai melangkah, meski ada banyak ketidakpastian. Dalam ketidakpastian itulah, Maria terbuka kepada penyelenggaraan Ilahi. Bagaimanakah kita akan mampu membuat keputusan seperti Maria, kalau kita tidak membiasakan diri belajar ambil keputusan dalam keluarga kita sendiri. Padahal Allah saja selalu memberikan kesempatan kepada kita untuk menentukan pilihan dengan sadar dan bebas! Semoga hari hari menjelang Natal, kita mampu belajar untuk menentukan pilihan hidup karena Tuhan sudah percaya kepada kita! Tuhan yang percaya kepada kita adalah Tuhan yang menganugerahkan kebebasan! Kalau begitu, apakah kita juga bersedia untuk menciptakan kesempatan bagi suami, isteri, anak, saudara, sahabat kita agar mereka belajar menentukan jalan hidupnya sendiri?&lt;br/&gt;Semoga Allah selalu diakui kehadiran-Nya dalam keluargamu!&lt;br/&gt;Pastor Sinten mengakhiri rekoleksi itu dengan doa penutup. Panurata, Judesanti, Jerawati keluar dari aula Paroki Fransiskus Sukadiri dengan penuh senyum dan keceriaan. Pastilah mereka ceria bukan karena ketemu dengan Pastor Sinten yang tinggi, gemuk, berkumis tebal, tapi karena rekoleksi kali ini rasanya menggetarkan hati mereka. Komentar Panurata, "Wah, bener bener rekoleksi ini membuat aku hanya bisa tertunduk malu...ternyata cara pendidikan anakku selama ini masih jauuuuuuuh dari harapan Gereja!" Judesanti pun mengatakan yang sama, "Apalagi aku nih, sering membentak anakku, kuping apa canthelan baju lho...dipanggil 3 kali nggak denger! Gitu deh...aku ama anak-anakku!" Tidak kalah ketinggalan Jerawati, "Jangan heran, diam diam begini, aku judes lho....wah...pokoknya kalau nasi sampai tercecer...tidak ragu-ragu nih...paha anakku jadi sasaran tanganku..sebel banget gitu...! Makan aja nggak bisa!" Panurata lalu mencoba menetralisir komentar antar mereka, "ya..yang penting kita sudah sadar sekarang ini...kita berubah sekaranga...iya kan?" Judesanti dan Jerawati serempak mengiyakan, "Iyeee Mas Panu...untung kita ikut rekoleksi ini ya...wah berkat Tuhan di hari Natal ini..untuk keluargaku!"&lt;br/&gt;Mereka bertiga lalu berpisah di depan pintu gerbang gereja St. Fransiskus untuk pulang sendiri sendiri! Mereka pulang dengan kekayaan iman yang baru!&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;warm regards!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-4827874441517543707?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/4827874441517543707/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=4827874441517543707&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/4827874441517543707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/4827874441517543707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/10/pastor-sinten-bicara-tentang-pendidikan.html' title='Pastor Sinten bicara tentang Pendidikan Anak'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-96690581693148432</id><published>2010-10-05T09:09:00.001-07:00</published><updated>2010-10-05T09:09:28.390-07:00</updated><title type='text'>CELENG PEMURUNG</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:gray; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;oleh &lt;a href='http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811'&gt;&lt;span style='color:#3b5998; text-decoration:underline'&gt;Blasius Full&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; pada 05 Januari 2010 jam 11:47&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:#333333; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;Ada seekor CELENG Pemurung..&lt;br/&gt;Ia mempunyai tetangga seekor KERA yang mempunyai&lt;br/&gt;sifat sebaliknya..&lt;br/&gt;KERA itu Periang, memiliki banyak Sahabat &amp;amp; Pintar&lt;br/&gt;memberi Nasehat..&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Suatu hari CELENG bertamu ke rumah KERA..&lt;br/&gt;Kata CELENG :&lt;br/&gt;'KERA, aku dengar engkau Binatang paling Bijaksana&lt;br/&gt;di Rimba Belantara.. Benarkah itu?'&lt;br/&gt;Sahut KERA :&lt;br/&gt;'Kata Warga Rimba, memang demikian'&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;'Kalau begitu, boleh aku meminta nasehat kepadamu?'&lt;br/&gt;Kata CELENG lebih lanjut..&lt;br/&gt;'Oh, Silahkan' Jawab KERA..&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;'Begini KERA.. Aku tidak pernah merasa Bahagia dalam&lt;br/&gt;Hidup ini.. Apa gerangan penyebabnya?'&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;KERA berpikir sejenak, kemudian menjawab :&lt;br/&gt;'Oh CELENG, Pergilah mencari Pohon ZONGA..&lt;br/&gt;Buahnya berwarna Ungu.. Petiklah buahnya,&lt;br/&gt;lalu makanlah.. Dengan memakan Buah ZONGA saja kau&lt;br/&gt;akan Bahagia seumur Hidup..'&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;'Buah ZONGA? Aku baru dengar sekarang..&lt;br/&gt;Di mana terdapat Buah itu?'&lt;br/&gt;Keesokan harinya, CELENG Berkelana untuk mencari&lt;br/&gt;Buah Kebahagiaan itu..&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Setahun kemudian ia tiba di Rimba tempat ia Lahir..&lt;br/&gt;KERA menyambut kedatangan CELENG yang kini&lt;br/&gt;wajahnya Segar &amp;amp; Ceria..&lt;br/&gt;KERA bertanya :&lt;br/&gt;'Sudahkah kamu menemukan Buah ZONGA?'&lt;br/&gt;CELENG menjawab :&lt;br/&gt;'Belum KERA.. Tetapi aku sangsi apa benar ada&lt;br/&gt;Buah ZONGA itu? Seluruh Pelosok Dunia sudah kujelajahi,&lt;br/&gt;Tidak seorangpun tahu tentang Buah Ajaib itu'&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sambil menyungging senyum, KERA menjawab :&lt;br/&gt;'Benar dugaanmu itu, CELENG.. Buah ZONGA&lt;br/&gt;hanya karanganku belaka.. Tentu saja kau tidak&lt;br/&gt;bisa menemukannya.. Tetapi, bagaimana kau&lt;br/&gt;memperoleh KEBAHAGIAAN itu?'&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;CELENG menjawab :&lt;br/&gt;'Aku menikmati perjalanan itu.. Di mana2 aku&lt;br/&gt;menjalin Persahabatan.. Setiap hari ada hal2 baru&lt;br/&gt;yang kulihat.. Nah, ternyata dengan banyak&lt;br/&gt;Bersahabat &amp;amp; Melihat luasnya Dunia,&lt;br/&gt;Hatiku menjadi BAHAGIA'&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;KERA mengangguk2 mengiyakan..&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Apa itu KEBAHAGIAAN?&lt;br/&gt;Bagaimana bisa menemukan KEBAHAGIAAN?&lt;br/&gt;BAHAGIA harus dimulai dari diri kita sendiri..&lt;br/&gt;BAHAGIA bukan tergantung dari orang lain..&lt;br/&gt;BAHAGIA bukan didapat dengan Menuntut orang lain..&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sebarkanlah TAWA, kau akan CERIA..&lt;br/&gt;Sebarkanlah CINTA, kau akan BAHAGIA..&lt;br/&gt;Dengan Memberi, kau akan Menerima..&lt;br/&gt;Segala Duka Nestapa kan berganti Canda Ceria,&lt;br/&gt;penuh Gelak Tawa..&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;HANKS GOD&lt;br/&gt;For my Family..&lt;br/&gt;For my Dearest Buddy..&lt;br/&gt;For my Friends to Share..&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;I Love you full..&lt;br/&gt;GBU all&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;from haryono99@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-96690581693148432?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/96690581693148432/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=96690581693148432&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/96690581693148432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/96690581693148432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/10/celeng-pemurung.html' title='CELENG PEMURUNG'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-6682728069394830361</id><published>2010-10-05T09:08:00.001-07:00</published><updated>2010-10-05T09:08:21.421-07:00</updated><title type='text'>Serba Salah Pastor</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:gray; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;oleh &lt;a href='http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811'&gt;&lt;span style='color:#3b5998; text-decoration:underline'&gt;Blasius Full&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; pada 05 Januari 2010 jam 20:08&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:#333333; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;Kalau pastornya muda, dibilang masih blo'on. Kalau pastornya tua, sebaiknya pensiun saja.&lt;br/&gt;Kalau khotbah terlalu panjang, dibilang menjengkelkan. Kalau khotbahnya cepat, "Kok, kayak kereta ekspres".&lt;br/&gt;Kalau mulai misa tepat waktu, katanya kaku. Kalau terlambat, "Idiih, pastornya malas".&lt;br/&gt;Kalau di kamar pengakuan menasehati, katanya banyak omong. Kalau sebaliknya, dibilang tidak tanggap.&lt;br/&gt;Kalau mengikuti pendapat umat, dibilang tidak punya pendirian.Kalau mengikuti pendapat sendiri, dicap diktator.&lt;br/&gt;Kalau keuangan paroki mepet, katanya pastor tak pintar usaha. Kalau ngomongin soal uang, dibilang mata duitan.&lt;br/&gt;Kalau mengadakan misa lingkungan, katanya tak pernah kunjungan keluarga.Kalau mengunjungi keluarga, "Kapan sih pastornya misa lingkungan?"&lt;br/&gt;Kalau pastor tak ada di pastoran, dicap tukang ngeluyur.Tapi kalau selalu ada, dibilang pastor kurang pergaulan.&lt;br/&gt;Kalau memperhatikan anak-anak, dibilang "Masa kecil kurang bahagia".Kalau memperhatikan Mudika, giliran orang tua ngegosip.&lt;br/&gt;Kalau dekat dan akrab dengan ibu-ibu dibilang, mungkin pastor masih butuh manja ama Ibunya? Kalau dekat dengan bapak bapak, dibilang, wah mungkin pastor mencari perlindungan agar tidak digosipin ibu-ibu.&lt;br/&gt;Kalau nonton TV, dibilang enak-enakan. Kalau tidak, dibilang enggak mengikuti zaman.&lt;br/&gt;Kalau pastornya tampil parlente dan berkumis tebal, dibilang, waah maskulin banget, puber kedua kali. Kalau pakaian seadanya &amp;amp; ngelomprot, dibilang, sebenernya pastor itu diajarin rawat diri apa nggak sih?&lt;br/&gt;Kalau tidak ikut gabung di Facebook, pastor kok nggak gaul &amp;amp; nggak "up to date"! Tapi kalau tiap hari 3 kali ganti status, wah kerjaannya facebook terus!&lt;br/&gt;Kalau sulit dicari, dibilang hanya Tuhanlah yang tahu kemana pastor pergi!&lt;br/&gt;Kalau pastornya mudah dicari, katanya, waah Hp &amp;amp; BB-nya ONLINE teruuuuuusss!&lt;br/&gt;Kalau pastornya trampil memberi presentasi managemen, dipersoalkan, pastor itu manager atau gembala sih?&lt;br/&gt;Kalau pastornya sering sakit, wah pastor kok senengnya menghabiskan uang untuk berobat!&lt;br/&gt;Kalau pastor sehat, dibilang, pantes aja sehat, kapan saja bisa tidur, kapan saja bisa pergi, lha bebas mengatur dirinya sendiri, gimana tidak sehat?&lt;br/&gt;Kalau pastornya bisa masak, dibilang, emang nggak ada tukang masak apa? Pastor kan bukan tugas utamanya masak nasi, sayur dan sebagainya. Apa nggak ada kerjaan lain?&lt;br/&gt;Kalau pastorya tidak bisa masak dan selalu minta tolong umat, dibilang, pastor itu manja bukan main, masakan setiap kali minta tolong disediakan nasi dan lauk pauk. Apa nggak bisa sendiri?&lt;br/&gt;Kalau pastornya sering pergi dari pastorannya karena ada urusan rapat yang jelas terjadual di papan tulis, orang bilang Pastor itu PSK, Pastor Suka Keluyuran.&lt;br/&gt;Kalau pastornya malahan sering di rumah, dibilang, pastor itu tugasnya jalan jalan, blusukan, tidak hanya duduk depan komputer: alasannya buat laporan, masak tiap hari buat laporan kerja.&lt;br/&gt;TAPI, KALAU PASTORNYA MATI, SIAPA YANG MAU GANTI? SIAPA YAAAAA?&lt;br/&gt;(sebagian dicopy dari artikel di &lt;a target='_blank' href='http://enjoybareng.blogspot.com/'&gt;&lt;span style='color:#3b5998; text-decoration:underline'&gt;http://enjoybareng.blogspot.com/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-6682728069394830361?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/6682728069394830361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=6682728069394830361&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/6682728069394830361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/6682728069394830361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/10/serba-salah-pastor.html' title='Serba Salah Pastor'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-2768942439640248418</id><published>2010-10-05T09:06:00.001-07:00</published><updated>2010-10-05T09:06:16.313-07:00</updated><title type='text'>Dokar Pak Trembel</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:gray; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;oleh &lt;a href='http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811'&gt;&lt;span style='color:#3b5998; text-decoration:underline'&gt;Blasius Full&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; pada 06 Januari 2010 jam 15:33&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:#333333; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;Saudara-Saudari terkasih,&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Pak Trembel memiliki dokar sebagai mata pencahariannya setiap hari untuk menghidupi 1 isteri dan 3 anaknya. Ia menetapkan tarif naik dokar dari Desa Gemah Ripah sampai Pasar Artomoro (sekitara 10 km) dengan tarif kelas VIP: 10.000, tapi kalau roda rusak, tidak perlu turun dan ikut memperbaiki, tarif kelas II: 7.500 kalau kereta rusak, harus turun tetapi boleh lihat saja, kelas III: 5000, harus ikut turun, harus ikut memperbaiki dan harus mendorong. Panurata pilih tarif kelas VIP, Jerawati kelas II, dan Trimbil kelas III.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kira-kira, apakah Bapak Ibu, anak-anak, mau memilih kelas III? Pasti rasanya kita enggan memilih kelas III, kita lebih suka kelas I, meski mahal, tapi nggak masalah, jadi nggak kerepotan. Masak sudah bayar masih mau disuruh ikut memperbaiki, enak aja!!&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saudara-Saudariku terkasih, mungkinkah dalam "kelompok para penumpang dokar" tadi ada getaran hati untuk saling menolong antara penumpang dan kusir dokar, Pak Trembel? Trimbil mungkin terpaksa harus ikut menolong, karena ya bagaimanapun juga dia orang pas-pasan dari segi keuangan. Ataukah kita mau berperan sebagai Jerawati, yang pinter jadi "pengamat" saja, toh memang sudah membayar sebagaimana tawar menawar dengan kusir. Apalagi Panurata, ia mengatakan tidak akan menolong, kan dia sudah menepati janji sebelum naik, mau naik kelas 1 dengan syarat tidak usah turun dan memperbaiki kalau kereta rusak. Diri kita mau pilih berperan sebagai Panurata, Jerawati atau Trimbil?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saudara-Saudara terkasih, kelompok penumpang tadi yang tercipta karena "ketentuan tarif kelas utama, kelas II dan kelas III", menutup kemungkinan untuk mendengarkan jeritan kusir yang butuh pertolongan, meski kusir itu ada di depan matanya. Orang seperti Trimbil, membantu karena terpaksa, dan sikap macam begitu juga sikap "terbelenggu", kalau punya uang, ia pun barangkali tidak akan memilih kelas III.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Janganlah heran, barangkali komunitas kita kerap kali dibentuk dan dihidupi berdasarkan aturan-aturan yang menghambat "hadirnya cinta Tuhan" yang memberi kesegaran hidup. Aturan itu kita buat sedemikian rupa seolah-olah itu benar adanya. Cobalah perhatikan ungkapan ini, "Jangan berharap yang misa banyak yang datang, kalau dia sendiri tidak mau aktif di lingkungan! Jangan harap ada pertolongan kalau dia sakit, padahal waktu mereka sehat, tidak juga pernah mau terlibat pendalaman iman di lingkungan! Jangan harap, aku mengampunimu kalau kamu tidak mengampuni aku lebih dulu! Kalau kamu mau dihargai, ya hargai dong orang lain dulu, aku juga menghargai kamu kalau kamu mau menghargai aku!" Hukum balas jasa macam begitu, amat mewarnai bahasa pergaulan di lingkungan, paroki dan masyarakat. Padahal banyak orang miskin, banyak orang lemah dan tersingkir tidak akan pernah bisa membalas kebaikan bapak ibu dan saudara-saudari.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Justru karena orang miskin tidak bisa membalas kebaikan kita itulah, mereka memanggil kita, untuk menjadi tanda kehadiran Tuhan dalam diri orang miskin, lemah dan tersingkir. Mereka memanggil kita agar kita terlibat, sehingga kehadiran kita pun, apapun bentuknya, menjadi "sahabat dalam derita". Dalam bacaan hari ini, Yesus mengidentikkan diri-Nya dengan orang yang hina. "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku." (Mat 25:40).&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Di lain sisi, "keterbatasan" orang miskin untuk membalas kebaikan kita, sebenarnya tidak hanya sekedar panggilan untuk menghadirkan kasih Tuhan, melainkan juga mereka memberikan berkat berlimpah, yakni : Tuhan juga hadir dalam diri kita untuk mengalami pemurnian diri, yakni Tuhan mencabuti akar akar egoisme yang mencari kepuasan batin dalam perbuatan baik dan saleh sekalipun. Dengan kehilangan kepuasan batin, kita belajar untuk memiliki motivasi murni dalam menolong orang lain karena apalah artinya kita terlibat dalam penderitaan sesama, kalau hati kita "penuh dengan egoisme rohani"! Kalau masih mencari kepuasan rohani, sebenarnya kita masih merasa berhak untuk menguasai diri kita sendiri. Kita masih ingin menjadi raja bagi hidup kita. Akibatnya, kita belum memberi kesempatan Kristus menjadi raja atas hidup kita.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Marilah kita belajar untuk membangun keluarga kita sebagai Gereja mini dengan "mengubah kelompok dokar Trembel" menjadi "komunitas dokar Trembel". Artinya, kita tidak sekedar membangun kelompok orang berdasarkan minat, status, jabatan yang selevel, melainkan membangun sebuah paguyuban orang yang dibangun karena sadar, bahwa kita ini adalah anggota Tubuh Mistik, dan Kristus Sang Kepala. Dalam Tubuh-Nya, kita bisa menjadi "satu saudara". Dengan "persaudaraan" itu, akan tercipta banyak kesempatan yang membuat orang kecil, lemah dan tersingkir menjadi pribadi yang dapat hidup layak: punya penghasilan, kebutuhan pokok terpenuhi, terlayani kesehatan dan pendidikan mereka, serta diberi kesempatan pula untuk menentukan hidupnya sendiri.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kalau kenyataan itu terjadi, semakin nyatalah hanya Kristus yang hidup dalam diri kita, bukan diriku, bukan juga manusia lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-2768942439640248418?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/2768942439640248418/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=2768942439640248418&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/2768942439640248418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/2768942439640248418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/10/dokar-pak-trembel.html' title='Dokar Pak Trembel'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-5538630130475530265</id><published>2010-10-05T09:05:00.001-07:00</published><updated>2010-10-05T09:05:34.396-07:00</updated><title type='text'>Sahabat Ketiga</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:gray; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;oleh &lt;a href='http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811'&gt;&lt;span style='color:#3b5998; text-decoration:underline'&gt;Blasius Full&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; pada 08 Januari 2010 jam 11:38&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:#333333; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;"Dalam hidup kita harus saling memegang amanah,&lt;br/&gt;berlaku benar dan tidak mengelak tanggung jawab."&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dua orang sahabat bak pinang dibelah dua,&lt;br/&gt;tak terpisahkan!&lt;br/&gt;Mereka berkawan sejak kecil dan saling&lt;br/&gt;menaruh percaya.&lt;br/&gt;Seorang adalah pedagang, dan seorang lain&lt;br/&gt;bendahara kerajaan.&lt;br/&gt;Namun, pergolakan politik membuat kerajaan pecah.&lt;br/&gt;Disintegrasi membuat kedua sahabat itu terpisah&lt;br/&gt;di dua negeri yang berbeda.&lt;br/&gt;Setelah dua tahun lewat, si pedagang ingin&lt;br/&gt;mengunjungi sahabatnya.&lt;br/&gt;Lalu ia pergi ke negeri seberang, tempat&lt;br/&gt;sahabatnya menetap.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ketika si pedagang tengah berjalan-jalan di tengah&lt;br/&gt;kota, raja segera diberi tahu,&lt;br/&gt;"Raja ada seorang mata-mata lalu-lalang di&lt;br/&gt;negeri kita!"&lt;br/&gt;Tampak sigap, sang raja memerintahkan menangkap si pedagang.&lt;br/&gt;"Hai, kamu mata-mata, apa yang kamu cari di negeriku?" raja mulai mengintrogasi si pedagang.&lt;br/&gt;"Hamba hanya pedagang yang ingin mengunjungi seorang sahabat di negeri ini," jelas si pedagang.&lt;br/&gt;Alasan itu diacuhkan dan kecurigaan sang raja jauh lebih berkuasa.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dalam persidangan yang serba kilat, hukuman mati dijatuhkan!&lt;br/&gt;Lalu di pedagang sujud menyembah sang raja,&lt;br/&gt;"Perkenankan hamba kembali ke negeri hamba terlebih dahulu.&lt;br/&gt;Hamba harus menyerahkan semua investasi hamba&lt;br/&gt;kepada anak dan istri, jika tidak, mereka akan&lt;br/&gt;terlantar dan hidup dalam kesengsaraan. Setelah itu&lt;br/&gt;hamba akan kembali untuk menjalani hukuman mati!"&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Gila! Apa aku ini raja bodoh? Mana ada tawanan&lt;br/&gt;dilepaskan, dan mau kembali untuk mencari mati?"&lt;br/&gt;sahut sang raja. "Ya mulia, hamba punya seorang sahabat di negeri ini,&lt;br/&gt;dia belahan jiwa saya. Dia pasti mau menjadi jaminan bagi hamba!" usul si pedagang.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Lalu menghadaplah si bendahara kerajaan kepada raja!&lt;br/&gt;"Benarkah terpidana ini karibmu?" tanya raja.&lt;br/&gt;"Benar, paduka. Dan hamba bersedia menjadi jaminan&lt;br/&gt;baginya. Bagi hamba ini sebuah amanah.&lt;br/&gt;Bahagia rasanya melihat sahabat hamba pergi menempuh&lt;br/&gt;risiko untuk mencari hamba, dan kini hamba rela&lt;br/&gt;menawarkan hidup ini untuknya!" si bendahara mencoba&lt;br/&gt;meyakinkan sang raja.&lt;br/&gt;"Ingat! Jika dia tidak kembali dalam waktu tiga puluh&lt;br/&gt;hari, kepalamu yang aku pancung!" tegas sang raja!&lt;br/&gt;Sahabat itu mengangguk setuju.&lt;br/&gt;Saat akhir batas waktu yang disepakati, raja menanti&lt;br/&gt;si pedagang hingga sore hari.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Si pedagang tak kunjung datang.&lt;br/&gt;Segera setelah matahari terbenam raja memerintahkan&lt;br/&gt;tawanan segera dipancung!&lt;br/&gt;Sementara leher si bendahara sudah di bawah eksekusi&lt;br/&gt;pancungan, tiba-tiba seseorang berteriak,&lt;br/&gt;"Raja, raja, hamba datang! Jangan pancung sahabat hamba!"&lt;br/&gt;Si pedagang menarik tubuh sahabatnya, dan merebahkan&lt;br/&gt;dirinya di bawah kapak pancungan!&lt;br/&gt;"Sekarang aku telah siap untuk menjalani hukumanku!"&lt;br/&gt;katanya seraya menatap tajam sahabatnya,&lt;br/&gt;"terima kasih karena engkau mempercayaiku!"&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Si bendahara tak ingin bergeser dari pancungan!&lt;br/&gt;"Tidak! Aku sudah siap mati untukmu! Engkau telah&lt;br/&gt;mengamanahkan kepadaku, dan sesungguhnya jika engkau&lt;br/&gt;tak ke negeri ini mencariku, tak akan ada masalah ini, jadi...!"&lt;br/&gt;Perdebatan di bawah eksekusi pancungan itu&lt;br/&gt;berlangsung sengit, dan membuat raja amat terperangah.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ia belum pernah melihat persahabatan seperti ini.&lt;br/&gt;"Diam, diamlah! Kalian aku bebaskan! Kalian tidak&lt;br/&gt;perlu mati. Persahabatan kalian yang mendalam itu&lt;br/&gt;adalah permata yang mahal," seru raja,&lt;br/&gt;"dan aku mohon kepada kalian, izinkan aku menjadi&lt;br/&gt;sahabat ketiga kalian..."&lt;br/&gt;Raja menjadi sahabat ketiga dan mereka belajar&lt;br/&gt;sebuah hikmat, bahwa dalam hidup kita harus saling&lt;br/&gt;memegang amanah, berlaku benar dan tidak mengelak&lt;br/&gt;tanggung jawab, termasuk dalam mengisi persahabatan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;sent by haryono99@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-5538630130475530265?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/5538630130475530265/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=5538630130475530265&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/5538630130475530265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/5538630130475530265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/10/sahabat-ketiga.html' title='Sahabat Ketiga'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-2737833481583453245</id><published>2010-10-05T09:02:00.001-07:00</published><updated>2010-10-05T09:02:43.076-07:00</updated><title type='text'>Tape Ketan Hitam Panurata</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:gray; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;oleh &lt;a href='http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811'&gt;&lt;span style='color:#3b5998; text-decoration:underline'&gt;Blasius Full&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; pada 09 Januari 2010 jam 10:00&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:#333333; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;Sabtu pagi ini, Panurata naik sepeda karena mau menengok kantor CU "Cikal Bakal" yang berjarak 300 meter dari rumahnya. Dari kejauhan, Jerawati, yang rumahnya cuma 100 meter dari Panurata, kelihatan lari lari kecil memanggil manggil Panurata, "Akaaaaaang Panuuuu!" Panurata kaget, lalu berhenti dan menengok, siapa gerangan yang memanggil, sepertinya suara Jerawati! "Ah ternyata benar juga, orang satu itu, musuh bebuyatanku, tapi juga ya...teman banget!" batin Panurata. Katanya, "Iya...Jeng Trimbil, Kumaha damang, aduuh...sinarieun?" Dengan logat Sunda yang kental, Jerawati menyahut, "Idiiih Akang, pangestu Kang." Panurata mengajak Jerawati sekalian mampir Kantor CU-nya. "Ayo mampir ke kantor saja, kita ngobrol di sana ya!" Mereka berdua lalu berjalan sambil menuntun sepedanya ke kantor CU. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dalam perjalanan, Jerawati mengungkapkan isi hatinya, "Akang, aku kangen nih, pingin ngobrol ama Akang!" Jawab Panurata, "Haaah, kangen? Nggak salah denger nih?" Sahut Jerawati, "Iya...kangen ama judes dan galakmu!" Panurata balas, "Yee, emang penting apa kangen ama aku?" Jerawati membalas tak mau kalah, "Lagian, kalau orang kangen itu harus karena kepentingan apa?" Sahut Panurata, "Iyee, kan sudah ada Akang Trimbil, ngapain juga kangen ama aku?" Jawab Jerawati, "Lho, aku kangen kan cuma ama judes &amp;amp; galakmu, nggak seluruhnya, cuma sebagian tahu..!! Jadi, nggak usah GEER, deh...emang dirimu gantheng apa? Ngaca tuh, ngaca dulu.." Bantah Panurata, "Yeee, daripada Trimbil, ganthengan aku, dong!" Sahut Jerawati, "Iya aku tahu, dirimu mah gantheng pisan kalau di tengah kebun binatang dan lagi ngobrol ama monyet-monyet tuh! Ha ha ha ha!!" Muka Panurata langsung merah padam, "Sialan, loe!!" Panurata lalu mengajak Jerawati masuk, "Iya deh, aku kalah, tapi masih mau kan duduk-duduk di kantor CU?" Sahut Jerawati, "Iya, mau aja, no problem..!"&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Panurata &amp;amp; Jerawati bincang-bincang di ruang tamu CU sambil ngobrol "ngalor ngidul". "Ayo dicicipi, ini tape ketan hitam, buatan sendiri Neng!" Jerawati terbengong, "Haah buatanmu sendiri? Nggak salah nih, sejak kapan dirmu bisa buat tape ketan?" Sahut Panu, "Yee, sudah lama, cuma aku nggak pernah bilang ama dirimu! Aku buat tape ketan ini sambil menambah pemasukan keluargaku. Jadi, kalau bilang denganmu waaah bisa bisa gratisan terus." Jerawati tertawa, "Enak aja, emang aku mau minta tape ketanmu tiap hari, apa? Aku tuh punya uang, tahuuu!!" Panurata menyahut, "Iya iya...tahu Neng, aduuh...tersungging ya he he he!!" Balas Jerawati, "Nggak tersungging, cuma gondhok tauu!!" Panurata mencoba menenangkan, "Iya deh minta maaf, kalau jadi gondhok...!" Sahut Jerawati,"Yeee..tumben minta maaf...!" Panurata menyahut, "Iyaa, terima kasih sudah dimaafkan!"&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Panurata mencoba mengalihkan pembicaraan, "Omong-omong hidup kita ini mestinya seperti tape ketan lho!!" Jerawati terbengong, "Hah, seperti tape ketan? Nggak salah tuh?" Panurata lalu menjelaskan, "Begini, Jeng! Tape ketan itu prosesnya seperti biasa, seperti membuat tape dari ketela pohon. Setelah beras ketan itu kurang lebih 7 jam direndam, lalu dikukus, sampai "lem" dari beras itu keluar, kemudian beras itu dicuci sampai hilang "daya rekatnya" Setelah dikukus sampai matang, kemudian ketan itu didinginkan. Setelah benar benar dingin, barulah ketan itu diberi ragi secara merata, dan diperam sampai 3 hari. Setelah 3 hari, ketan itu akan mengeluarkan air dan terasa manis semuanya!" Jerawati mengangguk-angguk, "Oh begitu? Nah kenapa kenapa mesti menunggu ketan itu dingin baru diberi ragi?" Jawab Panurata, "Itulah kuncinya buat tape, kalau ketan itu masih terasa hangat, ragi itu tidak akan bisa membusukkan ketan dengan sempurna, karena masih ada panas di ketan itu. Ketan yang masih hangat itu cenderung "menolak" untuk diubah oleh ragi itu." Jerawati lalu mulai makin mengerti, "Yap...begitu juga manusia ya, kalau kepala tidak dingin, bagaimana bisa mendengarkan masukan orang lain ya?" Panurata mengangguk, "Naaaaah...betuuul...Jeng..Wah tambah bijaksana sekarang!" Jerawati tersipu sipu, "Aduuh..makasih pujianmu ya..kayaknya baru kali ini dirimu memujiku!" Panurata nyengir, "Iye, kupuji dirimu, karena kan sudah aman he he he...kalau dulu aku memujimu, waaah bisa payah!" Balas Jerawati,"Oh, maksudmu, kalau aku dipuji dirimu, aku terus GEER gitu dan mau menikah denganmu? Yeeee...tak usah ya...nggak usah ke GEER-an...! Sahut Panurata, "Yeee, aku mah nggak GEER tapi ngarep...!!" Jerawati pun tertawa, "Dasaarrr...daripada sendu, kunyanyikan lagu aja deh.."Terlambat sudah..kau datang padaku...!!" Panurata mendengar lagu itu tambah nyengir, "Pinter banget, sih ngeledhek orang?" Balas Jerawati, "Siapa dulu yang memulai?" Panurata cuma senyum kecut, "Maksudmu, kau yang memulai, kau yang mengakhiri??" Jerawati langsung senyum, "Waah kemajuan pinter nyanyi dangdut juga..." Tanpa basa basi, akhirnya Jerawati pamit pulang, "Kang Panu, thanks, ya..sudah ngobrol banyak, lumayan jadi seger nih...Aku pulang dulu ya..sorry mengganggu pekerjaanmu!"&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Jerawat pulang dengan rasa segar kembali, dan Panurata pun rasanya makin penuh harapan menyelesaikan pekerjaan di akhir pekan ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-2737833481583453245?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/2737833481583453245/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=2737833481583453245&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/2737833481583453245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/2737833481583453245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/10/tape-ketan-hitam-panurata.html' title='Tape Ketan Hitam Panurata'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-6748317975774738413</id><published>2010-10-05T09:01:00.001-07:00</published><updated>2010-10-05T09:01:11.898-07:00</updated><title type='text'>Haruskah Hati Menciptakan Jarak ??</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:gray; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;oleh &lt;a href='http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811'&gt;&lt;span style='color:#3b5998; text-decoration:underline'&gt;Blasius Full&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; pada 09 Januari 2010 jam 23:48&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:#333333; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya,&lt;br/&gt;"Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah,&lt;br/&gt;ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?"&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat&lt;br/&gt;tangan dan menjawab, "Karena saat seperti itu ia&lt;br/&gt;telah kehilangan kesabaran, karena itu ia&lt;br/&gt;lalu berteriak."&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Tapi..." sang guru balik bertanya, "lawan bicaranya&lt;br/&gt;justru berada di sampingnya. Mengapa harus berteriak?&lt;br/&gt;Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?"&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang&lt;br/&gt;dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak&lt;br/&gt;satu pun jawaban yang memuaskan.&lt;br/&gt;Sang guru lalu berkata, "Ketika dua orang sedang&lt;br/&gt;berada dalam situasi kemarahan, jarak antara ke dua&lt;br/&gt;hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik&lt;br/&gt;mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak&lt;br/&gt;yang demikian, mereka harus berteriak. Namun anehnya,&lt;br/&gt;semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka&lt;br/&gt;menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang&lt;br/&gt;ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi.&lt;br/&gt;Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi."&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sang guru masih melanjutkan, "Sebaliknya, apa yang&lt;br/&gt;terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta?&lt;br/&gt;Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka&lt;br/&gt;berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu&lt;br/&gt;halus dan kecil. Sehalus apa pun, keduanya bisa&lt;br/&gt;mendengarkan nya dengan begitu jelas. Mengapa demikian?"&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya.&lt;br/&gt;Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun&lt;br/&gt;berani memberikan jawaban.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka&lt;br/&gt;tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak&lt;br/&gt;perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah&lt;br/&gt;cukup membuat mereka memahami apa yang ingin&lt;br/&gt;mereka sampaikan."&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sang guru masih melanjutkan, "Ketika Anda sedang&lt;br/&gt;dilanda kemarahan, jangan lah hatimu&lt;br/&gt;menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak&lt;br/&gt;mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di&lt;br/&gt;antara kamu. Mungkin di saat seperti itu,&lt;br/&gt;tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara&lt;br/&gt;yang bijaksana. Karena waktu akan membantu Anda."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-6748317975774738413?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/6748317975774738413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=6748317975774738413&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/6748317975774738413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/6748317975774738413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/10/haruskah-hati-menciptakan-jarak.html' title='Haruskah Hati Menciptakan Jarak ??'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-2516984302321389488</id><published>2010-10-05T08:59:00.001-07:00</published><updated>2010-10-05T08:59:56.626-07:00</updated><title type='text'>Foto di atas meja</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:gray; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;oleh &lt;a href='http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811'&gt;&lt;span style='color:#3b5998; text-decoration:underline'&gt;Blasius Full&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; pada 10 Januari 2010 jam 3:28&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:#333333; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;Foto di atas meja&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Seorang artis tengah dirundung malang.&lt;br/&gt;Lantaran mencandu narkoba, ia terserang penyakit&lt;br/&gt;maut HIV. Kini ia tergolek sekarat di rumah.&lt;br/&gt;Seorang teman datang mencoba menghibur dan&lt;br/&gt;meneguhkan imannya. Namun dosa-dosa yang telah&lt;br/&gt;diperbuat membutakan mata si artis. Ia putus asa.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Aku berdosa," akunya memelas, "Aku telah&lt;br/&gt;menghancurkan hidupku dan kehidupan banyak orang&lt;br/&gt;di sekelilingku. Kini aku akan tersiksa di neraka. Tak ada&lt;br/&gt;lagi yang bisa kuperbuat."&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dari sisi tempat tidurnya, sang teman melihat sebuah&lt;br/&gt;potret gadis kecil yang cantik terpigura di atas meja.&lt;br/&gt;"Ini foto siapa?" katanya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Mendengar pertanyaan itu sang artis antusias,&lt;br/&gt;semangat hidupnya tergerak kembali, "Oh, itu foto putriku.&lt;br/&gt;Dialah mutiara hidupku, ia satu-satunya yang indah&lt;br/&gt;dalam hidupku."&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Apakah kamu akan menolongnya bila ia&lt;br/&gt;mendapat kesulitan, atau melakukan kesalahan?&lt;br/&gt;Maukah kamu memaafkan dia? Apakah kamu&lt;br/&gt;masih mencintainya?"&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Tentu saja." Jawab sang artis antusias. "Aku akan&lt;br/&gt;lakukan apapun demi dia. Mengapa kau&lt;br/&gt;lontarkan pertanyaan seperti ini?"&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Saya ingin kau tahu," jawab sang teman,&lt;br/&gt;"Bahwa Tuhan juga memiliki foto dirimu di atas meja-Nya."&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Wajah artis itu terkesiap. Sudah terlalu lama ia tidak&lt;br/&gt;mendengar kata Tuhan, apalagi mengucapkannya.&lt;br/&gt;Sastrawan Rusia, Leo Tolstoy, dalam karyanya&lt;br/&gt;Last Diaries pernah menulis, kamu selalu saja&lt;br/&gt;berpikir tentang orang lain, padahal Tuhan selalu&lt;br/&gt;memikirkan kamu. Apalagi sesungguhnya, Tuhan itu&lt;br/&gt;sering mengunjungi kita, namun kita kerap kali tidak ada&lt;br/&gt;di rumah.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;sent by haryono@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-2516984302321389488?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/2516984302321389488/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=2516984302321389488&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/2516984302321389488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/2516984302321389488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/10/foto-di-atas-meja.html' title='Foto di atas meja'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-3995017202908732840</id><published>2010-10-05T08:58:00.001-07:00</published><updated>2010-10-05T08:58:04.848-07:00</updated><title type='text'>Doa Panurata &amp; Judesanti</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:gray; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;oleh &lt;a href='http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811'&gt;&lt;span style='color:#3b5998; text-decoration:underline'&gt;Blasius Full&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; pada 10 Januari 2010 jam 17:41&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:#333333; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;Suatu saat, di malam minggu, Tuhan mendengarkan doa permohonan Panurata, dan Judesanti, berdoa kepada Tuhan, agar mereka diberi calon suami dan calon isteri untuk mereka masing masing. Mereka berdoa dari rumah masing-masing setelah malam minggu mereka sempat jalan-jalan bersama di sekitar Taman "Firdaus".&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Panurata, seorang pemuda yang "gantheng", dan "kasep pisan", yang baru saja lulus sarjana sastra, memanjatkan doa permohoan begini.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Tuhan, aku bersyukur engkau telah memberi wajah yang gantheng, apalagi kalau dibandingkan dengan teman temanku di kampus dulu. Karena itu, setelah aku jadi sarjana, aku ingin menikah dengan seorang gadis yang cantik. Aku ingin dia memiliki wajah dan tubuh yang tinggi semampai sekitar 170 cm. Aku ingin sekali isteriku berwajahkan seperti Stefania Vernandez dari Venezuela, "Miss World 2009". Calon isteriku nanti mesti pinter memasak, pinter merawat dan mendidik anak, serta pinter memasak. Berikanlah aku seorang istri yang tidak judes, galak dan mudah komentar, atau cerewet. Namun, berilah aku istri, yang pendiam, pengertian n jangan sampai dia mudah curiga, namun mudah percaya kepadaku! Berilah aku istri yang setia, Tuhan, tidak mudah untuk curhat kepada orang lain, melainkan istri yang tahan uji, sabar, dan mudah mengampuni kesalahan suaminya. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Tuhan, aku percaya, engkau mau mendengarkan doaku dan mengabulkan doaku ini! Amin&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Di malam yang sama, Tuhan pun mendengarkan permohonan Judesanti, seorang wanita yang baru saja lulus sarjana akuntansi, yang ingin menikah di tahun depan. Beginilah dia berdoa!&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Tuhan, aku bahagia sekali, karena engkau telah memberikan aku wajah yang cantik, dan tubuh yang sungguh-sungguh menarik banyak pemuda! Namun, di tahun depan, aku ingin menikah dengan seorang pria yang "macho" dan maskulin. Aku ingin, dia adalah pria yang gagah, sehat dan tidak mudah sakit sakitan. Kuberharap, calon suamiku itu orang yang cerdas, dan pinter untuk mengatasi problem rumah tangga. Namun dia juga orang yang jujur, bisa dipercaya, sederhana hidupnya! Aku ingin dia orang yang tidak mudah mengeluh dan kekanak-kanakan, serta tidak suka menuntut pada isterinya, di saat aku jadi wanita yang suka berbelanja di shopping. Aku ingin tetap jadi wanita yang bisa shopping di kala aku stress, meskipun menghabiskan uang banyak, namun itulah obat satu-satunya untuk mengatasi kekuranganku. Jadi kumohon dengan sangat, carikanlah aku seorang pengusaha besar, yang tidak akan kehabisan uang, di saat aku ini membutuhkan uang banyak sebagai obat mujarab kelelahanku setelah mengurus anak setiap hari. Aku mohon calon suamiku itu sungguh sungguh orang yang mau mengerti meski aku patut disalahkan. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Tuhan aku percaya engkau mau mengabulkan doaku yang tidak sempurna ini!&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Setelah mendengar doa mereka, Tuhan pun menjawab doa pria dan wanita itu, &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Anak-anak-Ku, terimakasih kalian semua jujur pada-Ku. Kalian mau mengatakan keinginanmu yang begitu indah. Siapakah pria dan wanita yang tidak akan bahagia mendapatkan suami dan isteri yang cocok dengan selera, keinginan dan harapannya? Namun sayang sekali, Aku, Tuhanmu, tidak punya seorang wanita seperti yang diminta Panurata. Aku juga tidak sanggup memberikan calon suami yang diminta Judesanti. Aku sebenarnya prihatin kenapa kalian semua meminta yang sangat "sempurna menurut dirimu", padahal kalian semua tidak sempurna. Tetapi kalian meminta yang sempurna. Aku tidak memiliki manusia yang sempurna. Justeru karena pria dan wanita tidak ada yang sempurna, kalian dipanggil untuk saling menyempurnakan dalam perkawinan. Aku akan merestui perkawinan kalian, namun aku tidak pernah akan memberikan calon suami dan calon isteri yang sempurna. Aku akan memberimu pilihan untuk menjadikan salah satu dari antara pria dan wanita yang engkau kenal, engkau tentukan sendiri, menjadi calon pasangan hidupmu. Siapapun pilihanmu, hiduplah untuk saling menyempurnakan, agar makin sempurna seperti Bapa sempurna di surga."&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Esok paginya, Judesanti ketemu Panurata di kantornya, CU "Cikal Bakal". Judesanti menatap Panurata dan menyalami dengan tangan yang gemetar dan dingin. Begitulah juga dengan Panurata, ia menyapa dengan terbata-bata, "Neng Judes, apa semalam kita ketemu? Kok Tuhan menyebut namamu dalam doaku?" Sahut Judesanti, "Akang, aku juga merasakan, semalam kita ketemu! Tuhan juga menyebut namamu! Tapi di mana ya kita bertemu? Sambil mata memandang ke depan agak kosong pandangannya, Panurata bercerita, "Semalam aku berdoa meminta jodoh, seorang wanita yang sangat sempurna menurutku, tapi Tuhan tidak mau mengabulkan!" Judesanti pun dengan loyo bercerita, "Sama, Akang! Aku berdoa minta jodoh, tapi Tuhan mengatakan aku ini tidak adil, aku ini orang tidak sempurna kok malah mencari yang sempurna!" Panurata lalu menambahkan, "Jadi, kita doa dengan intensi yang sama ya...?" Jawab Judesanti, "Ternyata intensi doa kita itu sama, Kang". Lanjut Panurata, "Jadi, gimana dong baiknya?" Jawab Judesanti, "Iya nggak gimana gimana Akang! Kita lihat saja, nanti. Terima kasih ya..sudah sharing pagi ini untukku!" Jawab Panurata, "Iyaa, tapi kalau bisa....!" Judesanti memotong, "Kalau bisa apa?" Sahut Panurata, "Nggak jadi ah....! Thanks ya..." Jawab Judesanti, "Iya, sama sama, aku pamit ya..!" &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Judesanti lalu pulang ke rumahnya setelah membayar iuran wajib dan sukarela di CU Cikal Bakal.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-3995017202908732840?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/3995017202908732840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=3995017202908732840&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/3995017202908732840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/3995017202908732840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/10/doa-panurata-judesanti.html' title='Doa Panurata &amp;amp; Judesanti'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-431529864197417050</id><published>2010-10-05T08:56:00.001-07:00</published><updated>2010-10-05T08:56:44.456-07:00</updated><title type='text'>Tujuh cara mematikan ide team kerja, Tujuh cara menyuburkan ide team kerjamu!</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:gray; font-family:Tahoma; font-size:10pt'&gt;oleh &lt;a href='http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811'&gt;&lt;span style='color:#3b5998; text-decoration:underline'&gt;Blasius Full&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; pada 11 Januari 2010 jam 0:07&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:#333333; font-family:Tahoma; font-size:10pt'&gt;Dear all, &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Salah satu kekhasan pemimpin yang baik, justru harus mengenal, kapan kita bisa mematikan ide kreatif seorang teman atau team kerjamu. Dengan mengenal caranya, engkau akan menemukan cara baru untuk menyuburkan ide kreatif dari anggota team kerjamu! Caranya mudah untuk mematikan ide anggota team kerjamu:&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;1. Janganlah menatap matanya, tetapi lihatlah barang di sekitarnya, atau tunduk saja saat dia mengajak engkau bicara!&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;2. Katakanlah padanya, "Siapa yang tanya, penting apa idemu buatku?" &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;3. Tempatkanlah ide temanmu itu dengan cara "brainstorming": Emang idemu itu satu-satunya yang benar apa? Masih banyak ide bagus lainnya daripada idemu sendiri! Misalnya temanmu sedang menampilkan ide kreatifnya untuk menghias dekorasi manten. Dia membuat dekorasi manten yang bernuansa pegunungan lengkap dengan air terjunnya. Kalau engkau mau mematikan idenya, katakan saja, "Emang kamu sendiri apa yang punya ide seperti itu, aku pun punya, tapi aku nggak suka pamer seperti dirimu!"&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;4. Ber-SMS-lah terus selama dia berbicara, dan cukup tanggapi dengan kata, "Oh iya, baguslah! Ehmm Begitu...?" &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;5. Setiap kali dia berbicara tentang idenya, Anda tidak perlu tanya tentang idenya yang bagus dan kreatif, tapi ajukanlah terus ceritamu sendiri untuk menandingi idenya! Misalnya temanmu sedang punya ide untuk membuat gerakan penghijauan di tanah bukit yang tandus. Temanmu mengajukan usul untuk tanam pohon Jambu Mete. Kamu tidak perlu tanya, kenapa mesti Jambu Mete, tapi langsung saja katakan idemu yang baru. Aku yakin ideku lebih baik, tidak perlu tanam jambu mete, tapi tanamlah pohon beringin, pasti tumbuh subur, dan air akan terserap banyak. Emang pohon jambu mete bisa menjamin tanah jadi subur, apa?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;6. Cobalah Anda selalu mencari kata-kata yang dia lontarkan, dan alihkanlah kata kata kunci menjadi titik tolak untuk tertawa. Misalnya, temanmu bicara, "Jadilah sumur yang dicari ember, jangan jadi ember yang mencari sumur terus!" Alihkanlah ide temanmu itu dengan membelokkan kata "ember". "Ya jelas saja, jangan jadi embeeeer...!! Itu sih saya sudah tahu, nggak usah sok menasihati deh...!!" &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;7. Tertawalah Anda saat Anda menanggapi idenya. Dia mengemukakan ide "Fund Raising". Mudah saja, untuk meningkatkan uang saku mahasiswa, "Anda tidak perlu cari uang, tapi cukuplah mengurangi jatah rokok, dari sebungkus sehari, jadikanlah sebungkus untuk 12 hari! Uang yang biasa untuk beli rokok sebungkus per hari, masukkanlah ke celengan!" Tanggapilah usul itu dengan tertawa, "Ha ha ha ha, biasalah orang yang tidak pernah ngerokok itu tahunya cuma teori, emang enak apa orang nggak merokok, sakit dan pusing Mas...jadi nggak usah deh...fund raising dengan cara matiraga begituan...kuno...!!&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sekarang, setelah tahu 7 cara yang mudah untuk mematikan ide kreatif anggota team kerjamu, cobalah 7 langkah itu jadikan langkah yang positif:&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;1. Tataplah wajah dan pandangannya saat dia berbicara serius untuk menceritakan gagasannya yang kreatif! Janganlah mencoba untuk memindahkan pandanganmu ke tempat lain.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;2. Katakan kepadanya, "Apapun pendapatmu, pasti akan memperkaya team kerja kita, ayo ceritakan saja, siapa tahu berguna untuk kinerja kita!"&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;3. Janganlah membuat brainstorming yang menempatkan idenya itu seolah-olah ide yang terjelek, melainkan buatlah brainstorming yang menempatkan idenya itu berkaitan dengan ide ide orang terkenal, ide ide orang pinter lainnya sehingga ia merasa diteguhkan, idenya itu sungguh memang bisa dipertanggungjawabkan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;4. Simpanlah HP-mu, dan tidak perlu angkat telp atau ber SMS ria saat diajak bicara. Tunjukkanlah bahwa orang itu dan idenya sangat penting untuk kinerja teammu.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;5. Berusahalah untuk memperdalam ide kreatif yang sudah dilontarkan anggota team kerja, dan tidak perlu memperdebatkan idenya itu dengan idemu sendiri, melainkan terulah bertanya, sambil mencari referensi yang bagus, sehingga ia merasa idenya terdukung.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;6. Janganlah membelokkan kata kata kunci sebagai bahan untuk "guyonan" atau "bercanda", karena engkau akan dinilai sebagai pribadi yang suka meremehkan. Namun cobalah merumuskan kata kata kunci itu dan ulangilah di depan dia, agar dia merasakan gagasannya itu sangat penting.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;7. Janganlah tertawa, bila dia sedang bicara, melainkan dengarkanlah dengan baik gagasannya yang bagus itu, lalu carilah nilainya yang positif, jangan mencari sisi negatifnya dulu. Semua gagasan akan punya kelebihan dan kelemahan, tapi carilah positifnya dulu!&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Semoga ada banyak pemimpin yang tahu menghargai anggota team kerjanya, sehingga ada banyak orang tertantang untuk tumbuh dan berkembang menjadi dirinya sendiri!&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Warm regards!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-431529864197417050?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/431529864197417050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=431529864197417050&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/431529864197417050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/431529864197417050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/10/tujuh-cara-mematikan-ide-team-kerja.html' title='Tujuh cara mematikan ide team kerja, Tujuh cara menyuburkan ide team kerjamu!'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-4403361846498957796</id><published>2010-09-25T12:18:00.001-07:00</published><updated>2010-09-25T12:18:42.645-07:00</updated><title type='text'>Kado "Katak" untuk Jerawati</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:gray; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;oleh &lt;a href='http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811'&gt;&lt;span style='color:#3b5998; text-decoration:underline'&gt;Blasius Full&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; pada 12 Januari 2010 jam 11:32&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:#333333; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;Hari Selasa ini, Panurata datang ke kantor CU Cikal Bakal agak terlambat. Biasanya jam 8 pagi, Panurata selalu sudah "stand by" di kantornya sebagai Direktur CU. Baru seperempat jam duduk, Panurata sudah mulai menguap, "Huaaaah...". Batinnya, "Ngantuk banget, rasanya kok capek banget!" Tiba-tiba, .."Thok-thok-thok...pintu dikethuk, Sekretarisnya, Kenes, masuk, "Pak, ada tamu, cantik orangnya, pingin ketemu Bapak!" Sahut Panurata, "Tanyakan dulu, apa perlunya!" Kenespun mengangguk, "Baik Pak!" &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kenes tanya pada tamunya, "Mbak, Bapak pingin tahu apa kepentingannya?" Wanita cantik itu menjawab dengan ketus, "Katakan saja, aku musuh bebuyutannya!" Kenes agak ketakutan mendengar kata kata wanita cantik itu. Kenes melapor, "Pak, wanita cantik itu hanya bilang, aku musuh bebuyutannya!" Panurata langsung berdiri, "Hah.....!!!" Panurata langsung cepat jalan keluar dan berdiri diam sebentar dari sela-sela pintu ruang tamu. "Halaaaaah....wong pesek hidung begitu kok dikatakan cantik, Nes ...! Ternyata, hanya tetanggaku...! Aku pikir pendatang baru..!" Panurata tanpa gairah lalu menemui "sang tamu".&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sang tamu, wanita cantik itu pun berdiri dan menyalami Panurata, "Akang...aduuh, kaget ya...he he he!" Sahut Panurata, "Aku pikir wanita cantik, halah halah ternyata dirimu, tetanggaku, musuhku lagi! Yaah...nggak ada variasi blasssss....!! Hanya seorang Jeee raaa waaa tiiiiii!!! Ampyuuuuun.....!!!" Jerawati pun mulai protes, "Ooooo...jadi begitu ya...sekarang aku sudah tidak diharapkan lagi datang bertemu denganmu?? Sudah punya kecengan baru ya....!!" Balas Panurata, "Iya dong, lelaki gitu looh...masakan kalah ama wanita ha ha ha ha!!" Jerawati protes "Heeh...maap...aku mah nggak akan kalah denganmu! Ntar tunggu tanggal mainnya!" Tanpa basa basi Panurata membalas, "Yeee, pembalasan lebih kejam daripada pembunuhan!" Sahut Jerawati, "Bukan begitu, itu kan kata kata orang yang kalaaah? Iya kan? Tidak membalas itu lebih kejam daripada membalas...!! Weeeksss...!! Balas Panurata, "Dasaaaar....kapan nih mau membalasku?" Jerawati protes, "Yee...want to know aja...rahasia dong!!" Jawab Panurata, "Okey deh...aku tunggu pembalasanmu, kalau tidak membalas berarti nggak jadi teman lagi!!" Jerawati kaget, "Haaah...ngancam niiih....!!" Sahut Panurata, "Biarin, sekali kali ngancam Ibu Jerawati alias Nyonya Trimbil he he he!!" Jerawati pun tersenyum kecut, "Yeee...maraaaah yaa...! Okey...karena dikau marah, aku pulang ya...terima kasih banyak sudah bertengkar denganku!" Panurata terbengong, "Haah, jadi datang kesini, kepentinganmu mau bertengkar denganku?"&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sambil berdiri mau pamit, Jerawati menjawab, "Iyaa, kalau dikau tidak diajak bertengkar, ngantuk terus kan? Karena sudah nggak ngantuk, aku pulang, mau masak nih!" Panurata tidak komentar, "Iya sudah, terima kasih ya, lain kali nggak usah datang ya...!! Jawab Jerawati, "Okey, maksudmu nggak usah datang kalau sekali saja kan?" Sahut Panurata, "Dasaar....orang itu kalau sudah kena virus TEPE TEPE, ada ada saja sih!!" Jerawati jalan kaki meninggalkan kantor CU tanpa mengomentari omelan Panurata terakhir.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Jerawati pulang, namun dia mampir dulu di Supermarket untuk membeli keperluan rumah tangga bulan ini. Akhirnya pukul 15, Jerawati sampai di rumah. Tiba-tiba Jerawati kaget campur heran karenai mendapatkan sebuah kado yang terbungkus rapi, kertas pembungkusnya pun bagus bergambar mawar merah! Dia membolak balik kado itu, ringan tapi kok dalamnya ada suatu yang rasanya berjalan ke sana kemari. Jerawati penasaran. Dia menemukan sebuah kartu ucapan, bertuliskan begini, "Jerawati, terimakasih, engkau mau datang ke kantorku. Bagimu, bertengkar denganku itu penting. Aku rasa begitu juga, kalau tidak bertengkar denganmu, otakku ini sulit kreatif. Sebagai tanda terimakasihku, terimalah kado ini. Buka baik baik ya..dan rasakanlah, betapa aku bangga kita tetap bisa bertengkar!" Jerawati tersenyum, "Waaah...berhasil ternyata menaklukan Panurata, sampai dia mengucapkan terima kasih segala!" Jerawati pun mencari "cutter" dan buru buru membuka kado itu dengan menyobek bungkusnya lebih dulu. Isolasi yang menutup kardus itu dipotong, lalu dibuka pelan-pelan, dan..."Waaaaaaaaauwwwwww", Jerawati teriak sekuat kuatnya karena seekor katak langsung melompat dan menempel di baju Jerawati! Sambil terengah engah, Jerawati duduk, "Sial!! Siaaaal!!! Kurangajar..tahu aku takut ama katak, eh...malah dikerjain dulu..!!"&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Lagi jengkel jengkelnya, telp rumah berdering..."Kriiiinggg...Kriiiiiiiiiiiinng!" Sambil nafas terengah engah, Jerawati terima telp, "Selamat sore, ada yang bisa saya bantu?" Sahut penelpon, "Apakah Anda butuh bantuan membuka kado bergambar mawar merah?" Jerawati langsung teriak, "Siaaaaalaaan...Akang Panuuuu...awaaaaas yaaa...!! Tahu nggak ....aku mau mati rasanya, tauuuu....!!" Panurata tertawa, "Jadi lebih baik membalas dulu, daripada keduluan kekekekekke!!! Sahut Jerawati, "Dasar laki-laki, pinter banget ngakalin perempuan ya!! Panurata nggak terima, "Yeee....tapi dirimu suka kan?" Sahut Jerawati, "Nggak suka!! Pokoknya aku mau balas, sampai dirimu tak berkutik!!" Jawab Panurata, "Iyee...siap Jeng...ha ha ha! Thanks ya sudah membuka kadoku...!! Jerawati sambil sewot menjawab, "Yeeee...nggak usah terimakasih!! Pokoknya aku kali ini tidak akan keduluan kamu lagi! Okey..aku mau masak, sudah sore!" Sahut Panurata, "Okey, met masak, jangan marah ya, ntar masakanmu nggak enak lho!" Jawab Jerawati,"Iya ya...Akang...uuuh...! Jerawati langsung menutup gagang telpon.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sambil duduk baca koran, Jerawati membatin, "Aduuh...ada orang kok kayak Panurata, coba kalau jumlahnya ada 2 saja di Apotek-ku, apa nggak jadi trouble maker. Di rumah, Panurata pun sambil minum kopi ginseng berujar, "Kalau ada nasabah CU, 2 orang saja kayak Jerawati, apa CU nggak malah tambah bangkrut?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-4403361846498957796?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/4403361846498957796/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=4403361846498957796&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/4403361846498957796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/4403361846498957796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/09/kado-untuk-jerawati.html' title='Kado &amp;quot;Katak&amp;quot; untuk Jerawati'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-6749213992527201503</id><published>2010-09-25T12:17:00.003-07:00</published><updated>2010-09-25T12:17:58.494-07:00</updated><title type='text'>Haruskah pasangan suami isteri, orang tua &amp; anak, berkomunikasi satu dengan yang lain?</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:gray; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;oleh &lt;a href='http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811'&gt;&lt;span style='color:#3b5998; text-decoration:underline'&gt;Blasius Full&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; pada 14 Januari 2010 jam 9:07&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:#333333; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;Sahabat-Sahabatku, &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Haruskah suami isteri, orang tua dan anak itu berkomunikasi, berdialog satu dengan yang lain? Pertanyaannya sama, haruskah suami isteri, orang tua dan anak itu saling mencintai? &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;1. Komunikasi itu pilihan bukan keharusan&lt;br/&gt;"Keharusan" itu sebuah istilah untuk menunjukkan "paksaan yang begitu kuat datang dari luar pribadi, dan saya terpaksa melakukannya karena tidak tahan berada dalam tekanan! Mencintai, termasuk, komunikasi, bukanlah sebuah tindakan yang datang dari luar, melainkan tindakan yang lahir dari kedalaman batin. "Kedalaman batin" itu tidak lain adalah "suara hati" yang sudah kaya dengan berbagai macam nilai yang begitu mengesan sehingga suara hati itu menggerakkan orang untuk proaktif: inisiatif keluar dari dirinya sendri. "Keluar dari diri sendiri" itu berarti kesediaan untuk memikirkan pertumbuhan orang lain: apa masalah yang sedang dihadapinya, kesulitan apa saja, yang bisa dibantu; manakah kebutuhan hidup yang bisa disokong bersama dan seterusnya. "Keluar dari diri sendiri" itu tidak lain, tidak menggunakan "kacamata diri sendiri" untuk menilai orang lain, melainkan temuilah orang itu, dan kalau boleh, bertanyalah, agar engkau menemukan kesempatan untuk terlibat. Itulah inti komunikasi: keluar dari diri sendiri: mulai dengan senyum, menyapa, bertanya, murah hati: apa yang bisa kubantu. Sapaan itu akan menciptakan relasi yang memungkinkan orang lain, juga tidak sungkan untuk terlibat dalam hidup kita.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;2. Menciptakan kesempatan untuk terlibat&lt;br/&gt;Menciptakan kesempatan untuk terlibat, sebenarnya salah satu bentuk ketrampilan komunikasi dalam perkawinan dan keluarga. Komunikasi yang menciptakan kesempatan itu berpangkal dari kesediaan untuk mengungkapkan perasaaan sendiri secara jujur, dan belajar untuk menanggung resiko juga ditolak. Misalnya begini, ungkapan hati seorang istri, "Mas, pagi ini, aku merasa tertekan dan terbebani untuk bangun pagi dan masak. Meskipun aku tahu, itulah tugas yang mesti kulakukan. Tapi mengapa rasanya, pagi tadi aku merasa sangat terpaksa, dan merasa beban banget!" &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Mendengarkan "ungkapan" perasaan isteri begitu, tanggapan seorang suami "A" bisa begini, "Kapan kamu mau bergairah dan bersemangat untuk bangun pagi dan masak! Siapa yang menekan, siapa yang memaksa? Aku pun tidak memaksamu, dan tidak melarangmu untuk bangun siang. Salah siapa, kok kamu bangun pagi dan masak, padahal aku juga tidak pernah mengatur ini dan itu! Jadi isteri kok seperti diawasi, jangan jangan luka batin dengan ayahmu, tapi malah aku yang seolah olah jadi sumber masalahmu". Apakah reaksi seorang isteri yang perasaan hatinya dikomentari ketus begitu? Bisa membayangkan sendiri, kan?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Suami "B" mungkin menjawab begini, "Iya Dhe, saya bisa memahami kalau kamu tertekan atau terpaksa, meski tidak ada siapapun yang memaksa. Aku pun tidak memaksamu. Pekerjaan rumah tangga itu tiap hari ada dan membosankan. Wajarlah kalau engkau merasa bosan, jenuh, apalagi mungkin karena kerja sendirian. Bisa jadi aku malah yang keliru, karena aku bangun jam 6.30 sementara dirimu sudah bangun 4.30. Saat dikau repot, aku malah tidur ya..!" Apa kira kira tanggapan isterinya? &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya yakin, tanggapan suami "B" akan sangat membuat hati itu nyaman dan merasa dicintai, karena "Suami B" itu tidak menyalahkan, melainkan memahami, malahan berusaha untuk mengakui diri, bisa jadi dirinya juga bersalah karena bangun kesiangan. Ungkapan hati isterinya menjadi sebuah teguran, tapi sekaligus juga membuat suaminya tahu, manakah kesempatan untuk mengasihi istrinya, yakni "zonakritis ": pada pagi hari: menyiapkan makanan, menyelesaikan pekerjaan RT yang semalam tertunda, dan belum lagi ank-anak juga butuh persiapan sekolah dst.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Semakin kita berani mengatakan "perasaan yang sedang kritis", kita akan belajar menciptakan kesempatan bagi orang lain untuk tumbuh. Di sisi lain, pasangan hidup itu mesti tertantang untuk menanggapi dan mengatasi zona kritis itu. Bahkan bisa jadi zona kritis itu terjadi karena sikap pasangannya yang kurang mendukung. Dengan kata lain, kesulitan pasangan hidup, atau kesulitan anak-anak tidak selalu bersumber dari mereka sendiri, melainkan juga bisa jadi karena "aku" terlibat mempersulit hidup orang lain. Bagaimanakah kita mampu jadi orang yang mempermudah hidup orang lain?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;3. Mempermudah hidup orang lain (jadi fasilitator)&lt;br/&gt;Agar kita mampu jadi fasiltator bagi orang lain, baiklah kita belajar untuk "mengatakan perasaan hati kita sejujurnya pada pasangan hidup dan anak-anak". Namun juga belajar untuk memahami perasaan orang lain yang sedang terluka, kecewa, bosan dst, tanpa menghakimi dan menyalahkannya! Akan tetapi belajarlah untuk menempatkan diri dalam suasana hati orang lain, dan lebih baik mengatakan, "bisa jadi aku juga ikut bersalah", daripada mengatakan, "Susah atau senang kan dibuat dirimu sendiri, kok malah aku yang disalahkan!" Ungkapan yang terakhir itu tidak akan menyuburkan komunikasi, malahan akan memperparah komunikasi. Iorang yang masih mencari kesalahan orang lain, itulah orang yang tidak memiliki kecerdasan emosional. Padahal, hanyalah orang yang sanggup merumuskan perasaannya sendiri dengan baik, akan mampu untuk memahami perasaan orang lain.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Semoga ada banyak keluarga, pasutri, orang tua dan anak yang tumbuh subur relasinya karena mampu mengolah perasaan hatinya menjadi kesempatan terindah untuk terlibat dalam hidup satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-6749213992527201503?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/6749213992527201503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=6749213992527201503&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/6749213992527201503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/6749213992527201503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/09/haruskah-pasangan-suami-isteri-orang.html' title='Haruskah pasangan suami isteri, orang tua &amp;amp; anak, berkomunikasi satu dengan yang lain?'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-3620045086158346913</id><published>2010-09-25T12:17:00.001-07:00</published><updated>2010-09-25T12:17:22.478-07:00</updated><title type='text'>Manakah yang lebih menakutkan, menguatirkan, mencemaskan &amp; menggelisahkan?</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:gray; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;oleh &lt;a href='http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811'&gt;&lt;span style='color:#3b5998; text-decoration:underline'&gt;Blasius Full&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; pada 18 Januari 2010 jam 5:17&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:#333333; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;Sahabatku,&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Banyak orang begitu takut dinilai penampilannya, sampai dia bingung untuk memilih baju yang akan dipakainya. Dia bingung karena takut, apa kata orang kalau warna baju dan celana tidak "serasi", alias tidak "matching". Tapi orang tidak merasa takut untuk mengomentari cara penampilan orang lain, dan merasa biasa saja kalau menghakimi menurut kacamatanya sendiri. Padahal, apa yang dikatakan untuk mengadili orang lain, berlaku juga untuk diri kita.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Banyak orang begitu takut kalau tidak mampu memberi kado "amlop" saat hajatan pengantin tetangga, saudara atau kenalannya. Orang takut, harga dirinya mau dikemanakan kalau ketahuan tidak memberi kado, apalagi orang itu masih punya anak perempuan yang siap nikah. Bagaimana nanti jadinya kalau aku tidak memberi "amplop", pastilah juga nanti aku tidak diberi. Wah bisa repot kalau aku tidak memberi, nanti aku sudah menghabiskan puluhan juta untuk hajatan, tapi malah nggak bisa mengembalikan uang itu. Begitulah orang lebih takut tidak memberi kado kepada orang hajatan manten, tapi dia tetap bisa "cuek" kalau tidak memberi "sumbangan" untuk orang yang sedang berkabung. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Banyak orang begitu takut ditinggalkan oleh sahabat-sahabatnya karena ia tidak lagi bisa bicara banyak hal tentang acara televisi. Karena itu banyak ibu rumah tangga tidak mau kehilangan sahabatnya dengan cara "rajin" nonton TV. Namun orang tidak merasa cemas, kalau dirinya belum berdoa, dan merasa biasa saja, seperti tidak membutuhkan Tuhan dalam hidupnya. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Banyak orang sekarang ini tidak merasa gelisah kalau dirinya tidak menyempatkan waktu untuk berdoa! Namun betapa gelisahnya orang itu kalau listrik mati dan tidak dapat menonton acara televisi dan bermain internet. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Banyak orang merasa tidak gelisah kalau tidak membawa buku doa ke Gereja. namun betapa gelisahnya saat HPnya ketinggalan. Karena itu lebih baik putar balik, dan ambil HP di rumah. Daripada HP ketinggalan di rumah, lebih baik bagi dia pulang ke rumah untuk ambil HP,meskipun akhirnya datang misa terlambat. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali (begitukah pembenarannya??)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Banyak orang takut menderita untuk "mati raga". Berapa banyak orang yang sulit untuk berhenti merokok. Mereka jauh lebih berani menanggung resiko "dengan merokok". Padahal mereka tahu akibat merokok bisa kanker paru-paru, serangan jantung dan sesak nafas. Mereka lebih mudah mengeluarkan uang untuk rokok namun lebih sulit untuk menabung dengan jumlah uang yang sama. Kalau sehari saja habis 1 bungkus rokok @ Rp.10.000, dikalikan 31 hari = Rp 310.000 Kalau 12 bulan? Rp 3.620.000. Kalau 5 tahun saja? Ternyata uang yang dikumpulkan cukup beli satu sepeda motor, bukan? Begitulah cukuplah orang mau berkomitmen matiraga sebentar, orang bisa menjadi "kecukupan". Namun apa yang terjadi?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Akhirnya, &lt;br/&gt;berbagai hal yang dianggap menakutkan,menguatirkan, mencemaskan &amp;amp; menggelisahkan sebenarnya. sebuah kesempatan terindah untuk selalu mengundan hadirnya Roh Kudus, Roh Kasih-Nya, agar kita dapat mengubah ketakutan menjadi keberanian, kekuatiran menjadi harapan, kegelisahan menjadi kedamaian. Kalau keterbatasan itu tidak diolah, akibatnya terbukalah kemungkinan untuk mudah jadi penakut, trouble maker, pribadi yang suka menyalahkan orang lain Persoalannya adalah bagaimanakah mengubah, "Kekuatiran, kecemasan &amp;amp; kegelisahan" itu menjadi "harapan baru?"&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Harapan baru itu akan menjadi kenyataan kalau orang berani "mati raga", yakni berkomitmen mau kehilangan kesempatan untuk menikmati segala yang menyenangkan. Komitmen yang tangguh pastilah tercipta karena karakter yang kuat, keterampilan &amp;amp; pengetahuan yang mencukupi. Semoga hari ini, terjadilah mukjijat, air berubah menjadi anggur. Hidup yang serba penuh ketakutan, kecemasan, kekuatiran, diubah oleh darah-Nya itu menjadi hidup penuh harapan. Harapan itu tidak lain kesediaan untuk terus berani melangkah di hari esok, juga kalau ada banyak ketidakpastian hidup. Dalam ketidakpastian itulah, kita akan tertantang untuk lebih mengandalkan Allah daripada mengandalkan manusia dan dunia ini. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Semoga hari ini ada banyak tanda pengharapan di sela sela berbagai macam masalah dan kesulitan hidup yang sedang kita hadapi bersama. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Warm regards&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-3620045086158346913?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/3620045086158346913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=3620045086158346913&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/3620045086158346913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/3620045086158346913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/09/manakah-yang-lebih-menakutkan.html' title='Manakah yang lebih menakutkan, menguatirkan, mencemaskan &amp;amp; menggelisahkan?'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-1395399908812447287</id><published>2010-09-25T12:15:00.001-07:00</published><updated>2010-09-25T12:15:39.863-07:00</updated><title type='text'>Inti komunikasi antara suami-isteri &amp; antara orangtua -anak!</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:gray; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;oleh &lt;a href='http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811'&gt;&lt;span style='color:#3b5998; text-decoration:underline'&gt;Blasius Full&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; pada 18 Januari 2010 jam 21:00&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:#333333; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;Sahabat-sahabatku terkasih, &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Melanjutkan artikel yang terdahulu, "apa yang tidak perlu diprioritaskan dalam komunikasi suami isteri, orang tua &amp;amp; anak-anak, saya menawarkan gagasan inti komunikasi dalam perspektif "pemberian diri". Apakah sebenarnya inti komunikasi suami isteri, orang tua dan anak, antar saudara serumah (termasuk dalam sebuah komunitas biara sekalipun)? Inti komunikasi itu tidak terletak pada "perkataan" kita yang harafiah kita ucapkan saja, melainkan terletak dalam kesatuan "tindakan memberikan diri". Apa artinya "memberikan diri?"&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;1. Memberikan diri itu tidak identik dengan "perbuatan baik"&lt;br/&gt;Banyak orang mengartikan tindakan "memberikan diri" itu sebagai perbuatan baik, sebagai kewajiban yang sudah semestinya dijalankan sebagai suami, isteri, atau anak, atau sebagai anggota komunitas. "Memberikan diri" itu pertama tama berarti sebuah kerelaan untuk kehilangan "apa yang paling kuanggap istimewa!" Apa yang istimewa dalam diri kita? Bisa jadi yang istimewa itu bisa berupa "perasaan gengsi", ambisi untuk disanjung, dipuji, diistimewakan, dan ambisi untuk mengontrol orang lain, ambisi untuk mematahkan pendapat orang lain dengan berbagai argumen yang hebat, ambisi untuk menikmati fasilitas sampai orang lain pun sesama saudara tidak boleh ikut menggunakannya. &lt;br/&gt;Kalau kita kenal "apa yang istimewa" dalam diri kita, itulah yang mesti kita lepaskan. Kita akan melepaskan "yang istimewa" kalau kita berani untuk "MENCIPTAKAN KESEMPATAN" untuk ditolak, dikecewakan, diremehkan, dikritik. Kesempatan itu diciptakan dengan gaya hidup yang "MENAWARKAN". Misalnya, "Mas, mau minta tolong, apa bisa antar saya ke pasar Manis, sebentar? Dhe, apa Mas bisa minta dibuatkan kopi manis? Nak, tadi masakan ibu, enak atau tidak?" Pertanyaan-pertanyaan macam itu membuka kemungkinan, orang yang kita mintai tolong, akan menolak dengan berbagai alasan, "Aku capek, berangkat sendiri saja! Kenapa sih nggak bisa buat kopi sendiri, kan punya tangan punya kaki! Ah masakan Ibu, nggak enak, enakan masakan Mbok Tun". Dengan cara "MENAWARKAN" itulah, terjadi kemungkinan kita ini mengalami "kekecewaan, penolakan, bahkan diremehkan" oleh pasangan sendiri, atau anak sendiri. Pada saat itulah, Anda mengalami "kehilangan keinginan diistimewakan, dipuji, atau disanjung! Dengan model komunikasi begitu, kita sebenarnya mulai belajar "MEMBERIKAN DIRI". Fokusnya bukan pada perbuatan baik, melainkan fokusnya pada gaya komunikasi yang "MENAWARKAN". &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;2. "Memberikan diri" itu tidak lain aktualisasi kehendak bebas sebagai anak Allah &lt;br/&gt;Orang yang mau memberikan dirinya sebenarnya mengaktualisasikan kehendak bebasnya sebagai anak Allah. Kehendak bebas itu tidak digunakan untuk berbuat dosa melainkan justru untuk berani bermatiraga (menyangkal diri) agar terwujudlah pemberian diri bagi sesamanya. Kehendak bebas itulah yang dianugerahkan Tuhan saat peristiwa misteri wafat dan kebangkitan Kristus. Kehendak bebas itu dapat diwujudkan justru hanya dalam "keterbatasan", atau dalam "keterikatan" yang jelas. Suami isteri, karena terikat janji pernikahannya, mereka bebas untuk saling mengasihi satu sama lain secara total. Artinya, jelaslah prioritas mengasihi sesama itu bukan "sekedar sesama", tapi sesama itu adalah pasangan hidupnya dan anak-anaknya, karena perkawinan selalu terbuka akan keturunan. Demi prioritas kasih itulah, lalu pilihan tindakan suami isteri, orang tua terhadap anaknya juga mesti dipilih atas dasar titik pijak prioritas itu. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Misalnya, saat muda, seorang ayah senang sekali mancing, kemanapun cari berbagai macam kolam pemancingan. Kesenangan itu tidak dapat dipenuhi sepenuhnya dalam hidup berkeluarga. Apakah dengan demikian keluarga membatasi hobi? Bukan itu masalahnya, tapi kalau ayah ibu yakin dirinya dipanggil untuk mencintai total anaknya, maka "memancing" itu mesti menjadi urutan terbelakang! Itulah resiko yang harus ditanggung karena memprioritaskan cinta kepada keluarga. Kalau ayah itu lebih suka memancing daripada menemani anaknya belajar, itu berarti "memancing" jauh lebih berharga daripada "seorang anak".&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Demikian juga seorang ibu, tidak bisa nonton acara TV terus menerus, sementara anaknya minta makan. Ibu itu akan berhenti nonton TV karena anaknya mesti nomer satu dicintai. Kalau ibu itu nonton TV terus, lalu anaknya disuruh makan mie instan saja, itu berarti "ibu itu lebih cinta TV" daripada anaknya. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;3. Memberikan diri itu rela memperkenalkan "isi hatinya" terdalam kepada pasangan hidup atau anak-anaknya.&lt;br/&gt;Saat masih muda, suami isteri dulu senang berdebat &amp;amp; saling mempertahankan pendapatnya masing-masing. Setelah hidup berkeluarga, cara berpikirnya mesti diubah, bukan memperdebatkan siapa yang salah atau siapa yang benar, melainkan belajar untuk mengungkapkan perasaan hatinya. Misalnya, pagi hari, seorang suami itu bangun jam 7 pagi, sementara isterinya sudah mondar mandir kerepotan mempersiapkan masakan, memandikan anak, membantu mengenakan pakaian, sampai bahkan menyuapi mereka makan. Lalu setelah itu isterinya masih mengantar ke sekolah. Sementara suaminya dengan tenang masih tidur. Situasi itu bisa memicu konflik yang berkepanjangan. Isteri yang punya "cinta" akan mengatakan begini, "Mas, aku pingin mengungkapkan kekecewaanku. Pagi tadi aku merasa kecewa, karena Mas tidak bangun pagi, padahal terdengar sekali, keributanku berkata-kata keras, dan membentak kepada anak anak. Aku merasa bekerja sendiri. Apakah yang salah dari diriku, sampai Mas tidak mau bangun dan menemaniku untuk membereskan pekerjaan rumah tangga pagi tadi?" &lt;br/&gt;Menghadapi suami yang bangun siang, seorang istri yang kurang "cintanya", akan cepat reaktif dan marah, "Kenapa sih, bangun jam 7, apa nggak tahu, aku kerepotan! Katamu aku isterimu, dan kamu suamiku, tapi mana buktinya? Kamu malah tidur enak enak, sementara aku banting tulang sana sini!" &lt;br/&gt;Suami yang punya "cinta" akan mengatakan begini, "Baik Dhe, saya minta maaf ya, saya akui bagaimanapun diriku salah, karena tidak bicara denganmu kenapa aku bangun sampai jam 7, sehingga menyusahkan dirimu. Tadi pagi aku pusing sekali! Salahku, aku diam saja, tidak mengatakan sakitku padamu!&lt;br/&gt;Suami yang kurang "cinta" akan langsung bereaksi, "Emang nggak boleh apa bangun siang, siapa yang melarang? Ini rumah juga rumah gue, bukan rumahmu! Nggak usah marah marah deh! Emang hebat apa kalau sudah bisa marah marah ama suami?"&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;JADI...&lt;br/&gt;Begitulah rasanya "komunikasi pertama tama" bukan soal hanya perkataan baik, halus atau lembut, melainkan apakah kita memiliki "cinta" itu? Kalau kita tidak memiliki cinta itu, baiklah kita meminta "Roh Cinta", yakni Roh Allah sendiri agar menaburkan benih benih cinta itu kepada kita semua, agar komunikasi kita tidak didasarkan sekedar pada "penting atau tidak", tapi didasarkan pada keyakinan, Allah pun mencintai pasanganku, suami isteri, &amp;amp; anak anak! Akhirnya inti komunikasi suami isteri &amp;amp; anak-anak bukan pada "perkataan" melainkan terutama pada "sikap batin".&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Semoga tumbuhlah semakin banyak keluarga keluarga yang bersedia saling memberikan diri, agar kasih Allah menjadi nyata di tengah dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-1395399908812447287?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/1395399908812447287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=1395399908812447287&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/1395399908812447287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/1395399908812447287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/09/inti-komunikasi-antara-suami-isteri.html' title='Inti komunikasi antara suami-isteri &amp;amp; antara orangtua -anak!'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-5912907231862164577</id><published>2010-09-25T12:14:00.001-07:00</published><updated>2010-09-25T12:14:21.412-07:00</updated><title type='text'>Sang Dadu</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:gray; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;oleh &lt;a href='http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811'&gt;&lt;span style='color:#3b5998; text-decoration:underline'&gt;Blasius Full&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; pada 20 Januari 2010 jam 0:06&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:#333333; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;Ketika saya pulang di sebuah senja, saya masih melihatnya duduk di sana. Seorang wanita empat puluhan duduk kiosnya di tepi seruas jalan di kotaku yang telah ribuan kali kulewati.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Puluhan tahun yang lalu ketika usia saya masih belum genap sembilan tahun, kios itu sudah ada di sana.&lt;br/&gt;Menjajakan majalah, koran, dan sejumlah barang kelontong. Ketika itu mobil berhenti di depan kiosnya dan wanita itu datang menghanpiri membawa apa yang biasanya kami inginkan, majalah Ananda dan Bobo buat saya serta majalah Tempo dan Intisari untuk ayah. Demikian terjadi sepekan sekali sepulang sekolah selama bertahun-tahun hingga tiba saatnya saya beranjak remaja dan berganti selera baca, saya tak lagi menemui wanita itu.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sekonyong-konyong di senja itu, tatapan mata saya ke luar angkot yang tengah membawa saya pulang ke rumah, menyapu kios itu dan wanita yang sama di dalamnya.&lt;br/&gt;Bedanya, kali ini tak lagi menjajakan koran dan majalah. Hanya rokok, minuman cola, air mineral, dan sejumlah barang lain. Apakah itu semacam kemunduran perniagaan, saya tak tahu persis. Yang tampak jelas bagi sel-sel kelabu saya adalah kenyataan bahwa ia, untuk menafkahi hidupnya, masih saja duduk di tempat yang sama, setelah lewat bertahun-tahun.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;sent by haryono99@gmail.com&lt;br/&gt;Suatu sore lain dalam sebuah gerbong kereta yang saya tumpangi, saya menatap puluhan gubuk dan rumah petak di sepanjang lintasan rel yang menuju stasiun Senen. Benak saya digelayuti iba dan juga pertanyaan. Sejumlah gerobak mie ayam melintas di jendela dengan cepat. Apa yang begitu menarik dari kota ini, begitu pertanyaan saya, sehingga mereka sanggup bertahan dalam kepapaannya di tengah gemuruh Jakarta yang keras.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Apakah itu nasib? Adakah nasib yang membuat Ibu penjaja koran yang tinggal di Semarang dan mereka yang tinggal di kompleks kumuh Jakarta tetap bertahan di sana? Bagaimana bisa kita memahami nasib? Saya tak bisa. Tetapi keponakan saya yang berumur lima tahun punya petunjuknya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saat itu saya sedang bermain berdua dengannya: Ular-Tangga. Setelah beberapa lama bermain dan bosan mulai merambati benak, saya meraih surat kabar dan mulai membaca-baca.&lt;br/&gt;Nanda, keponakan saya itu, kemudian berkata, "Ayo jalan!&lt;br/&gt;Gililan Om. Kalo nggak jalan juga, Om bakal nggak naik-naik, di situ telus, dan mainnya nggak selesai-selesai."&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya tersadar. Ular-Tangga, permainan semasa kita kanak-kanak, adalah contoh yang bagus tentang permainan nasib manusia.&lt;br/&gt;Ada petak-petak yang harus dilewati. Ada Tangga yang akan membawa kita naik ke petak yang lebih tinggi. Ada Ular yang akan membuat kita turun ke petak di bawahnya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kita hidup. Dan sedang bermain dengan banyak papan Ular-Tangga. Ada papan yang bernama sekolah. Ada papan yang bernama karir. Suka atau tidak dengan permainan yang sedang dijalaninya, setiap orang harus melangkah. Atau ia terus saja ada di petak itu. Suka tak suka, setiap orang harus mengocok dan melempar dadunya.&lt;br/&gt;Dan sebatas itulah ikhtiar manusia: melempar dadu (dan mmeprediksi hasilnya dengan teori peluang). Hasil akhirnya, berapa jumlahan yang keluar, adalah mutlak kuasa Tuhan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Apakah Ular yang akan kita temui, ataukah Tangga, Allah lah yang mengatur. Dan disitulah Nasib. Kuasa kita hanyalah sebatas melempar dadu. Malangnya, ada juga manusia yang enggan melempar dadu dan menyangka bahwa itulah nasibnya. Bahwa di situlah nasibnya, di petak itu. Mereka yang malang itu, terus saja ada di sana.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Menerima keadaan sebagai Nasib, tanpa pernah melempar dadu. Mereka yang takut melempar dadu, takkan pernah beranjak ke mana-mana. Mereka yang enggan melempar dadu, takkan pernah menyelesaikan permainannya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Setiap kali menemui Ular, lemparkan dadumu kembali.&lt;br/&gt;Optimislah bahwa di antara sekian lemparan, kau akan menemukan Tangga. Beda antara orang yg optimis dan pesimis bila keduanya sama-sama gagal, Si Pesimis menemukan kekecewaan dan Sang Optimis mendapatkan harapan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-5912907231862164577?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/5912907231862164577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=5912907231862164577&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/5912907231862164577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/5912907231862164577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/09/sang-dadu.html' title='Sang Dadu'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-7821368456794534707</id><published>2010-09-25T12:13:00.001-07:00</published><updated>2010-09-25T12:13:07.824-07:00</updated><title type='text'>Tukang Roti dan Petani</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:gray; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;oleh &lt;a href='http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811'&gt;&lt;span style='color:#3b5998; text-decoration:underline'&gt;Blasius Full&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; pada 20 Januari 2010 jam 5:55&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:#333333; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;Seorang tukang roti di sebuah desa kecil membeli satu&lt;br/&gt;kilogram mentega dari seorang petani.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ia curiga bahwa mentega yang dibelinya tidak&lt;br/&gt;benar-benar seberat satu kilogram.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Beberapa kali ia menimbang mentega itu, dan benar,&lt;br/&gt;berat mentega itu tidak penuh satu kilogram.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Yakinlah ia, bahwa petani itu telah melakukan kecurangan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ia melaporkan pada hakim, dan petani itu dimajukan ke&lt;br/&gt;sidang pengadilan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Pada saat sidang, hakim berkata pada petani,&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Tentu kau mempunyai timbangan?"&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Tidak, tuan hakim," jawab petani.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Lalu, bagaimana kau bisa menimbang mentega yang kau&lt;br/&gt;jual itu?" tanya hakim.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Petani itu menjawab, "Ah, itu mudah sekali dijelaskan,&lt;br/&gt;tuan hakim. Untuk menimbang mentega seberat satu&lt;br/&gt;kilogram itu, sebagai penyeimbang, aku gunakan saja&lt;br/&gt;roti seberat satu kilogram yang aku beli dari tukang&lt;br/&gt;roti itu.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ternyata roti yang dijual tukang roti itupun&lt;br/&gt;beratnya kurang dari 1 kg . . . . . . . . . .&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dan tukang roti itupun harus berhadapan dengan hakim.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Smiley...! Cukup banyak contoh, kekesalan kita pada&lt;br/&gt;orang lain berasal dari sikap kita sendiri pada orang&lt;br/&gt;lain.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;sent by haryono99@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-7821368456794534707?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/7821368456794534707/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=7821368456794534707&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/7821368456794534707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/7821368456794534707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/09/tukang-roti-dan-petani.html' title='Tukang Roti dan Petani'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-2980650717858968938</id><published>2010-09-11T09:32:00.001-07:00</published><updated>2010-09-11T09:32:20.063-07:00</updated><title type='text'>Tikus pun berfilsafat</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:gray; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;oleh &lt;a href='http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811'&gt;&lt;span style='color:#3b5998; text-decoration:underline'&gt;Blasius Full&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; pada 21 Januari 2010 jam 22:24&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:#333333; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;Di dalam sebuah hutan, hiduplah seekor tikus ahli filsafat.&lt;br/&gt;Ia mengetahui satu hal yang tidak pernah diketahui&lt;br/&gt;hewan-hewan lain. Ia yakin bahwa gelisah bisa membunuh&lt;br/&gt;seseorang. Sebab, gelisah bisa membunuh kebahagiaan,&lt;br/&gt;memadamkan kilauan cahaya dan menghilangkan kenyamanan.&lt;br/&gt;Selain itu, kegelisahan juga bisa menghancurkan akal, hati dan&lt;br/&gt;fisik.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Pada suatu hari, ia ingin mengajari teman-teman dan&lt;br/&gt;anak-anaknya dengan pelajaran tersebut. Tetapi sang tikus&lt;br/&gt;tidak ingin pelajarannya sekadar didengar dan dihafal saja.&lt;br/&gt;Ia ingin pelajaran itu dipraktekkan dan tertanam dalam sanubari.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ketika sedang berceramah dihadapan hewan-hewan tersebut,&lt;br/&gt;tiba-tiba muncullah seekor singa. Tikus sang filosof kemudian&lt;br/&gt;berkata, "Tuan singa, aku hendak mengatakan sesuatu.&lt;br/&gt;Aku berharap engkau mau memberikan jaminan keamanan&lt;br/&gt;kepadaku."&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sang singa menjawab, "Aku menjamin keamananmu, wahai&lt;br/&gt;tikus yang pemberani."&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Tikus kemudian berkata, "Di hadapan semua hewan-hewan ini,&lt;br/&gt;aku hendak menyatakan bahwa aku mampu membunuhmu jika&lt;br/&gt;engkau memberiku waktu selama sebulan penuh.&lt;br/&gt;Seluruh penghuni hutan ini akan melihat hal itu."&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Mendengar hal itu, sang singa langsung tertawa. Dengan nada&lt;br/&gt;mengejek, dia berkata, "Engkau mau membunuhku?"&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Benar", jawab filosof tikus mantap dan percaya diri.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Aku setuju. Tetapi jika engkau tidak bisa melakukannya,&lt;br/&gt;engkau akan kupancung di depan semua hewan.&lt;br/&gt;Waktunya sebulan mulai dari sekarang."&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Baik, aku setuju."&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sepuluh hari telah berlalu dan singa sama sekali tidak pernah&lt;br/&gt;memikirkan ancaman tikus tersebut. Akan tetapi, beberapa&lt;br/&gt;hari kemudian, terbersit dalam hatinya, "Apa yang sebenarnya&lt;br/&gt;hendak dilakukan oleh tikus itu? Kenapa ia kelihatan begitu&lt;br/&gt;meyakinkan? Bagaimana kalau ancaman itu benar-benar terjadi?"&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Beberapa saat kemudian ia tertawa jungkir balik sambil&lt;br/&gt;berkata, "Bagaimana mungkin si tikus mampu membunuhku&lt;br/&gt;sedangkan aku punya anak-anak yang akan membelaku?&lt;br/&gt;Walaupun ia mengerahkan seluruh tikus yang ada sekalipun,&lt;br/&gt;tidak mungkin bisa membunuhku."&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Beberapa hari kemudian, bisikan tersebut kembali hadir dalam&lt;br/&gt;benaknya. Untuk kali ini, ia merasakan bahwa bisikan tersebut&lt;br/&gt;terasa lebih kuat dari sebelumnya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Waktu terus berjalan dan batas waktu yang ditentukan hampir&lt;br/&gt;berakhir. Sementara itu, sang tikus tidak datang untuk&lt;br/&gt;mencabut pernyataannya ataupun menyerah. Justru, filosof&lt;br/&gt;tikus malah terus mengumumkan ancamannya ke seluruh&lt;br/&gt;penghuni hutan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Melihat kenyataan tersebut, sang singa terus berpikir,&lt;br/&gt;"Apakah filosof tikus mempunyai senjata yang ampuh atau&lt;br/&gt;telah mengumpulkan kekuatan yang luar biasa, atau membuat&lt;br/&gt;jebakan yang mematikan?"&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Hari demi hari berganti dan pikiran-pikiran tersebut selalu&lt;br/&gt;muncul hingga membuat singa tidak doyan makan dan minum.&lt;br/&gt;Dia selalu memikirkan nasib dan akhir yang begitu mengerikan,&lt;br/&gt;seperti ancaman tikus tersebut.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sebelum hari yang ditentukan tiba, tepatnya pada pagi hari yang&lt;br/&gt;keduapuluh lima , hewan-hewan menemukan singa tersebut&lt;br/&gt;telah mati di dalam kandangnya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dia telah terbunuh oleh perasaan was-was dan ketakutan.&lt;br/&gt;Daging dan lemaknya telah terbakar oleh kesedihan yang ia&lt;br/&gt;rasakan, padahal sang tikus tidak pernah melakukan tipu&lt;br/&gt;muslihat atau merancang persengkongkolan apapun. Ia hanya&lt;br/&gt;mengetahui sebuah rahasia, bahwa menunggu musibah,&lt;br/&gt;memperkirakan bencana dan was-was terhadap sebuah tragedi&lt;br/&gt;adalah senjata ampuh yang bisa membunuh jagoan pemberani&lt;br/&gt;ataupun sang perkasa yang tidak punya rasa takut.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Jangan pernah menyia-nyiakan waktu&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kebanyakan orang tidak pernah menghiraukan hari-hari yang&lt;br/&gt;dijalaninya, karena sibuk untuk masa depan. Cita-cita telah&lt;br/&gt;membuatnya lupa manisnya kehidupan yang sedang dia jalani.&lt;br/&gt;Yang ada hanyalah ketakutan akan masa depan. Mereka selalu&lt;br/&gt;resah dengan hari-hari yang akan datang.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Mereka selalu berpikir bagaimana seandainya kehilangan&lt;br/&gt;pekerjaan? Bagaimana dia akan memberi makan anak-anak?&lt;br/&gt;Apa yang akan dia katakan kepada teman-teman?&lt;br/&gt;Serta bagaimana nasibnya kemudian?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kalau kegelisahan mengenai hal-hal tersebut mampu diatasi,&lt;br/&gt;dia akan memikirkan hal-hal lain. Bagaimana seandainya dia&lt;br/&gt;menderita sakit, buta atau kaki buntung? Bagaimana bentuk&lt;br/&gt;tubuhnya nanti? Bagaimana dia akan menanggung semua itu?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Yang ada di dalam kepala hanyalah musibah dan musibah.&lt;br/&gt;Barangkali, mobil yang dinaiki akan mengalami kecelakaan,&lt;br/&gt;barangkali pesawat yang ditumpangi akan jatuh, barangkali&lt;br/&gt;kapal yang ia naiki akan tenggelam dan barangkali saja&lt;br/&gt;bangunan tempat dia tinggal akan runtuh.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dia pun takut kalau sampai hal-hal yang tidak diinginkan&lt;br/&gt;tersebut terjadi. Orang seperti ini akan menjadi mangsa&lt;br/&gt;empuk serigala buas bernama kegelisahan dan makanan lezat&lt;br/&gt;hantu bernama kesedihan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;sent by haryono99@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-2980650717858968938?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/2980650717858968938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=2980650717858968938&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/2980650717858968938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/2980650717858968938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/09/tikus-pun-berfilsafat.html' title='Tikus pun berfilsafat'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-1249122540607475768</id><published>2010-09-11T09:30:00.001-07:00</published><updated>2010-09-11T09:30:02.629-07:00</updated><title type='text'>Suami isteri dipanggil menjadi TANDA kasih setia Allah</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:gray; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;Oleh &lt;a href='http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811'&gt;&lt;span style='color:#3b5998; text-decoration:underline'&gt;Blasius Full&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; pada 24 Januari 2010 jam 16:38&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:#333333; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;Dalam rangka kursus persiapan perkawinan, Romo Sinten memberikan sebuah topik, "Suami isteri dipanggil menjadi TANDA kasih setia Allah kepada manusia. Kebetulan saja dua calon pasangan yang saling bersahabat berkesempatan mengikuti kursus bersama sama. Kedua calon pasutri itu, Jerawati &amp;amp; Trimbi, Judesanti &amp;amp; Panurata. Mereka semua rata rata berusia 25-30 tahun. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Tepat pukul 9 pagi, Minggu ini, Pastor Sinten membuka pertemuan itu dengan meminta Panurata untuk memanjatkan doa pembukaan. Setelah doa pembukaan, Pastor Sinten mulai pembicaraan topik dengan gaya dialog interaktif. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Teman teman semua, calon pasutri yang berbahagia, selamat pagi! sambut Rm Sinten.&lt;br/&gt;Para peserta kursus pun langsung menyahut, "Pagiiiii...Romo!!" &lt;br/&gt;Romo Sinten melanjutkan perbincangan, "Baik, semangat semua! Saya akan mengawali pertemuan ini dengan sebuah pertanyaan. Siapakah yang paling mengasihimu?" Tanpa jeda, Panurata langsung jawab, "Ini dia, calon isteriku, Judesanti, yang paling mengasihiku!!" Judesanti tersipu-sipu malu mendengar jawaban Panurata. Pastor Sinten pun tidak kalah menanggapi, "Maaf Neng Judes, apa bener dikau mengasihi Panurata?" Dengan tenang dan senyum, "Judesanti menanggapi, "Romo, iya bener, saya mengasihi Panurata!" Romo Sinten manggut manggut, "Baiklah! Saya tanya pada Jerawati sekarang!"&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Tanya Rm Sinten kepada Jerawati, "Apakah Jeng Jerawati mengasihi Trimbil?" Jerawati nyengir, "Ya iyaaaalaah Romo, wong tinggal 3 bulan lagi mau menikah, kok ditanya mengasihi Trimbil?" Balas Romo Sinten, "Neng Jerawati, sabar ya....jangan sewot dulu, saya cuma tanya lho, apakah Neng Jerawati mengasihi Trimbil?" Jerawati menata duduknya, lalu menjawab lagi, "Iya Romo, aku mencintai Trimbil! Swear....!!" Rm Sinten tertawa, "Aduuh...Neng...kok pakai swear segala! Coba ya..aku cuma tanya, apakah engkau mengasihi Trimbil? Aku tidak bertanya, apakah benar engkau mengasihi Trimbil?" Jerawati mulai cemberut, "Iya deh...Romo! Batin Jerawati, "Romo ini...bawel banget sih!!" &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Romo Sinten lalu melanjutkan dialog, "Baik, minimal dua calon pasutri meenjawab, orang yang paling mengasihimu sekarang adalah calon suami atau calon isterimu. Nah pertanyaan berikutnya, sampai kapankah engkau sebagai suami atau isteri akan mengasihi satu sama lain?" Semua serentak menjawab, "Sampai selamanya Romo, sampai maut memisahkan kita!!" Romo Sinten pun makin antusias bertanya lagi, "Lalu apa jaminanmu, kalau engkau mampu mengasihi pasanganmu ?" Panurata mulai angkat tangan, "Romo, menurut saya begini. Jaminannya ya saya sendiri ini, dengan segala kerapuhanku!" Romo Sinten mulai menyanggah, "Untuk apa kerapuhanmu jadi jaminan? Maksudmu, kalau aku begini rapuhnya, ya terima saja, kan sudah memutuskan untuk menikahiku? Apakah kata kata itu justru, sebuah pembelaan diri yang sebenarnya tidak mau berubah?" Trimbil pun ikut menyahut, "Romo, terus terang saya tidak bisa menjamin. Jujur nih Romo, kalau dompet tipis, tinggal kartu ATM yang barusan kebobolan, belum dapat gaji, saya pasti lebih cenderung untuk stress lalu mudah menyalahkan isteri, cemberut dan mudah marah! Bagi saya, cintaku sebenarnya musiman!" &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Pastor Sinten menanggapi Trimbil, "Wah, jawabanmu sangat jujur, Mas! Saya kaget mendengarkan jawabanmu yang realistis, apa adanya! Begitulah, yang terjadi sebenarnya! Teori kita boleh muluk-muluk, bisa mencintai pasangan untuk selamanya, sampai maut memisahkan. Tetapi, harus kita akui, tidak bisa serta merta kita mencintai sesama tanpa mengenal musim." Judesanti menyahut, "Kalau begitu, siapa Romo yang bisa menjamin cinta kita ini hidup selamanya tanpa mengenal musim? Jawab Pastor Sinten, "Neng Judes, pertanyaanmu sangat bagus! Sebelum menjawab pertanyaanmu, saya ingin bercerita untuk kalian semua. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Suatu saat seorang pemuda yang baru mau menikah esok harinya, melihat seorang petani yang sudah setengah tua sedang berjalan di pagi hari sekitar jam 5. Padahal awan sudah gelap, tanda pagi ini mau hujan deras. Dia bertanya, Pak lebih baik pulang saja, daripada ke sawah kehujanan! Petani itu menjawab, "Mas, hujan itu telah jadi cuacaku!" Pemuda itu tidak puas, lalu Tanya lagi, "Pak, kalau kemarau tiba, bagaimana?" Petani itu menyahut, "Hujan saja cuacaku, apalagi kemarau tiba, ya sama saja, itulah cuacaku! Mas, cuaca terang atau hujan sudah menjadi hidupku! Pemuda itu hanya bengong lalu berpikir sebentar, " Iya Pak, ternyata selama ini, saya hidup menurut cuaca, padahal menurut Bapak, cuaca itu adalah hidup Bapak?" Bapak itu hanya tersenyum, "Terima kasih, Nak, sapaan hangatmu pagi ini!"&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Pastor Sinten melanjutkan penjelasan, "Siapa yang mau berpendapat?" Panurata angkat tangan, "Saya Romo! Saya merasa belum bisa jadi petani itu karena ada banyak kekuatiran dalam hidupku, sehingga saya kerap kali terpengaruh oleh cuaca sekitar kami, sampai akhirnya kami malah tidak mencintai, tapi malahan saling menyalahkan!" Tanpa komentar balik dari Romo Sinten, Judesanti ikut menanggapi, "Romo, sikap pemuda itu akuuuu bangeeet!" Romo Sinten menanggapi, "Waah, Neng Judes, terima kasih untuk keterbukaan hatimu!" Panurata tersenyum bangga mendengar pengakuan calon isterinya. Terakhir Jerawati pun tidak kalah menanggapi, "Romo, masak sih kita tidak boleh menghindari hujan, dan menunggu terang? Daripada masuk angin, lebih baik tunggu terang baru berangkat! Menurutku, petani itu kok berjiwa pahlawan? Apakah motivasi petani itu jangan jangan mencari pujian!" Panurata melirik Jerawati, "Ehmm, kumat nih temanku satu, judesnya melebihi calon isteriku!" Jerawati pun terasa, langsung melototin Panurata, "Yee, tersindir yaa..?" &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Romo Sinten pun lalu menengahi perbincangan mereka, "Iya bener, Jeng! Ada kemungkinan memang petani itu mencari pujian, tapi yang penting, cerita itu sekedar mau menceritakan, banyak orang mudah luntur komitmennya karena "cuaca di sekitarnya". Petani itu mengajarkan, bagaimana seorang petani tetap komitmen bangun pagi dan pergi ke sawah, meski hari mau hujan sekalipun. Pertanyaanku sekarang, manakah jaminanmu, kalau engkau mau berkomitmen tanpa peduli pada cuaca apapun juga: mau mengasihi satu sama lain saat suka lalu berganti duka, saat hidup menguntungkan tapi kadang berganti dengan kemalangan? Perbandingnnya begini, kalau kita hutang ke pegadaian, tinggal bawa sertifikat tanah, kalung emas, surat berharga lain, pasti kita bisa dapat uang piutang. Nah kalau "mengasihi selamanya sampai maut memisahkan", siapakah yang jadi jaminan?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Para peserta pun akhirnya menjawab, "Dari kami pasti tidak ada jaminan Romo!" Romo Sinten lalu melanjutkan, "Jadi…?? Siapa yang bisa dijadikan jaminan?" Semua peserta menjawab antusias, "Tuhan, Romo, yang bisa jadi jaminan!!" Romo Sinten malah memajukan bibirnya 2 cm sambil berujar, "Haah, Tuhan, yang menjaminmu? Jadi kalau engkau tidak bisa mencintai pasanganmu, siapa yang disalahkan? Tuhan lagi, begitu?" Jerawati angkat tangan, "Romo saya ingin menanggapi pertanyaan nakal itu. Tuhan tidak boleh disalahkan karena kita tidak mampu mengasihi tanpa mengenal musim apapun!" Romo Sinten melanjutkan, "Jadi, kalau begitu tanggapanmu, sebaiknya gimana?"&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Panurata pun ikut angkat tangan, "Romo, meski Tuhan tidak boleh disalahkan, tapi bukankah kita harus meminta Tuhan untuk menganugerahkan Roh Kasih-Nya, agar kita mampu mengasihi?" Romo Sinten langsung menyahut, "Naaah, sinarieuun…euy….! Panurata jawab dengan cemerlang!" Panurata langsung senyum tersipu sipu, meski Jerawati jadi cemberut, "Uuh…sok - sokan banget sih dia..!" Romo Sinten tidak melihat cemberutnya Jerawati, "Baik, Mas Panu, itulah sebenarnya letak persoalannya! Roh Kasih Tuhan itu sudah dijanjikan akan diberikan kepada kita, namun menunggu keputusan manusia, yang bebas dan tidak terpaksa! Roh itulah yang memampukan kita untuk selalu mengasihi sesama dalam setiap situasi apapun juga. Masalahnya, apakah kita mau meminta Roh Kasih itu datang menjiwai dan memampukan kehendak bebas kita? Roh Kudus itu tidak otomatis dianugerahkan kepada manusia kalau kita tidak meminta-Nya!" Mas Trimbil &amp;amp; Judesanti kaget, "Waaah kok begitu yaa…!!" Mas Trimbil bertanya, "Bagaimana Romo, kok Allah tidak mencurahkan Roh Kudus secara otomatis. Katanya Allah tahu kebutuhan kita, mengapa tidak langsung diberikan?" Romo Sinten lalu menyahut, "Baik Mas Trimbil, dan semua saja, saya akan kutipkan sabda Yesus dalam Injil Lukas, "Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya." (Lukas 11:10-13). Perhatikanlah, "Ia akan memberikan Roh Kudus, kepada mereka yang memintanya". Jadi begitu besar Tuhan menghargai kehendak bebasmu, sehingga ia menunggu permintaan manusia. Apakah engkau tidak akan meminta Roh itu?"&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Romo Sinten melanjutkan penjelasan dengan pertanyaan baru, "Jadi, siapakah yang dapat mengasihi manusia tanpa mengenal musim?" Semua peserta spontan menjawab, "Tuhan, Romo!" Romo Sinten pun langsung menyahut, "Baik, benar jawabanmu! Kalau begitu, siapakah yang akan menjadi tanda kehadiran Tuhan yang mencintai umatnya tanpa mengenal musim? Semua calon pasutri hanya terdiam serius. Spontan Romo Sinten bertanya, "Kenapa kalian diam tidak bergeming?" Judesanti angkat bicara, "Romo, kamilah yang akan menjadi tanda kasih Allah itu bagi suami dan anak-anakku!" Panurata pun menyahut, "Iya, saya mau jadi tanda cinta Tuhan!" Trimbil dan Jerawati pun angkat tangan bersama, "Romo, kami mau jadi tanda itu!" Semua peserta menjawab dengan kesanggupan yang sama. Romo Sinten lalu mengangguk-anggukkan kepala, "Syukur kepada Tuhan, akhirnya teman teman semua mau dipanggil sebagai tanda kehadiran kasih Allah. Bukankah, sakramentalitas perkawinanmu nanti tidak lain terletak dalam kenyataan yang menunjukkan bahwa hidupmu menjadi TANDA kasih Allah! Menjadi TANDA kasih Allah, itu berarti, pertama, mau ambil bagian dalam kisah penciptaan melalui prokreasi, merawat anak dan mendidiknya sampai mereka dewasa. Kedua, kalian tidak saling menghakimi, melainkan mau memberikan kesempatan selalu kepada pasangan dan anak anakmu untuk bangkit dari kelemahannya. Itulah inti mengampuni. Ketiga, kasih Allah itu diwujudkan untuk saling senasib sepenanggungan dalam memanggul penderitaan dan kesulitan hidup bersama sama. " Pastor Sinten lalu bertanya, "Sebagai pertanyaan akhir, siapakah yang paling mengasihi pasanganmu?" &lt;br/&gt;Mendengar pertanyaan itu, Trimbil &amp;amp; Jerawati tersenyum lalu Jerawati pun menanggapi, "Romo, saya akan berusaha untuk menampilkan hidup yang penuh kasih, agar suami dan anak anakku merasakan cinta Tuhan hadir nyata!". Trimbil pun tersenyum, makin yakin dengan calon isterinya ini. Tidak ketinggalan Panurata dan Judesanti. Panurata pun angkat bicara, "Romo, akulah yang paling akan mengasihi isteriku tercinta ini, sekalipun judes, tapi dia jauh lebih ramah!" Mendengar ungkapan itu Jerawati langsung bereaksi, "Ehem ehem….!!" Trimbil pun menyikut tangan Jerawati, "Kok sewot sih…??" &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kursus Perkawinan berakhir jam 13. Romo Sinten pun menutup topik "Panggilan suami isteri menjadi tanda kasih Allah" dengan mengungkapkan beberapa kata kunci, " Peran kalian menjadi TANDA kasih Allah akan menjadi kenyataan, kalau kalian saling menciptakan jarak, "space" atau "ruang" agar pasanganmu bisa mengambil keputusan sendiri! "The last but not the least ", selalulah meminta Roh Kasih Allah untuk tinggal dalam jiwa dan ragamu, agar kalian semua sungguh mampu setia mengasihi. Setia itu sikap dasar orang yang mengasihi tanpa mengenal musim. Itulah cinta Tuhan yang tak mengenal musim. Jadikanlah diri kalian selalu menjadi TANDA kasih setia Alah itu!" &lt;br/&gt;Setelah kata terakhir, giliran Jerawati menutup pertemuan dengan doa penutup. Mereka berempat lalu jalan pulang bersama, sambil masih bercanda satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-1249122540607475768?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/1249122540607475768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=1249122540607475768&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/1249122540607475768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/1249122540607475768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/09/suami-isteri-dipanggil-menjadi-tanda.html' title='Suami isteri dipanggil menjadi TANDA kasih setia Allah'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-3015892722556726951</id><published>2010-09-11T09:26:00.001-07:00</published><updated>2010-09-11T09:26:52.271-07:00</updated><title type='text'>Kalau engkau mau, kunjungilah dunia musuhmu!</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:#00b0f0; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;&lt;strong&gt;oleh &lt;a href='http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811'&gt;&lt;span style='text-decoration:underline'&gt;Blasius Full&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; pada 25 Januari 2010 jam 10:58&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:#00b0f0; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;&lt;strong&gt;Sahabatku, &lt;br/&gt;selamat jumpa di hari esok Selasa 26 Jan 2010! Saat engkau membaca tulisanku, engkau menemukan duniaku. Saat engkau berkomentar status dan noteku, aku pun bertemu dengan duniamu. Bahkan hanya sekedar acung jempol atau membalikkan jempol, kita bertemu "dalam dunia". Duniaku dan duniamu itu bukanlah milik kita yang sesungguhnya, karena kita tidak berkuasa atas dunia kita sendiri. Justru karena tidak berkuasa, baiklah kita saling menengok, kalau boleh, aku ingin tinggal dalam duniamu sebentar, juga kalau engkau menjengkelkan. Aku mau duduk bersamamu, agar merasakan duniamu memang lain. Saat engkau mau duduk bersama dalam dunia orang yang menjengkelkan sekalipun, saat itulah duniamu dikenal oleh musuhmu. Ia mulai mengenal "ada hidup baru" yang selama ini tidak pernah dirasakan. Dia akan merasa ada harapan baru, meski menjengkelkan temannya, masih ada kesempatan untuk membuat hidup makin berarti.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Semoga di hari Selasa esok, ada banyak dunia yang engkau kunjungi, juga kalau dunia itu membuatmu tidak nyaman dan tidak merasa damai. Jadilah pembawa damai bagi dunia musuhmu!&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Warm regards&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-3015892722556726951?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/3015892722556726951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=3015892722556726951&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/3015892722556726951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/3015892722556726951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/09/kalau-engkau-mau-kunjungilah-dunia.html' title='Kalau engkau mau, kunjungilah dunia musuhmu!'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-3304116702991710548</id><published>2010-09-11T09:25:00.001-07:00</published><updated>2010-09-11T09:25:36.664-07:00</updated><title type='text'>Nice to see you later on Thursday, 28th, January 2010</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:gray; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;oleh &lt;a href='http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811'&gt;&lt;span style='color:#3b5998; text-decoration:underline'&gt;Blasius Full&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; pada 25 Januari 2010 jam 11:33&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:#333333; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;Sahabatku, &lt;br/&gt;Nice to see you later, on Thursday, 28t January 2010&lt;br/&gt;Saat engkau membaca status, membaca note siapapun yang engkau kenal di Facebook, engkau tidak hanya menemukan seonggok huruf tersusun rapi menjadi kata, kalimat, paragraf dan sebuah artikel. Engkau menemukan "mutiara" nilai, ada rasa gembira karena ada email yang dinanti, ada rasa rindu untuk menantikan bergantinya status, ada rasa ingin tahu, kapankah foto profile itu berganti lagi! Di sisi lain, mungkin engkau juga kuatir, dan takut akan penilaian orang yang sudah memberi komentar padamu! Ada kegelisahan karena ada orang yang menyerang pribadi kita, mengkritik kita habis habisan.&lt;br/&gt;Semua perasaan itu bisa jadi akan bermunculan. Namun semua itu hanyalah "cuaca hidup" yang bisa terjadi, bisa tidak. Hidup kita tidak tergantung pada cuaca. Tapi hiduplah dalam "cuaca" itu, kita akan menemukan "keringkihan, namun juga keberanian; ada kekecewaan namun ada kelegaan; ada keputusasaan, namun ada pengharapan". Bagaimanakah mungkin semua itu terjadi, hidup berdampingan dengan segala cuaca yang ada!" Emas itu ditemukan dalam campuran dengan tanah yang lain, barulah kemudian disaring tanah itu, barulah ditemukan butiran emas. Butiran emas kehidupan pun selalu ada, namun kita mesti bertekun untuk membuat "screening" agar melihat emas itu yang bersinar. Emas itu "percikan-percikan" cinta Allah yang selalu menyinari hidupmu. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Warm regards&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-3304116702991710548?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/3304116702991710548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=3304116702991710548&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/3304116702991710548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/3304116702991710548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/09/nice-to-see-you-later-on-thursday-28th.html' title='Nice to see you later on Thursday, 28th, January 2010'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-8543638608329911947</id><published>2010-09-11T09:22:00.001-07:00</published><updated>2010-09-11T09:22:39.681-07:00</updated><title type='text'>Kesepian itu menciptakan "ruang" untuk kehangatan</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:gray; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;oleh &lt;a href='http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811'&gt;&lt;span style='color:#3b5998; text-decoration:underline'&gt;Blasius Full&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; pada 29 Januari 2010 jam 9:08&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:red; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;&lt;strong&gt;Saudaraku, &lt;br/&gt;Saat engkau kesepian karena banyak teman yang tidak menyapamu, bahkan meninggalkanmu di saat engkau membutuhkan kehadiran seorang sahabat, itulah saatnya engkau mengubah kesepian menjadi kehangatan. Kehangatan yang sejati bukan berasal dari orang lain yang menemanimu, bukan pula dari orang yang begitu memahami persoalanmu. Kehangatan sejati itu berasal dari Allah yang pertama kali telah merengkuhmu saat engkau mengalami kesepian. Kesepianmu bukanlah akhir segala-galanya, dan bukanlah kenyataan hidup satu-satunya yang terjadi pada dirimu. Hidupmu bukanlah kesepian. Kesepian itu hanya salah satu duri,yang membuatmu berpikir, merenung, namun juga memberi kesempatan dirimu terluka. "Pengalaman terluka" itu dibutuhkan agar engkau tumbuh berbuahkan kasih. Tanah yang subur bukanlah tanah yang kuat, bagaikan batu, tapi tanah yang rentan, mudah diambil dan digenggam, mudah dicangkul, dicampur dengan pupuk, dan mudah menyerap air. &lt;br/&gt;Kesepianmu saat ini ibarat tanah subur yang siap dicangkul dan disiram air segar. Kesepian itu membuat hidupmu terluka, namun "luka" itu tidak lain sebuah "ruang", meski sempit sekali, tapi ruang itu dapat engkau persembahkan kepada Allah. "Allah, aku punya "ruang" untuk-Mu, agar engkau tinggal. Kesepianku telah engkau biarkan hadir, agar terciptalah "ruang bagi-Mu" di dalam hati ini. Tinggallah dalam "ruang hatiku", agar aku mengalami kehangatan kasih-Mu. Engkau yang hangat, selalu menyapaku setiap hari."&lt;br/&gt;Semoga kita mau belajar mengubah kesepian menjadi kehangatan dengan lsaling mendahului untuk menyapa sahabat-sahabat, saudara serumah, pasangan hidup, dan anak anak!&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-8543638608329911947?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/8543638608329911947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=8543638608329911947&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/8543638608329911947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/8543638608329911947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/09/kesepian-itu-menciptakan-untuk.html' title='Kesepian itu menciptakan &amp;quot;ruang&amp;quot; untuk kehangatan'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-6486484750419024844</id><published>2010-09-11T09:15:00.001-07:00</published><updated>2010-09-11T09:15:27.066-07:00</updated><title type='text'>Warung Mie Ayam “Geulis”</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style='color:gray'&gt;&lt;span style='font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;oleh &lt;a href='http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811'&gt;&lt;span style='color:#3b5998; text-decoration:underline'&gt;Blasius Full&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; pada 06 Februari 2010 jam 10:47&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:#333333; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;Hari ini, Sabtu, Panurata tidak ke kantor CU Cikal Bakal, tapi menyempatkan diri jalan jalan pagi sendirian. Sementara Judesanti isterinya ada di rumah. Panurata berjalan ke arah alun-alun kecamatan Gemah Ripah. Di seberang jalan alun-alun, ada penjual mie ayam yang rasanya "yahuuut"! Lalu mampirlah Panurata di warung mie ayam, namanya "Geulis" itu. "Bu, langsung 2 mangkok, es jeruk tanpa es satu ya!" Penjual mie ayam itu, Ibu Geulis, langsung menyahut, "Mang, kok es jeruk tanpa es, kumaha atuh? E jeruk gitu?" Panu tertawa, "Iyaaa maaf, Bu, soalnya kebiasaan nih, ngeledek teman!"&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Tiba tiba ada suara wanita yang menyahut juga, "Uuuh, dasar Panu, rasain kalau suka usil! Pesen minum tuh yang bener!" kata wanita itu. Panurata membatin, "Kok kayak suara Jerawati!" Panurata menoleh ke sebelah kanan gerobak mie ayam, "Oaaaalah, ternyata dikau, Jerawati! Yeee, kok juthek banget sih!" Sahut Jerawati, "Biarin, emang kalau aku nggak juthek, terus penting buatmu apa?" Balas Panurata, "Aduuuh, marah euy? Dirimu tetap penting buatku, meski juthek begitu!" Jawab Jerawati, "Dengarkan ya, tidak ada sekarang ini jamannya ngeleees! Adanya sekarang itu jaman juthek…!" Sahut Panu, "Iyee, kenapa sih, kok sewot banget, mau makan mie ayam sekalian, atau pesen mie nih?" Balas Jerawati, "Mau makan, atau pesen, kan bukan urusanmu, want to know banget sih?" Panurata masih bisa tersenyum, "Ampyuuun, Jeng! Kalau begitu, aku yang traktir ya!" Jerawati mulai turun otot jidatnya, "Iyee, thanks sobat!"&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Panurata lalu mengajak Jerawati duduk, "Jeng, duduk sebentar, ya, 5-10 menit, temani aku makan mie nih!" Jerawati tidak menjawab, tapi langsung duduk, dan bertanya, "Kenapa minta ditemenin, kangen ya?" Panurata langsung "jaim", "Yeee, nggaklah, emang penting kalau aku kangen?" Balas Jerawati, "Yee, GR amat, aku kan cuma tanya, kangen ya? Kalau dikau kangen dengan diriku, emang aku harus juga kangen denganmu? Tak usaaaah, sorry…! Nggak level tauuuu!!" Panurata bengong, "Haaah, terus ngapain dirimu tanya, kangen segala?" Jawab Jerawati, "Emang dilarang hukum apa, kalau aku hanya sekedar bertanya? Coba dengarkan lagunya BCL Tentang Kamu, emang pertanyaan itu harus dijawab?" Balas Panurata, "Tentang Kamu? Lagunya BCL, Bunga Citra Lestari?" Sahut Jerawati, "Nah, tahu kan?" Coba deh, dengarkan ringtoneku!" &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Panu tergoda untuk menanggapi Jerawati, "Jeng berapa no hpmu?" Jawab Jerawati, "satu dualima, dua limapuluh, tiga tujuh lima". Panurata kaget, "He, itu nomer cantik apa?" Jawab Jerawati, "Iye cantik kan, secantik yang punya hp!" Panurata ngakak, "Uuuh,…dasar narcissss…!! Bener nggak nih nomermu?" Jerawati dengan mantap menyahut, "Ya bener dong! Coba miscall aku dengan teriak saja, "satu dualima, dualimapuluh, tiga tujuh lima!" Dan teriaklah Panurata, "Satudualima, dualimapuluh, tigatujuhlima" Lalu terdengarlah lagu BCL, "Bagaimana bila akhirnya ku cinta kau. Dari kekuranganmu hingga lebihmu. Bagaimana bila semua benar terjadi. Mungkin inilah yang terindah." Panurata terkejut, "Haaah…tadi kamu yang nyanyi?" Jerawati cuma nyengir, "Bagus kan, suaraku? Aku rekam suaraku dengan MP4. Jadi tinggal klik, langsung deh HPku bunyi. He he he" Panurata hanya tertawa, "Ehm gitu ya caranya pamer suara?" Jawab Jerawati, "Iya…tapi ingat aku cuma bertanya, tidak butuh jawabanmu. Okey?" Balas Panurata, "Yee, GR banget sih, nggak usah merasa deh, kalau aku mau menjawab pertanyaanmu! Mau bertanya begitu saja, pinjam pertanyaannya BCL! Nggak intelek gitu!" &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Jerawati tidak mau kalah! "Yee, biarin, aku cuma bertanya, dan pertanyaan itu tidak selalu harus dijawab." Panurata balik bertanya, "Lalu siapa yang jawab pertanyaan BCL itu?" Sahut Jerawati, "Yah, tanya lagi, dirimu sudah menjawab pertanyaan BCL atas nama Judesanti kan? Pertanyaanku juga sudah dijawab Trimbil!" Panurata lalu kelihatan kalah, "Iya deeeh…yang sudah bahagia bersama Kakanda Trimbil!!" Sahut Jerawati, "Untung banget deh, aku nggak jadian dengan dirimu. Kalau jadi, yaa..bisa tiap hari cuma sarapan mie ayam terus!" Panurata protes, "Haah, aku jauh lebih untung tau, kalau aku jadian dengan dirimu, aduuuh…hujan local terus tiap hari. Sia sia memberi makan buatmu, tidak jadi daging tapi malah energimu habis untuk judes terus. Meski isteriku namanya Judesanti, tapi dia lebih lemah lembut daripada dirimu!" Jerawati kelihatan mukanya merah, "Uuuh…dasar Panu, kapan sih panumu nggak rata!?" &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Mendengar percakapan mereka berdua, Ibu Geulis tidak tahan untuk nimbrung, "Aduuh, kalian ini sudah berkeluarga kok kayak ABG saja sih! Kalian berdua dulu teman sekelas?" Sahut Jerawati, "Iya Bu, Panurata ini teman sekelasku, tapi usil banget, suka ngumpetin sepatuku, dibawa pulang!" Bu Geulis lalu ingat, "Oh ini Panurata, anaknya Pak Jidat dari kampung Loh Jinawi, bukan? Aduuh, sekarang kumisnya tebal banget?Dulu mah bersih, tanpa kumis!" Jawab Panurata, "Iya bener, Bu! Wah Ibu jadi tahu dong masa kecilku?" Sahut Bu Geulis, "Iya, aku berarti tahu, dulu kamu usil banget, Bapak Ibumu sering cerita. Sekarang kumis tebal begini, kasep pisan euy!!" Panurata tersenyum bangga. Jerawati pun tak tahan untuk iseng, "Wakakakak, GR pisan euy, dibilang kasep pisan. Padahal aku kan paling tidak suka pria berkumis, Bu!" Jawab Bu Geulis, "Iya masing masing pria &amp;amp; wanita itu punya kelebihannya tidak boleh saling membenci. Neng, jangan membenci kumis ya!" Panurata pun merasa dibela, "Iya tuh dengerin nasihat orang tua! Jangan membenci kumis! Kumis itu nggak bersalah, kan Bu!&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Bu Geulis lalu mengalihkan pembicaraan, "Iya sudah, sekarang Ibu pingin dengar cerita, tentang kamu Neng. Panurata langsung komentar, " Bu, Jerawati tuh ampyuuun banget lho! Masakan cewek usil banget, Bu! Suka pasang permen karet itu di bangku, kalau di buku catatanku! Padahal kan permen karet sudah dimakan, dikunyah-kunyah, basah air liurnya lagi!" Ibu Geulis tertawa, "Waaah..ternyata seneng ya jadi anak anak nakal! Boleh dulu nakal, tapi sekarang boleh nakal juga, asalkan jangan marah kalau diledek &amp;amp; diusilin. Sahabat itu sampai kapanpun tetap sahabat, kok!" Jawab Jerawati, "Iya Ibu...besok aku ke sini lagi ya Bu, dapat discount kan?" Panurata juga ikutan, "Iya Bu, aku besok siang ya ke sini lagi, gratis kan Bu?" Jerawati sewot, "Yeee, CU-MI, beli dong!!" Panuta tidak terima, "Kamu sendiri saja beli mie ayam minta discount, kan payah banget! Mendingan aku, nggak malu malu, minta gratisan!" Bu Geulis menyahut, "Iya sudah, buat kalian berdua gratis, tapi sebulan sekali ya!" Panurata &amp;amp; Jerawati serentak protes, "Yaaah, Ibu!" &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Jerawati lalu berdiri, "Iya deh Bu, nggak akan minta discount he he he!" Panurata menimpali, "Iya Bu, besok aku akan bayar dua kali lipat ya!" Mereka berdua lalu pamitan. Jawab Bu Geulis, "Iya, makasih banyak ya, jangan kapok ke sini, dan jangan kapok bayar ya!" Jerawati dan Panurata tertawa, "Waah,Ibu bisa aja!!" Panurata pun pamit pada Jerawati, " Thanks ya…sudah menemaniku makan pagi!" Sahut Jerawati, "Iyee, thanks, besok kirim mie ayam ke rumahku ya!" Jawab Panurata, "Inggih, Ndara Putri!" Mereka berdua lalu pergi ke arah berlawanan, pulang ke rumah masing masing untuk malam minggu sendiri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-6486484750419024844?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/6486484750419024844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=6486484750419024844&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/6486484750419024844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/6486484750419024844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/09/warung-mie-ayam-geulis_11.html' title='Warung Mie Ayam “Geulis”'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-164867294391567849</id><published>2010-09-11T09:09:00.001-07:00</published><updated>2010-09-11T09:12:37.434-07:00</updated><title type='text'>Mawar yang ingin menjadi Bakung</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:gray; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;oleh &lt;a href='http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811'&gt;&lt;span style='color:#3b5998; text-decoration:underline'&gt;Blasius Full&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; pada 30 Januari 2010 jam 8:51&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:#333333; font-family:Tahoma; font-size:8pt'&gt;Suatu saat, siang hari, Mawar mencurahkan hatinya kepada Bakung di sebuah kebun yang indah dan segar karena dikelilingi pohon mangga yang besar dan rindang, pohon durian yang sedang lebat buahnya, juga pohon rambutan yang lagi mulai berbunga. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Mawar bertanya pada Bakung, "Bakung, kenapa kamu hanya berbunga sebulan sekali, tapi harum mewangi kelopakmu, tanpa duri lagi! Kamu cantik dan banyak orang mengagumimu, seluruh dirimu, kelopak, tangkai dan daunmu." Bakung menatap Mawar, katanya, "Mawar, temanku, kenapa engkau bertanya begitu? Apakah engkau ingin menjadi diriku?" Sahut Mawar, "Iya Bakung, aku pingin jadi dirimu saja. Banyak orang mengagumi, karena dikau tidak pilih kasih untuk memberikan aroma wangimu kepada siapapun. Sementara aku ini hanya disenangi orang karena kelopakku dan harum diriku, tapi duri-duriku, siapa yang mau?" Balas Bakung, "Ehmm begitu, tapi aku memberikan harumku pada siapapun, bukan karena diriku, tapi karena Tuhan yang telah menciptakan aku. Aku diberinya tugas hanya berbunga dan membagikan aromaku pada siapapun. Aku sendiri tidak bisa menghentikan aromaku bila ada orang jahat yang mencium kelopakku."Jawab Mawar, "Iyaa Bakung, aku pun begitu, tapi satu ganjalan yang belum engkau katakan, kenapa tangkaiku harus berduri? Kenapa Tuhan memberikan duri itu, sehingga banyak orang menjauhi aku?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dengan tatapan penuh keramahan, Bakung menenangkan hati Mawar, "Sobatku, jangan terlalu berpikir negatif pada Tuhan, ya! Tuhan menciptakan duri pada tangkaimu bukan untuk membuatmu terasing dan disingkirkan oleh manusia! Justru duri-duri di tangkaimu itu menjadi simbol kehidupan ini, yang tidak selalu mulus, tetapi ada duri-duri kerapuhan, duri masalah, dan sebagainya. Aku pun rapuh, coba saja pegang daunku yang mudah patah, dan roboh kalau kena angin. Kelopakku juga tidak bertahan lama, kena hujan deras, aku sudah tidak tahan untuk tetap tegar. Aku sadar, diriku pun rapuh. Kelopak, daunku juga simbol bagi manusia yang mudah rapuh."&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Mendengar kata kata Bakung, Mawar menjadi tenang. "Bakung, terima kasih banyak, engkau memberikan banyak peneguhan untukku. Aku tetap mau jadi simbol hidup manusia. Yang terindah dalam diriku, kelopakku, selalu ada bersama dengan duriku. Begitu juga hidup manusia, selalu ada duri." Sahut Bakung, "Iya Mawar, begitulah hidup manusia! Tuhan menciptakan kita untuk hidup bersama dengan manusia, agar mereka pun sadar, tidak bisa tidak manusia hidup bersama dengan kerapuhannya. Bukankah di balik keindahan kelopakku, ada daunku yang mudah patah dan sobek bila terkena angin kencang dan hujan deras." Kata Mawar, "Iya benar, kelopakmu indah justru berkembang karena daun-daunmu yang rapuh itu sudah bertunas dan menua." Sahut Bakung, "Begitu juga dirimu, keindahan dan keharuman kelopakmu tidak pernah lepas dari tangkaimu yang berduri!" Mawar pun tersenyum lega, "Jadi, aku tidak perlu, kan, berganti menjadi dirimu, Bakung?" Kata Bakung, "Iyaa, tidak perlu! Kita tidak usah saling berganti peran, biarlah engkau menjadi Mawar Berduri, dan aku jadi Bakung yang mudah sobek daunnya!.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Setelah mereka mengatakan itu, Mawar pamitan, "Bakung, terima kasih banyak ya...peneguhanmu! Aku pamit dulu, matahari sudah terbenam. Besok kita ketemu lagi ya!" Bakung mengangguk, "Iya Mawar, terima kasih juga keterbukaanmu! Menjelang fajar merekah, aku akan menyapamu lebih dulu ya!" Mawar dan Bakung lalu beristirahat menantikan Sang Mentari terbit di ufuk Timur.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-164867294391567849?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/164867294391567849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=164867294391567849&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/164867294391567849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/164867294391567849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/09/warung-mie-ayam-geulis.html' title='Mawar yang ingin menjadi Bakung'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-4315803157638592179</id><published>2010-09-08T10:37:00.000-07:00</published><updated>2010-09-08T10:37:25.997-07:00</updated><title type='text'>Kalajengking</title><content type='html'>&lt;div class="uiHeader uiHeaderBottomBorder mbm" style="border-bottom-color: rgb(170, 170, 170); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0.5em;"&gt;&lt;div class="clearfix uiHeaderTop" style="display: block; zoom: 1;"&gt;&lt;div&gt;&lt;h2 class="uiHeaderTitle" style="color: #1c2a47; font-size: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey; font-size: 11px; font-weight: normal;"&gt;oleh&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;Blasius Full&lt;/a&gt;&amp;nbsp;pada 12 April 2010 jam 22:02&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clearfix" style="display: block; zoom: 1;"&gt;&lt;div class="uiHeaderSubActions rfloat" style="float: right;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix" style="color: #333333; display: block; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 20px; padding-right: 100px; word-wrap: break-word; zoom: 1;"&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada seorang India yang melihat seekor kalajengking mengambang berputar-putar di air. Ia memutuskan untuk menolong kalajengking itu keluar dengan mengulurkan jarinya, tetapi kalajengking itu menyengatnya. Orang itu masih tetap berusaha mengeluarkan kalajengking itu keluar dari air, tetapi binatang itu lagi-lagi menyengat dia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang pejalan kaki yang melihat kejadian itu mendekat dan melarang orang India itu menyelamatkan kalajengking yang terus saja menyengat orang yang mencoba menyelamatkannya. Tetapi orang India itu berkata, "Secara alamiah kalajengking itu menyengat. Secara alamiah saya ini mengasihi. Mengapa saya harus melepaskan naluri alamiah saya untuk mengasihi gara-gara kalajengking itu secara alamiah menyengat saya?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jangan berhenti mengasihi,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jangan menghentikan kebaikan anda, Bahkan meskipun ketika orang-orang lain menyengat anda.&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_left" style="clear: left; float: left; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; padding-right: 10px; padding-top: 2px; width: 180px;"&gt;&lt;div class="photo_img" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=3655304&amp;amp;fbid=380694574811&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=381925184403&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=381925184403&amp;amp;id=552439811" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs496.ash1/27107_380694574811_552439811_3655304_1985584_a.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #333333; font-size: 9px; line-height: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px; text-align: left;"&gt;http://i110.photobucket.com/albums/n87/Supaida/Scorpions/DeathStalker.jpg&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:&lt;a href="http://forumkristen.com/komunitas/index.php?topic=8730.5%3Bwap2" rel="nofollow" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;" target="_blank"&gt;http://forumkristen.com/komunitas/index.php?topic=8730.5%3Bwap2&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-4315803157638592179?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/4315803157638592179/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=4315803157638592179&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/4315803157638592179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/4315803157638592179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/09/kalajengking.html' title='Kalajengking'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-4790534411351401628</id><published>2010-09-08T10:35:00.000-07:00</published><updated>2010-09-08T10:35:10.260-07:00</updated><title type='text'>Anak Katak takut dengan tanda hujan</title><content type='html'>&lt;div class="uiHeader uiHeaderBottomBorder mbm" style="border-bottom-color: rgb(170, 170, 170); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0.5em;"&gt;&lt;div class="clearfix" style="display: block; zoom: 1;"&gt;&lt;div class="mbs uiHeaderSubTitle lfloat fsm fwn fcg" style="color: grey; float: left; font-size: 11px; font-weight: normal; margin-bottom: 5px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mbs uiHeaderSubTitle lfloat fsm fwn fcg" style="color: grey; float: left; font-size: 11px; font-weight: normal; margin-bottom: 5px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mbs uiHeaderSubTitle lfloat fsm fwn fcg" style="color: grey; float: left; font-size: 11px; font-weight: normal; margin-bottom: 5px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mbs uiHeaderSubTitle lfloat fsm fwn fcg" style="color: grey; float: left; font-size: 11px; font-weight: normal; margin-bottom: 5px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mbs uiHeaderSubTitle lfloat fsm fwn fcg" style="color: grey; float: left; font-size: 11px; font-weight: normal; margin-bottom: 5px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mbs uiHeaderSubTitle lfloat fsm fwn fcg" style="color: grey; float: left; font-size: 11px; font-weight: normal; margin-bottom: 5px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mbs uiHeaderSubTitle lfloat fsm fwn fcg" style="color: grey; float: left; font-size: 11px; font-weight: normal; margin-bottom: 5px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mbs uiHeaderSubTitle lfloat fsm fwn fcg" style="color: grey; float: left; font-size: 11px; font-weight: normal; margin-bottom: 5px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mbs uiHeaderSubTitle lfloat fsm fwn fcg" style="color: grey; float: left; font-size: 11px; font-weight: normal; margin-bottom: 5px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mbs uiHeaderSubTitle lfloat fsm fwn fcg" style="color: grey; float: left; font-size: 11px; font-weight: normal; margin-bottom: 5px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="uiHeaderSubActions rfloat" style="float: right;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix" style="color: #333333; display: block; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 20px; padding-right: 100px; word-wrap: break-word; zoom: 1;"&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey; line-height: normal;"&gt;oleh&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;Blasius Full&lt;/a&gt;&amp;nbsp;pada 13 April 2010 jam 7:34&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey; line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada kegundahan tersendiri yang dirasakan seekor anak katak ketika langit tiba-tiba gelap. “Bu, apa kita akan binasa. Kenapa langit tiba-tiba gelap?” ucap anak katak sambil merangkul erat lengan induknya. Sang ibu menyambut rangkulan itu dengan belaian lembut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Anakku,” ucap sang induk kemudian. “Itu bukan pertanda kebinasaan kita. Justru, itu tanda baik.” jelas induk katak sambil terus membelai. Dan anak katak itu pun mulai tenang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama. Tiba-tiba angin bertiup kencang. Daun dan tangkai kering yang berserakan mulai berterbangan. Pepohonan meliuk-liuk dipermainkan angin. Lagi-lagi, suatu pemandangan menakutkan buat si katak kecil. “Ibu, itu apa lagi? Apa itu yang kita tunggu-tunggu?” tanya si anak katak sambil bersembunyi di balik tubuh induknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Anakku. Itu cuma angin,” ucap sang induk tak terpengaruh keadaan. “Itu juga pertanda kalau yang kita tunggu pasti datang!” tambahnya begitu menenangkan. Dan anak katak itu pun mulai tenang. Ia mulai menikmati tiupan angin kencang yang tampak menakutkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Blarrr!!!” suara petir menyambar-nyambar. Kilatan cahaya putih pun kian menjadikan suasana begitu menakutkan. Kali ini, si anak katak tak lagi bisa bilang apa-apa. Ia bukan saja merangkul dan sembunyi di balik tubuh induknya. Tapi juga gemetar. “Buuu, aku sangat takut. Takut sekali!” ucapnya sambil terus memejamkan mata.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sabar, anakku!” ucapnya sambil terus membelai. “Itu cuma petir. Itu tanda ketiga kalau yang kita tunggu tak lama lagi datang! Keluarlah. Pandangi tanda-tanda yang tampak menakutkan itu. Bersyukurlah, karena hujan tak lama lagi datang,” ungkap sang induk katak begitu tenang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anak katak itu mulai keluar dari balik tubuh induknya. Ia mencoba mendongak, memandangi langit yang hitam, angin yang meliuk-liukkan dahan, dan sambaran petir yang begitu menyilaukan. Tiba-tiba, ia berteriak kencang, “Ibu, hujan datang. Hujan datang! Horeeee!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;**&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anugerah hidup kadang tampil melalui rute yang tidak diinginkan. Ia tidak datang diiringi dengan tiupan seruling merdu. Tidak diantar oleh dayang-dayang nan rupawan. Tidak disegarkan dengan wewangian harum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat itulah, tidak sedikit manusia yang akhirnya dipermainkan keadaan. Persis seperti anak katak yang takut cuma karena langit hitam, angin yang bertiup kencang, dan kilatan petir yang menyilaukan. Padahal, itulah sebenarnya tanda-tanda hujan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Benar apa yang diucapkan induk katak: jangan takut melangkah, jangan sembunyi dari kenyataan, sabar dan hadapi. Karena hujan yang ditunggu, insya Allah, akan datang. Bersama kesukaran ada kemudahan. Sekali lagi, bersama kesukaran ada kemudahan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sumber : Kaskus&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.yauhui.net/kisah-si-anak-katak-yang-takut-dengan-pertanda-hujan/" rel="nofollow" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;" target="_blank"&gt;http://www.yauhui.net/kisah-si-anak-katak-yang-takut-dengan-pertanda-hujan/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_left" style="clear: left; float: left; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; padding-right: 10px; padding-top: 2px; width: 180px;"&gt;&lt;div class="photo_img" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=3659040&amp;amp;fbid=380856389811&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=382079299403&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=382079299403&amp;amp;id=552439811" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs496.ash1/27107_380856389811_552439811_3659040_1522984_a.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #333333; font-size: 9px; line-height: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px; text-align: justify;"&gt;http://i427.photobucket.com/albums/pp359/yauhui/theoxandthefrog.gif&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-4790534411351401628?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/4790534411351401628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=4790534411351401628&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/4790534411351401628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/4790534411351401628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/09/anak-katak-takut-dengan-tanda-hujan.html' title='Anak Katak takut dengan tanda hujan'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-8238365251220887996</id><published>2010-09-08T10:32:00.001-07:00</published><updated>2010-09-08T10:32:31.165-07:00</updated><title type='text'>Hidup itu Mengenangkan</title><content type='html'>&lt;div class="uiHeader uiHeaderBottomBorder mbm" style="border-bottom-color: rgb(170, 170, 170); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0.5em;"&gt;&lt;div class="clearfix uiHeaderTop" style="display: block; zoom: 1;"&gt;&lt;div&gt;&lt;h2 class="uiHeaderTitle" style="color: #1c2a47; font-size: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey; font-size: 11px; font-weight: normal;"&gt;oleh&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;Blasius Full&lt;/a&gt;&amp;nbsp;pada 19 April 2010 jam 17:36&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix" style="color: #333333; display: block; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 20px; padding-right: 100px; word-wrap: break-word; zoom: 1;"&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sahabat-sahabatku,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Hidup itu intinya mengenangkan". Mengenangkan (anamnesis) sebenarnya tidak sekedar bernostalgia dan melamun akan peristiwa yang indah saja, melainkan lebih dari itu, mengenangkan itu tidak lain sebuah jerih payah untuk menjadi "TANDA" agar KENANGAN INDAH itupun menjadi KENYATAAN sekarang ini dalam SUASANA, WAJAH, &amp;amp; PELAKU yang baru. Namun intinya sama sepanjang hidup, yakni "CINTA &amp;amp; KASIH".&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Cinta dan kasih' siapakah yang dikenangkan? Tidak lain dan bukan adalah Cinta dan Kasih Tuhan. Begitu muluk-muluk kah kenangan terindah itu? Bisa jadi orang merasa muluk-muluk! Tapi persis itulah sebuah kenyataan yang kontradiktif, kerap kali kita kurang mengakui kebenaran bahwa KITA DICINTAI TUHAN TANPA SYARAT! Kebenaran itu sulit diakui oleh manusia, dan bahkan ditertawakan, "Benarkah Tuhan mencintai kita tanpa syarat?"&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesulitan kita mengakui kebenaran itu tumbuh subur dalam keyakinan kita karena kita terbiasa dihargai orang lain kalau kita sukses dalam studi, sudah lulus S-1 Inggris, S-2 Psikologi, lulus S-3 Kimia, sudah jadi dokter, jadi Finance Manager, jadi pastor dan seterusnya. Namun bagaimanakah penghargaan kita terhadap orang cacat, orang miskin, orang pengangguran, orang buta huruf, tidak berprestasi di masyarakat maupun lembaga formal. Lihatlah saja kalau hari hari besar, kebanyakan orang mudik akan saling bercerita dan bertanya, "Wah gimana anak-anakmu sekarang, suamimu dan isterimu?" Jawabannya pasti saling "berlomba" untuk menunjukkan "prestasi". "Anakku sekarang sudah jadi Direktur Bank Swasta ! Anakku sekarang punya pacar orang terkenal, lho!! Anakku sudah lulus S-2 Psikologi dengan nilai cum laude; calon menantuku nihng perempuan, ya orang Sunda, tapi aduuh pinter pisan ngatur keuangan, sampai dipercaya bossnya jadi pemegang kas perusahaan pipa! Ehm kalau calon menantuku yang pria nih, lulusan S-2 jurusan pertambangan, pulangnya suka 1 bulan sekali! " Wah seru pokoknya, mereka saling berebut cerita dan merasa harga diri orang tua merasa terangkat (Entah terangkat berapa meter?)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, di antara mereka juga ada orang yang "diam" tidak ikut "bersaing dan berlomba menceritakan prestasi anak-anaknya? Mengapa? Ternyata anak-anak mereka kurang berhasil,bahkan ada yang cacat ganda, ada yang gagal ujian, ada yang bandhel, ada juga yang jadi preman kampung sampai memalukan keluarga, dst".&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitulah dunia, memberikan penghargaan atas dasar "prestasi yang kelihatan". Lalu mereka akan bilang, "Wah bener bener jadi ORANG,yaaa!!! Begitulah "namanya ORANG" itu adalah mereka yang berpretasi dan mengangkat harga diri orang tua. (Lhoh...memangnya kalau tidak berprestasi itu BUKAN ORANG, yaaaaa? Iya kaleeeee....terus apa dong? Monyeeet?) Jadi orang dihargai karena "penampilan fisik, gelar, status, jabatan!" Pertanyaannya adalah apakah Tuhan itu menghargai manusia karena kita berprestasi, bergelar, berstatus dan memiliki jabatan yang menggiurkan?"&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sahabat-Sahabatku,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Martabat dan harga diri kita di mata Tuhan TIDAK TERLETAK pada prestasi, penampilan, dan kekayaan serta status yang kita miliki! Namun, martabat kita itu tidak lain adalah ANAK ALLAH. Tuhan memilih kita menjadi anak-Nya karena kita telah berdosa akibat dosa asal manusia pertama Adam dan Hawa. Kita dicintai karena Tuhan tidak rela diri kita terbelenggu oleh kuasa dosa. Tuhan tidak rela kita menjadi hamba dosa! Maka kejatuhan manusia ke dalam dosa telah menjadi keprihatinan Tuhan yang mendalam, juga sampai sekarang ini! Itulah Tuhan yang maharahim. Sebagaimana rahim seorang ibu itu selalu memberi makan kepada janin yang dikandungnya tanpa syarat, demikianlah juga, Tuhan mengandung kita yang berdosa, agar kita tetap memiliki kesempatan untuk berubah menjadi makin sempurna! Tuhan yang maharahim itu adalah Tuhan yang bergembira kalau anaknya bertobat. Pertobatan itu bukan dibuat karena orang takut akan hukuman Tuhan, melainkan buatlah karena Tuhan bangga akan anak-Nya yang mau berubah!&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sahabat-sahabatku,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tuhan yang berbahagia kaerna kita bertobat, Dialah juga yang memberi kebebasan, agar keputusan kita berubah itu sungguh tulus dan tidak terpaksa! Itulah cinta yang penuh resiko, karena manusia bisa saja menolak dan tidak mau taat kepada-Nya. Namun juga, karena dibebaskan, manusia justru memilih sendiri untuk taat kepada-Nya tanpa syarat. Itulah kebebasan yang membuat kita menjadi diri sendiri. Itulah cinta Tuhan yang pantas untuk dikenang!! Karena itu, cinta Tuhan itu dapat dikenang kalau kitapun mampu menjadi TANDA yang hidup dari CINTA TUHAN YANG MEMBEBASKAN. Konkretnya bagaimana?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konkretnya menjadi Tanda Cinta Tuhan itu tidak sulit! Mudah kalau kita mau! Cobalah selalu belajar "menawarkan" dalam segala hal, kepada pasangan hidup, kepada teman serumah, kepada anak-anak yang sudah remaja. Misalnya, "Mas, apa yang bisa saya bantu?" Pertanyaan itu membuat orang "terbuka untuk meminta tolong, tapi juga terbuka untuk memberi pertolongan tanpa terpaksa, dan orang yang ditolong juga tidak merasa ada pamrih! Pertanyaan itu khas kayaknya untuk karyawan "Customer Service", tapi bukankah model pertanyaan itu juga bisa menjadi "kebiasaan kita setiap hari?"&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjadi Tanda itu juga dapat mulai mengubah paradigma kita tentang orang cacat, miskin dan tidak berprestasi, dari paradigma "meremehkan" menjadi "mengistimewakan". Arinya, orang-orang yang dianggap tak berdaya itu justru sebenarnya memiliki "kekuatan untuk dicintai" karena situasi keterbatasannya membuka kesempatan untuk "diperhatikan, dirawat, dan dibantu dalam berbagai macam hal". Dalam kerapuhan dan kelemahannya mereka "mengundang kita untuk terlibat dalam hidupnya". Kalau cara pandang kita seperti itu, akan banyak orang yang dapat kita perhatikan. Itulah saat saat penuh rahmat Tuhan untuk melihat wajah-Nya dalam diri orang yang disingkirkan dunia karena tidak berprestasi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Moga moga hari ini makin banyak orang mau menjadi TANDA yang hidup, agar CINTA TUHAN menjadi kenyataan!&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_left" style="clear: left; float: left; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; padding-right: 10px; padding-top: 2px; width: 180px;"&gt;&lt;div class="photo_img" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=3699867&amp;amp;fbid=382667974811&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=383891189403&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=383891189403&amp;amp;id=552439811" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs391.snc3/23846_382667974811_552439811_3699867_6867927_a.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #333333; font-size: 9px; line-height: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px; text-align: justify;"&gt;http://suzumushi.files.wordpress.com/2009/03/rel-kereta-api.jpg&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;form action="http://www.facebook.com/ajax/ufi/modify.php" ajaxify="1" class="commentable_item autoexpand_mode comment_form_383891189403" id="commentable_item_819085285" method="POST" name="add_comment" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="UIActionLinks UIActionLinks_bottom" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;action&amp;quot;}" style="color: #999999;"&gt;&lt;label class="comment_link" style="color: #3b5998; cursor: pointer; font-weight: normal; vertical-align: text-bottom;" title="Beri Komentar"&gt;Komentari&lt;/label&gt;&amp;nbsp;·&amp;nbsp;&lt;button class="like_link stat_elem as_link" name="like" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-style: none; border-color: initial; border-left-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-width: initial; color: #3b5998; cursor: pointer; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; overflow-x: visible; overflow-y: visible; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left; width: auto;" title="Like this item" type="submit"&gt;&lt;span class="default_message" style="display: inline;"&gt;Suka&lt;/span&gt;&lt;/button&gt;&amp;nbsp;·&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.facebook.com/ajax/share_dialog.php?s=4&amp;amp;appid=2347471856&amp;amp;p[]=552439811&amp;amp;p[]=383891189403" rel="dialog" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;Bagikan&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/form&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-8238365251220887996?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/8238365251220887996/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=8238365251220887996&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/8238365251220887996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/8238365251220887996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/09/hidup-itu-mengenangkan.html' title='Hidup itu Mengenangkan'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-6485122450684562992</id><published>2010-09-04T19:20:00.000-07:00</published><updated>2010-09-04T19:26:55.100-07:00</updated><title type='text'>Bola Jabulani curhat</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-outline-level: 3; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3b5998; font-family: Tahoma, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: 800;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3b5998; font-family: Tahoma, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: 800;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-outline-level: 3; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-outline-level: 3; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: grey; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #3b5998; text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;Blasius Full&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Malam ini Bola Jabulani curhat, "Aku kok selalu jadi korban ya, ditendang ke sana kemari, lalu gooal! Aku sakit banget ditendang keras begitu, eh malah banyak orang berteriak-teria! Apalagi pagi ini, jangan salahkan aku kalau Belanda kalah. Tapi berikan pujian padaku, kalau Belanda menang! Kalau Spanyol menang, aku jauh lebih bangga, tapi jangan salahkan aku lagi, kalau Spanyol kalah!"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-outline-level: 3; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="color: #777777; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811&amp;amp;v=wall&amp;amp;story_fbid=109478902437483&amp;amp;ref=mf" title=""&gt;&lt;span style="color: #777777; text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;July 11 at 9:06pm&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/home.php?"&gt;&lt;span style="color: #3b5998; text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #999999; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;·&amp;nbsp;Comment&amp;nbsp;·&amp;nbsp;Like&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000178652765"&gt;&lt;span style="color: #3b5998; text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;Woww Momm&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.facebook.com/vero.widie"&gt;&lt;span style="color: #3b5998; text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;Vero Pulung Widie&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1241335919"&gt;&lt;span style="color: #3b5998; text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;Han De Wei&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;and&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.facebook.com/ajax/browser/likes/?node=109478902437483" title="See people who like this item"&gt;&lt;span style="color: #3b5998; text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;17 others&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;like this.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="background: white; border-collapse: collapse; border: none; mso-background-themecolor: background1; mso-border-insideh: none; mso-border-insidev: none; mso-padding-alt: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 1184;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 283.9pt;" valign="top" width="379"&gt;   &lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1660413648"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #3b5998; text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;Nikolaus Yosep&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;yang   pasti ga ada yang kalah dan menang, smg yg ada kegembiraan dr sebuah   permainan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: #EDEFF4; border-bottom: solid #E5EAF1 1.0pt; border: none; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-element: para-border-div; padding: 0cm 0cm 3.0pt 0cm;"&gt;   &lt;div class="MsoNormal" style="background: #EDEFF4; border: none; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-padding-alt: 0cm 0cm 3.0pt 0cm; padding: 0cm; vertical-align: top;"&gt;&lt;span style="color: grey; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;July 11 at 9:39pm&amp;nbsp;·&amp;nbsp;Like&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 1;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 283.9pt;" valign="top" width="379"&gt;   &lt;div style="background: #EDEFF4; border-bottom: solid #E5EAF1 1.0pt; border: none; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-element: para-border-div; padding: 0cm 0cm 3.0pt 0cm;"&gt;   &lt;div class="MsoNormal" style="background: #EDEFF4; border: none; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-padding-alt: 0cm 0cm 3.0pt 0cm; padding: 0cm; vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 2;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 283.9pt;" valign="top" width="379"&gt;   &lt;div style="background: #EDEFF4; border-bottom: solid #E5EAF1 1.0pt; border: none; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-element: para-border-div; padding: 0cm 0cm 3.0pt 0cm;"&gt;   &lt;div class="MsoNormal" style="background: #EDEFF4; border: none; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-padding-alt: 0cm 0cm 3.0pt 0cm; padding: 0cm; vertical-align: top;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1486573447"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #3b5998; text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;Galih Sita   Adinta&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Holland...!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: #EDEFF4; border: none; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-padding-alt: 0cm 0cm 3.0pt 0cm; padding: 0cm; vertical-align: top;"&gt;&lt;span style="color: grey; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;July 11 at 9:39pm&amp;nbsp;·&amp;nbsp;Like&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 3;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 283.9pt;" valign="top" width="379"&gt;   &lt;div style="background: #EDEFF4; border-bottom: solid #E5EAF1 1.0pt; border: none; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-element: para-border-div; padding: 0cm 0cm 3.0pt 0cm;"&gt;   &lt;div class="MsoNormal" style="background: #EDEFF4; border: none; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-padding-alt: 0cm 0cm 3.0pt 0cm; padding: 0cm; vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 4;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 283.9pt;" valign="top" width="379"&gt;   &lt;div style="background: #EDEFF4; border-bottom: solid #E5EAF1 1.0pt; border: none; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-element: para-border-div; padding: 0cm 0cm 3.0pt 0cm;"&gt;   &lt;div class="MsoNormal" style="background: #EDEFF4; border: none; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-padding-alt: 0cm 0cm 3.0pt 0cm; padding: 0cm; vertical-align: top;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1821975716"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #3b5998; text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;Dwi Novandari   Chatarina&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;sungguh .....ini suatu penghiburan bagi mereka   yg kalah taruhan....sugeng dalu romo Blas......BD.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: #EDEFF4; border: none; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-padding-alt: 0cm 0cm 3.0pt 0cm; padding: 0cm; vertical-align: top;"&gt;&lt;span style="color: grey; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;July 11 at 9:41pm&amp;nbsp;·&amp;nbsp;Like&amp;nbsp;·&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 5;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 283.9pt;" valign="top" width="379"&gt;   &lt;div style="background: #EDEFF4; border-bottom: solid #E5EAF1 1.0pt; border: none; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-element: para-border-div; padding: 0cm 0cm 3.0pt 0cm;"&gt;   &lt;div class="MsoNormal" style="background: #EDEFF4; border: none; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-padding-alt: 0cm 0cm 3.0pt 0cm; padding: 0cm; vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 6;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 283.9pt;" valign="top" width="379"&gt;   &lt;div style="background: #EDEFF4; border-bottom: solid #E5EAF1 1.0pt; border: none; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-element: para-border-div; padding: 0cm 0cm 3.0pt 0cm;"&gt;   &lt;div class="MsoNormal" style="background: #EDEFF4; border: none; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-padding-alt: 0cm 0cm 3.0pt 0cm; padding: 0cm; vertical-align: top;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=721634811"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #3b5998; text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;Vera Hwan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;hahaha   rm pinter deh ... ngga belanda ngga spanyol ... yg penting menikmati   permainan ... seru kan ???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: #EDEFF4; border: none; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-padding-alt: 0cm 0cm 3.0pt 0cm; padding: 0cm; vertical-align: top;"&gt;&lt;span style="color: grey; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;July 12 at 3:52am&amp;nbsp;·&amp;nbsp;Like&amp;nbsp;·&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 7;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 283.9pt;" valign="top" width="379"&gt;   &lt;div style="background: #EDEFF4; border-bottom: solid #E5EAF1 1.0pt; border: none; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-element: para-border-div; padding: 0cm 0cm 3.0pt 0cm;"&gt;   &lt;div class="MsoNormal" style="background: #EDEFF4; border: none; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-padding-alt: 0cm 0cm 3.0pt 0cm; padding: 0cm; vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 8;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 283.9pt;" valign="top" width="379"&gt;   &lt;div style="background: #EDEFF4; border-bottom: solid #E5EAF1 1.0pt; border: none; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-element: para-border-div; padding: 0cm 0cm 3.0pt 0cm;"&gt;   &lt;div class="MsoNormal" style="background: #EDEFF4; border: none; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-padding-alt: 0cm 0cm 3.0pt 0cm; padding: 0cm; vertical-align: top;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1087436987"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #3b5998; text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;Ellot   Restuwati&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;hikshikshiks,jagoanku kalah jew Mo.Tapi tetep   okey koq,walo kalah.Belanda tetep menang walo kalah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: #EDEFF4; border: none; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-padding-alt: 0cm 0cm 3.0pt 0cm; padding: 0cm; vertical-align: top;"&gt;&lt;span style="color: grey; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;July 12 at 4:42am&amp;nbsp;·&amp;nbsp;Like&amp;nbsp;·&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 9;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 283.9pt;" valign="top" width="379"&gt;   &lt;div style="background: #EDEFF4; border-bottom: solid #E5EAF1 1.0pt; border: none; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-element: para-border-div; padding: 0cm 0cm 3.0pt 0cm;"&gt;   &lt;div class="MsoNormal" style="background: #EDEFF4; border: none; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-padding-alt: 0cm 0cm 3.0pt 0cm; padding: 0cm; vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 10;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 283.9pt;" valign="top" width="379"&gt;   &lt;div style="background: #EDEFF4; border-bottom: solid #E5EAF1 1.0pt; border: none; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-element: para-border-div; padding: 0cm 0cm 3.0pt 0cm;"&gt;   &lt;div class="MsoNormal" style="background: #EDEFF4; border: none; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-padding-alt: 0cm 0cm 3.0pt 0cm; padding: 0cm; vertical-align: top;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1486573447"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #3b5998; text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;Galih Sita   Adinta&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;‎@bu Ellot: sependapat...tetap ada kemenangan dlm   kekalahan..xixixi..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: #EDEFF4; border: none; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-padding-alt: 0cm 0cm 3.0pt 0cm; padding: 0cm; vertical-align: top;"&gt;&lt;span style="color: grey; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;July 12 at 5:13am&amp;nbsp;·&amp;nbsp;Like&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 11;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 283.9pt;" valign="top" width="379"&gt;   &lt;div style="background: #EDEFF4; border-bottom: solid #E5EAF1 1.0pt; border: none; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-element: para-border-div; padding: 0cm 0cm 3.0pt 0cm;"&gt;   &lt;div class="MsoNormal" style="background: #EDEFF4; border: none; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-padding-alt: 0cm 0cm 3.0pt 0cm; padding: 0cm; vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 12;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 283.9pt;" valign="top" width="379"&gt;   &lt;div style="background: #EDEFF4; border-bottom: solid #E5EAF1 1.0pt; border: none; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-element: para-border-div; padding: 0cm 0cm 3.0pt 0cm;"&gt;   &lt;div class="MsoNormal" style="background: #EDEFF4; border: none; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-padding-alt: 0cm 0cm 3.0pt 0cm; padding: 0cm; vertical-align: top;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000033966137"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #3b5998; text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;Rona Maria&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Aku   sih Romo jagoanku menang Spanyol....hehehe kali kurang doa mo...GBU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: #EDEFF4; border: none; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-padding-alt: 0cm 0cm 3.0pt 0cm; padding: 0cm; vertical-align: top;"&gt;&lt;span style="color: grey; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;July 12 at 6:59am&amp;nbsp;·&amp;nbsp;Like&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 13;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 283.9pt;" valign="top" width="379"&gt;   &lt;div style="background: #EDEFF4; border-bottom: solid #E5EAF1 1.0pt; border: none; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-element: para-border-div; padding: 0cm 0cm 3.0pt 0cm;"&gt;   &lt;div class="MsoNormal" style="background: #EDEFF4; border: none; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-padding-alt: 0cm 0cm 3.0pt 0cm; padding: 0cm; vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 14; mso-yfti-lastrow: yes;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 283.9pt;" valign="top" width="379"&gt;   &lt;div style="background: #EDEFF4; border-bottom: solid #E5EAF1 1.0pt; border: none; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-element: para-border-div; padding: 0cm 0cm 3.0pt 0cm;"&gt;   &lt;div class="MsoNormal" style="background: #EDEFF4; border: none; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-padding-alt: 0cm 0cm 3.0pt 0cm; padding: 0cm; vertical-align: top;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000396758706"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #3b5998; text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;Asteria Susi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Romo.....   kalah menang khan dan harus di syukuri...............kalau tidak menang ya   kalah, kalau tidak kalah ya menang...........h eh ehe&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: #EDEFF4; border: none; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-padding-alt: 0cm 0cm 3.0pt 0cm; padding: 0cm; vertical-align: top;"&gt;&lt;span style="color: grey; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;July 12 at   10:50am&amp;nbsp;·&amp;nbsp;Like&amp;nbsp;·&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="border-top: solid windowtext 1.0pt; border: none; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; mso-element: para-border-div; padding: 1.0pt 0cm 0cm 0cm;"&gt;  &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="border: none; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; mso-padding-alt: 1.0pt 0cm 0cm 0cm; padding: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;span style="display: none; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hide: all;"&gt;Bottom of Form&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-6485122450684562992?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/6485122450684562992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=6485122450684562992&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/6485122450684562992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/6485122450684562992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/09/bola-jabulani-curhat.html' title='Bola Jabulani curhat'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-6892191114052127782</id><published>2010-08-30T05:58:00.002-07:00</published><updated>2010-08-30T05:58:40.858-07:00</updated><title type='text'>Kelapa &amp; Durian</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="headerControls" id="4_messageHeaderControls" style="width: 205px;"&gt;&lt;span class="headerControls fontT2 fontHeadline" id="4_messageHeaderDate" style="line-height: 20px;"&gt;Sun, January 31, 2010 8:26:01 PM&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siang hari, saat matahari bersinar memanasi bumi,  pohon Kelapa dan pohon &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1283172005_0"&gt;Durian&lt;/span&gt; saling berbagi pengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelapa menyapa lebih dulu Durian, "Duren, waah seneng banget ya...hari &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1283172005_1" style="border-bottom-color: rgb(54, 99, 136); border-bottom-style: dotted; border-bottom-width: 2px; cursor: pointer;"&gt;hari ini&lt;/span&gt; sejak Desember, kalau tidak salah, dirimu sudah banyak menghasilkan buah, diikat dirimu ke batang pohon, agar tidak jatuh ke tanah, lalu dijual. Waah buahmu harum banget! Apalagi kalau buahmu dicampur susu cair dan es, uihhhh...seger banget rasanya!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Durian membalas, "Yeee, kelihatannya aku senang ya...nggak tahuuuu...! Aku tuh jadi durian susyaaaaah.. ..!" Kelapa kaget, "Lho, kenapa susyaaah...? Kan dirimu disayangi tuanmu, terus daging buahmu juga disenangi banyak orang!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Durian, "Kelapa, apa yang engkau lihat menyenangkan, sebenarnya menyakitkan! Aku tuh disayangi tuanku, karena aku bisa dijual, lalu uangnya bisa untuk beli Black Berry baru, beli &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1283172005_2" style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: none; background-origin: initial; background-position: 0% 0%; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-color: rgb(54, 99, 136); border-bottom-style: dotted; border-bottom-width: 2px; cursor: pointer;"&gt;sepeda motor&lt;/span&gt;, nyicil perumahan, meski sudah punya rumah 3 buah!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahut Kelapa, "Yaaa, jadi dirimu tersinggung karena dirimu dijual begitu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Durian, "Iya bener, Kelapa! Aku tuh ingin sebenarnya tidak dijual, bagikanlah aku gratis kepada siapapun yang menginginkan buahku ini. Wajar nggak sih, aku dijual, padahal tuanku itu hanya menanam, semuanya yang memberiku rasa enak, kulit yang kuat, daging yang manis, rasa alkohol yang segar, semuanya dari Tuhan, kan? Tapi kenapa anugerah Tuhan kok dijual?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelapa mengangguk angguk, "Oh iyaa...kenapa begitu ya... apa sebenarnya layak, seorang manusia itu menjual mahal yang bukan hasil jerih payahnya sendiri? Aku apa lagi, lebih menyakitkan sebenarnya. Aku sering berjatuhan sendiri kalau sudah tua, bahkan kalau dipetik pun, langsung dilempar!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahut Durian, "Ya, ternyata kita semua, sama ya merasakan sakit hidup ini, cuma berbeda tempat! Padahal dirimu itu banyak berguna untuk menyedapkan masakan, minyakmu yang murni menjadi penurun kolesterol, bukan. Batangmu berguna untuk tiang penyanggah atap rumah! Batang daunmu juga berguna untuk sapu lidi. Belum lagi serabut kelapamu bisa menjadi pupuk bukan? Bandingkan diriku, setelah dagingku dimakan, bijiku belum tentu dirawat dan ditanam lagi, tapi dibuang ke sampah. Kulitku, juga paling hanya berguna sebagai "kayu bakar" kalau sudah dijemur dan dikeringkan. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahut Kelapa, "Durian, jangan begitu pesimis melihat dirimu sendiri! Kamu melambangkan situasi dunia ini yang kelihatan jelek luarnya belum tentu dalamnya juga jelek. Kulitmu berduri dan tajam, tapi dagingmu luar biasa nikmat rasanya!" Bukankah orang hidup juga begitu? Jangan menomorsatukan penampilan, tapi utamakanlah kualitas batinmu!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balas Durian, "Iya benar ya, tapi dirimu juga tidak kalah Kelapa! Engkau bisa jadi lambang pribadi manusia yang dewasa. Akar dan batangmu bisa mengubah air yang hitam dan berbau itu menjadi air yang segar, kan? Luar biasa begitu, sehingga buah kelapamu yang muda pun, bisa menjadi penyembuh dahaga di siang hari begini." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelapa tersenyum, "Iya ya..itulah karisma yang diberikan Tuhan kepadaku! Bukankah engkau juga punya karisma yang istimewa? Coba akar dan batangmu bisa mengubah kandungan tanah itu menjadi buah yang beralkohol, manis lagi!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjut Durian, "Jadi, pantas ya kita bersyukur, agar kita merasa diri ini tidak lagi sakit hati, juga kalau diperlakukan seenaknya sebagai barang komoditi saja!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kelapa, "Iya, moga moga, manusia hanya menjual buah-buah kita, tapi jangan sampai manusia itu merendahkan harga diri sesamanya!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Durian, "Iya benar, ya...kalau merendahkan kita sih nggak masalah! Wong kita ini sudah memang jadi santapa mereka, bukan?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1283172005_3"&gt;Matahari&lt;/span&gt; mulai condong ke arah Barat, tanda ia mau bersembunyi lagi, untuk menyinarkan cahayanya di belahan bumi lain. Petang pun mulai tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kelapa, aku pamit dulu ya" kata Durian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelapapun menjawah ramah, "Okey Durian, aku juga mau pamitan, sambil menantikan terbitnya Sang Fajar di hari esok."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahut Durian, "Iya, Kelapa, malam boleh tiba, tapi fajar pun tidak pernah lupa untuk terbit!"&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="headerControls" id="4_messageHeaderControls" style="width: 205px;"&gt;&lt;span class="headerControls fontT2 fontHeadline" id="4_messageHeaderDate" style="line-height: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="headerControls" id="4_messageHeaderControls" style="width: 205px;"&gt;&lt;span class="headerControls fontT2 fontHeadline" id="4_messageHeaderDate" style="line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;write an serayunet-net@yahoogoups.com,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="headerControls" id="4_messageHeaderControls" style="width: 205px;"&gt;&lt;span class="headerControls fontT2 fontHeadline" id="4_messageHeaderDate" style="line-height: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-6892191114052127782?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/6892191114052127782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=6892191114052127782&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/6892191114052127782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/6892191114052127782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/08/kelapa-durian.html' title='Kelapa &amp; Durian'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-6232753544768282680</id><published>2010-08-30T05:58:00.001-07:00</published><updated>2010-08-30T05:58:21.948-07:00</updated><title type='text'>Tembok Tinggi yang kubuat itu..!</title><content type='html'>&lt;div class="uiHeader uiHeaderBottomBorder mbm" style="border-bottom-color: rgb(170, 170, 170); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0.5em;"&gt;&lt;div class="clearfix uiHeaderTop" style="display: block; zoom: 1;"&gt;&lt;div&gt;&lt;h2 class="uiHeaderTitle" style="color: #1c2a47; font-size: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey; font-size: 11px; font-weight: normal;"&gt;oleh&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;Blasius Full&lt;/a&gt;&amp;nbsp;pada 20 April 2010 jam 10:13&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clearfix" style="display: block; zoom: 1;"&gt;&lt;div class="mbs uiHeaderSubTitle lfloat fsm fwn fcg" style="color: grey; float: left; font-size: 11px; font-weight: normal; margin-bottom: 5px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="uiHeaderSubActions rfloat" style="float: right;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix" style="color: #333333; display: block; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 20px; padding-right: 100px; word-wrap: break-word; zoom: 1;"&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sahabatku,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat kita marah, membentak, bicara kasar, memaki-maki sesama kita serumah, teman kita,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;anak buah atau pembantu,..di situlah kita sedang mendirikan "tembok tinggi" tanpa jendela&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sehingga sesamamu tidak dapat menemui hatimu, melainkan terbentur kepalanya karena ada&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tembok di depan matanya. Demikianlah juga dirimu tidak akan ketemu saudaramu karena ada&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tembok tinggi. Kapankah engkau akan membongkar tembok itu?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tembok tinggi yang memisahkan antara aku yang sedang marah dengan saudaraku, hanya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dapat dibongkar dengan "sikap rendah hati". Rendah hati itu bagaikan menggali tanah untuk&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;membuat sumur agar suatu saat nanti air dapat mengalir ke dalamnya. Menggali tanah itu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"membuat lobang", demikianlah pula "membongkar tembok tinggi", tidak lain adalah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;membongkar "gengsi, harga diri yang dibangun begitu tinggi" bagaikan tembok tinggi tanpa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dinding. Saat dibongkar, pastilah engkau kesakitan, karena engkau menjadi orang yang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ditantang "rela tidak dipercaya lagi!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjadi pribadi yang berani "tidak dipercaya", tidak lain seperti Yesus. Cobalah perhatikan, Dia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yang telah mengajar dengan kata dan perbuatan: Ajaran Cinta Kasih dan tindakannya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;menyembuhkan, membangkitkan orang mati, membela orang kecil, ternyata Yesus pun tidak&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dipercaya sebagai Anak Allah. Namun Yesus tidak mempertahankan kesetaraan-Nya dengan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah, melainkan "mengosongkan diri" dan taat sebagai hamba sampai mati di salib (Flp 2:5-11)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yesus tidak membela dirinya bahwa Dia memang benar, tapi Dia memperkenalkan Kebenaran&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejati yakni dengan "taat di salib". Kebenaran itu kasih tiada habisnya: menyerahkan nyawa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;agar umat manusia ditebus. Di salib itulah Yesus kehilangan kesempatan untuk hidup bebas,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;nikmat, hebat, dipuji, dan tidak ada lagi kesempatan untuk mengontrol orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau Yesus saja, yang setara dengan Allah, membiarkan diri-Nya tidak dipercaya, apakah kita&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;rela untuk tidak dipercaya, tentu setelah kita menunjukkan keutuhan pribadi sebagai orang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;beriman. Beranikah menjadi pribadi yang tidak dipercaya, setelah kita berbuat baik: bermurah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;hati dalam pelayanan, berbela rasa dengan sesama yang menderita, serta konsisten dalam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kata dan perbuatan?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga hari ini ada banyak tanda cinta Tuhan yang membuat hidupmu terkejut, agar engkau&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tertantang makin tumbuh subur jadi dewasa!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Have a nice and blessed today!&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_left" style="clear: left; float: left; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; padding-right: 10px; padding-top: 2px; width: 180px;"&gt;&lt;div class="photo_img" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=3704967&amp;amp;fbid=382921109811&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=384153874403&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=384153874403&amp;amp;id=552439811" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: underline;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs371.snc3/23846_382921109811_552439811_3704967_4186233_a.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #333333; font-size: 9px; line-height: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px; text-align: justify;"&gt;http://towet.files.wordpress.com/2010/01/brickwall.jpg&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-6232753544768282680?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/6232753544768282680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=6232753544768282680&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/6232753544768282680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/6232753544768282680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/08/tembok-tinggi-yang-kubuat-itu.html' title='Tembok Tinggi yang kubuat itu..!'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-5206907596349555990</id><published>2010-08-30T05:58:00.000-07:00</published><updated>2010-08-30T05:58:03.639-07:00</updated><title type='text'>Kenapa aku disebut "duri"?</title><content type='html'>&lt;div class="uiHeader uiHeaderBottomBorder mbm" style="border-bottom-color: rgb(170, 170, 170); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0.5em;"&gt;&lt;div class="clearfix uiHeaderTop" style="display: block; zoom: 1;"&gt;&lt;div&gt;&lt;h2 class="uiHeaderTitle" style="color: #1c2a47; font-size: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey; font-size: 11px; font-weight: normal;"&gt;oleh&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;Blasius Full&lt;/a&gt;&amp;nbsp;pada 23 April 2010 jam 8:03&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clearfix" style="display: block; zoom: 1;"&gt;&lt;div class="mbs uiHeaderSubTitle lfloat fsm fwn fcg" style="color: grey; float: left; font-size: 11px; font-weight: normal; margin-bottom: 5px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="uiHeaderSubActions rfloat" style="float: right;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix" style="color: #333333; display: block; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 20px; padding-right: 100px; word-wrap: break-word; zoom: 1;"&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="photo photo_right" style="clear: right; float: right; padding-bottom: 5px; padding-left: 10px; padding-right: 0px; padding-top: 2px; width: 180px;"&gt;&lt;div class="photo_img" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=3718734&amp;amp;fbid=383647454811&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=384890494403&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=384890494403&amp;amp;id=552439811" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs391.snc3/23846_383647454811_552439811_3718734_2582889_a.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #333333; font-size: 9px; line-height: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px; text-align: justify;"&gt;http://www.shanyahampath.org/wp-content/uploads/2010/01/garden-rose-thorn-300x300.jpg&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apakah karena unjungku lancip dan tajam?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengapa banyak orang menghindari diriku?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Padahal, mereka terluka, kalau dengan keras menyentuhku,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tapi kalau lembut juga nggak akan terluka!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau aku tidak menempel dan bersatu dengan tangkai mawar,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;aku juga tidak bisa tegak lalu melukai kulit manusia!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi begitukah nasibku sebagai duri,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yang selalu disingkiri karena kehadiranku saja sudah mengancam orang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Padahal tidak seberapa lukanya kalau tersentuh diriku, orang sudah mabuk kepayang kesakitan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku ragu, bahwa diriku disebut duri, kalau sudah lepas dari tangkai mawar, apalagi kalau dengan pisau tajam aku dibersihkan dari tangkai itu karena aku dianggap pengganggu dan pembuat luka tangan-tangan yang mau menikmati harumnya sekuntum mawar merah!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Coba kalau tidak ada durinya, sudah banyak orang yang memetik bunga, bahkan sebelum mekar sekalipun. Untung ada aku, yang menjaga, agar orang tidak begitu saja memetik dan memotong tangkai ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lagi-lagi, aku mesti bercermin diri, namanya juga sudah duri, lancip dan tajam!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku mesti tahu diri, bahwa diriku entah ada atau tidak sudah dihindari orang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Repotnya, aku prihatin kalau banyak orang sekarang melihat kawan lain itu bagaikan "duri", seperti diriku. Kalau ada teman yang sudah tidak menyenangkan, sudah tidak bisa diajak kerjasama, mudah protes, teman teman itu lalu dianggap "duri duri" dalam komunitas yang mesti disingkirkan!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku heran, apakah mereka yang menyingkirkan pernah berterima kasih bahwa orang orang yang dianggap sebagai "duri duri" dalam komunitas, justru merekalah yang sebenarnya mendidik temannya jadi dewasa, jadi kreatif dan berpikir jauh lebih visioner. Meski cara mereka mendidik itu mungkin tidak menyenangkan, tapi "namanya duri" itu membuat orang tertantang maju!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitulah hidup ini kenyataannya.! Aku pun sebagai "duri" hanya bisa mengatakan, bisa jadi aku keliru, harus kuakui, kehadiranku tidak membuat orang lain nyaman. Aku berharap pada Tuhan saja, yang mau menerima diriku, kekuranganku, syukurlah kalau orang tertantang karena kehadiranku, tapi minta maaf kalau kehadiranku, sebagai duri ini juga mengganggu kenyamanan saudaraku!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tuhan, jadikanlah aku tahu diri, bahwa kerap kali aku jadi duri bagi orang lain! Namun, kalau ada duri dalam kebersamaan dengan orang lain, aku tidak akan menyingkirkan duri duri itu!&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-5206907596349555990?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/5206907596349555990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=5206907596349555990&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/5206907596349555990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/5206907596349555990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/08/kenapa-aku-disebut-duri.html' title='Kenapa aku disebut &quot;duri&quot;?'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-5246796918915462844</id><published>2010-08-30T05:57:00.000-07:00</published><updated>2010-08-30T05:57:27.759-07:00</updated><title type='text'>Tanah Tandus, Saudaraku!</title><content type='html'>&lt;div class="uiHeader uiHeaderBottomBorder mbm" style="border-bottom-color: rgb(170, 170, 170); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0.5em;"&gt;&lt;div class="clearfix uiHeaderTop" style="display: block; zoom: 1;"&gt;&lt;div&gt;&lt;h2 class="uiHeaderTitle" style="color: #1c2a47; font-size: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey; font-size: 11px; font-weight: normal;"&gt;oleh&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;Blasius Full&lt;/a&gt;&amp;nbsp;pada 05 Mei 2010 jam 22:59&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clearfix" style="display: block; zoom: 1;"&gt;&lt;div class="mbs uiHeaderSubTitle lfloat fsm fwn fcg" style="color: grey; float: left; font-size: 11px; font-weight: normal; margin-bottom: 5px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="uiHeaderSubActions rfloat" style="float: right;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix" style="color: #333333; display: block; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 20px; padding-right: 100px; word-wrap: break-word; zoom: 1;"&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="photo photo_none" style="clear: both; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div class="photo_img" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=3806644&amp;amp;fbid=387682539811&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=389001299403&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=389001299403&amp;amp;id=552439811" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;&lt;img class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs633.snc3/31756_387682539811_552439811_3806644_2104956_n.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #666666; font-size: 11px; line-height: 12px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px; text-align: justify;"&gt;http://foto.detik.com/images/content/2009/07/21/157/kering1.jpg&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat minggu pagi aku berjalan jalan di pinggiran sawah yang mulai mengering airnya, tanah tanah pun kelihatan tandus, terdengar suara yang merintih kesakitan. Kudengarkan baik baik, suara rintihan itu datang dari mana, lembut sekali, tapi sayup-sayup datang pergi seiring dengan datangnya angin. Setelah beberapa lama kudengarkan rintihan itu aku mulai bertanya tanya, entahlah kepada siapa.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Saudaraku, benarkah engkau merintih? Engkau kesakitan?" tanyaku padanya. Ia pun menjawab, "Iya, aku sedang kesakitan, karena sudah seminggu tidak ada lagi hujan."Aku mulai menebak nebak, dari manakah suara rintihan itu. "Saudaraku, apakah engkau tanah yang kering dan tandus ini?" Suara itu pun dengan cepat menyahut, "Iya, benar, Saudaraku, aku tanah yang sudah mengeras, dan tidak lagi bisa menyerap air." Aku pun bertanya padanya, "Apa yang bisa kubuat?" Tanah itu menjawab, "Engkau bisa berbuat banyak untukku, aku ingin mengatakannya kepadamu, tapi janganlah mengira aku hanya berpikir untuk diriku saja, karena tanah itu berarti seluruh bumi ini, bukan hanya tanah yang sedang tandus ini, tapi juga aku ingin engkau memperhatikan bagian bagian diriku yang sudah subur." Aku mengangguk, "Iya, aku akan menjaga bagianmu yang sudah subur, dan aku ingin mengobati bagianmu yang tandus! Apakah engkau juga tahu obatnya?"&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanah itu lalu terdiam sejenak. Dengan suara yang sudah lelah karena kekeringan, ia hanya berucap, "Saudaraku, aku sangat membutuhkan air, tapi tidak hanya untuk sekarang, tapi sampai kapanpun." Aku pun menyahut, "Baik Saudaraku, aku akan mencarikan air ya, menyirammu perlahan lalu meremukkan dirimu agar dirimu jadi seperti tanah yang subur, mudah dicangkul. Tanah Tandus itu menyahut, "Baiklah, Saudaraku, meski aku pasti kesakitan, karena aku yang keras ini akan dihancurkan dengan air. Aku yakin, air itu akan membuatku mudah dilembutkan!" Tanpa terasa, tetes air mata ini berlinangan karena Tanah ini tegar untuk mengalami derita. Balasku, "Saudaraku, aku akan perlahan lahan menyiramkan air padamu, dan pelan pelan akan membongkar "tubuhmu yang keras". Setelah basah, aku akan mencampurkanmu dengan daun daun bambu ya, dengan arang kelapa, agar engkau cepat menjadi tanah yang lunak dan mudah ditanami. Setelah mulai lunak, aku akan menanamimu pohon mangga, pohon rambutan, pohon sukun dan pohon beringin. Pohon pohon itu akan menyimpan air hujan, setiap kali hujan datang dan engkau akan memiliki tabungan air berlimpah."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanah Tandus itu pun lalu kelihatan berubah warnanya, mulai coklat ceria, "Saudaraku, teirmakasih, aku boleh berharap padamu! Kunantikan kapan air kirimanmu akan datang." Aku tak tahan menahan haru, karena tanah itu sabar dalam kekeringannya, masih bisa berharap menantikan kiriman air itu. Aku akan secepatnya mengirimkannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Tuhan, aku ingin menurunkan hujan secepatnya untuk tanah tanah yang tandus, namun aku tak kuasa dan tak mampu untuk membuat air hujan. Ada banyak tanah di negeri yang kering dan mengakibatkan banyak kelaparan. Aku mohon curahkanlah hujan untuk daerah yang gersang dan kering, agar mereka mampu bercocok tanam, dan bertahan hidup. Sadarkanlah kami yang kerap kali tidak menghargai tanah yang subur, namun malah membiarkannya terbengkalai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga di tahun keprihatinan pertanian, ada banyak kejutan yang membuat orang sungguh sungguh peduli pada tanah tumpa darahnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-5246796918915462844?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/5246796918915462844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=5246796918915462844&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/5246796918915462844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/5246796918915462844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/08/tanah-tandus-saudaraku.html' title='Tanah Tandus, Saudaraku!'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-1177567865488791695</id><published>2010-08-30T05:56:00.000-07:00</published><updated>2010-08-30T05:56:39.306-07:00</updated><title type='text'>Janganlah bicara lagi tentang cinta!</title><content type='html'>&lt;div class="uiHeader uiHeaderBottomBorder mbm" style="border-bottom-color: rgb(170, 170, 170); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0.5em;"&gt;&lt;div class="clearfix uiHeaderTop" style="display: block; zoom: 1;"&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey;"&gt;oleh&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;Blasius Full&lt;/a&gt;&amp;nbsp;pada 06 Mei 2010 jam 21:41&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clearfix" style="display: block; zoom: 1;"&gt;&lt;div class="mbs uiHeaderSubTitle lfloat fsm fwn fcg" style="color: grey; float: left; font-size: 11px; font-weight: normal; margin-bottom: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="uiHeaderSubActions rfloat" style="float: right;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix" style="color: #333333; display: block; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 20px; padding-right: 100px; word-wrap: break-word; zoom: 1;"&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="photo photo_none" style="clear: both; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div class="photo_img" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=3812825&amp;amp;fbid=388004064811&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=389238989403&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=389238989403&amp;amp;id=552439811" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;&lt;img class="img" height="200" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs656.snc3/32397_388004064811_552439811_3812825_2228108_n.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;" width="133" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #666666; font-size: 11px; line-height: 12px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px; text-align: left;"&gt;http://www.aero-garden.us/wp-content/uploads/2009/05/seeds-garden.jpg&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Begitulah kata terakhir yang dipesankah Sahabatku, Sang Benih, sebelum ia akhirnya meninggal dunia, "Jangan bicara lagi tentang cinta!" Aku mau minta penjelasannya lebih lanjut, tapi tak pernah kudapatkan penjelasan dari mulutnya sendiri, karena kini ia telah bersatu dengan tanah. Tanah yang kutanya pun hanya mengatakan, "Apakah engkau baru kali ini mendengarkan, Sang Benih itu mengatakan, "jangan bicara lagi tentang cinta?" Aku pun menyahut dengan lemah lunglai, "Benar Tanah, aku baru kali ini mendengarkan dia memberikan pesan yang sangat inspiratif tapi juga sangat sulit kumengerti! Kenapa dia bilang begitu? Apakah selama ini aku hanya bicara tentang cinta, tapi dia sebenarnya tidak pernah merasa kucintai?" Tanah itu pun lalu mencoba menjawab, "Sahabatku, aku tidak ingin menjawab pertanyaanmu, ataukah juga menjadi wakil Sang Benih! Tapi bagiku pesan Sang Benih itu, sebenarnya masih bisa berlanjut, "Janganlah bicara lagi tentang cinta, tapi jadikanlah cinta itu menjadi hidupmu, bukan lagi cinta itu terbungkus kata kata manismu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terperangah pada Tanah yang sanggup melanjutkan kata-kata Sang Benih. Aku pun lalu tergerak untuk bertanya lagi pada Tanah itu. "Tanah, bagaimana caranya agar aku mampu membuat cinta menjadi hidup?" Sahutnya, "Belajarlah mati, seperti Sang Benih, yang telah mati, akhirnya Dia hidup bukan? Benih apapun butuh kematian, agar tumbuhlah tunas baru lalu perlahan tapi pasti akan jadi tumbuhan dewasa yang matang untuk berbunga dan berbuah!" Aku lega mendengarkan kata kata Tanah itu. "Baik Tanah, aku bisa mengerti! Tapi apa yang harus kumatikan?" Jawab Tanah itu, "Matikanlah dirimu sendiri, dan janganlah merasa dirimu sudah puas dan hebat kalau bisa berkata tentang cinta, padahal engkau hanya bicara, namun engkau belum menjadi kepunyaan Sang Cinta! Kalau engkau sudah jadi kepunyaan Sang Cinta, engkau tidak takut menangggung resiko mati, meski ada banyak serangan, kritikan, bahkan fitnah sekalipun". Aku mengangguk dan tercenung dengan kata kata Sang Tanah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tanah terimakasih banyak, aku tak akan bicara lagi tentan cinta, bila hidupku tidaklah menjadi tanda Cinta-Nya". Tanah pun menyahut, "Syukurlah, Sahabatku! Mulailah sekarang, buatlah cinta menjadi hidupmu!&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-1177567865488791695?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/1177567865488791695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=1177567865488791695&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/1177567865488791695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/1177567865488791695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/08/janganlah-bicara-lagi-tentang-cinta.html' title='Janganlah bicara lagi tentang cinta!'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-7277778542800537570</id><published>2010-08-30T05:39:00.000-07:00</published><updated>2010-08-30T05:39:42.945-07:00</updated><title type='text'>"Hidup Itu menyenangkan"</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="headerControls" id="3_messageHeaderControls" style="width: 205px;"&gt;&lt;span class="headerControls fontT2 fontHeadline" id="3_messageHeaderDate" style="line-height: 20px;"&gt;Mon, April 19, 2010 5:13:37 PM&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Sahabat-sahabatku,&lt;br /&gt;"Hidup itu intinya mengenangkan" . Mengenangkan (anamnesis) sebenarnya  tidak sekedar bernostalgia dan melamun akan peristiwa yang indah saja,  melainkan lebih dari itu, mengenangkan itu tidak lain sebuah jerih payah  untuk menjadi "TANDA" agar KENANGAN &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1283171686_0" style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136); cursor: pointer;"&gt;INDAH&lt;/span&gt; itupun menjadi KENYATAAN  sekarang ini dalam SUASANA, WAJAH, &amp;amp; PELAKU yang baru. Namun intinya  sama sepanjang hidup, yakni "CINTA &amp;amp; KASIH".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cinta dan kasih' siapakah yang dikenangkan? Tidak lain dan bukan adalah  Cinta dan Kasih Tuhan. Begitu muluk-muluk kah kenangan terindah itu?  Bisa jadi orang merasa muluk-muluk! Tapi persis itulah sebuah kenyataan  yang kontradiktif, kerap kali kita kurang mengakui kebenaran bahwa KITA  DICINTAI TUHAN TANPA SYARAT! Kebenaran itu sulit diakui oleh manusia,  dan bahkan ditertawakan, "Benarkah Tuhan mencintai kita tanpa syarat?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesulitan kita mengakui kebenaran itu tumbuh subur dalam keyakinan kita  karena kita terbiasa dihargai orang lain kalau kita sukses dalam studi,  sudah lulus S-1 Inggris, S-2 Psikologi, lulus S-3 Kimia, sudah jadi  dokter, jadi Finance Manager, jadi pastor dan seterusnya. Namun  bagaimanakah penghargaan kita terhadap orang cacat, orang miskin, orang  pengangguran, orang buta huruf, tidak berprestasi di masyarakat maupun  lembaga formal. Lihatlah saja kalau hari hari besar, kebanyakan orang  mudik akan saling bercerita dan bertanya, "Wah gimana anak-anakmu  sekarang, suamimu dan isterimu?" Jawabannya pasti saling "berlomba"  untuk menunjukkan "prestasi". "Anakku sekarang sudah jadi Direktur Bank  Swasta di Jakarta! Anakku sekarang punya pacar artis, lho!! Anakku sudah  lulus S-2 Psikologi dengan nilai cum laude; calon menantuku nihng  perempuan, ya orang &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1283171686_1" style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136); cursor: pointer;"&gt;Sunda&lt;/span&gt;, tapi aduuh pinter pisan ngatur keuangan,  sampai dipercaya bossnya jadi pemegang kas perusahaan pipa di &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1283171686_2"&gt;Batam&lt;/span&gt;! Ehm  kalau calon menantuku yang pria nih, lulusan S-2 jurusan pertambangan,  pulangnya suka 1 bulan sekali! " Wah seru pokoknya, mereka saling  berebut cerita dan merasa harga diri orang tua merasa terangkat (Entah  terangkat berapa meter?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di antara mereka juga ada orang yang "diam" tidak ikut "bersaing  dan berlomba menceritakan prestasi anak-anaknya? Mengapa? Ternyata  anak-anak mereka kurang berhasil,bahkan ada yang cacat ganda, ada yang  gagal ujian, ada yang bandhel, ada juga yang jadi preman kampung sampai  memalukan keluarga, dst".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah dunia, memberikan penghargaan atas dasar "prestasi yang  kelihatan". Lalu mereka akan bilang, "Wah bener bener jadi ORANG,yaaa!! !  Begitulah "namanya ORANG" itu adalah mereka yang berpretasi dan  mengangkat harga diri orang tua. (Lhoh...memangnya kalau tidak  berprestasi itu BUKAN ORANG, yaaaaa? Iya kaleeeee.... terus apa dong?  Monyeeet?) &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1283171686_3" style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136); cursor: pointer;"&gt;Jadi&lt;/span&gt; orang dihargai karena "penampilan fisik, gelar, status,  jabatan!" Pertanyaannya adalah apakah Tuhan itu menghargai manusia  karena kita berprestasi, bergelar, berstatus dan memiliki jabatan yang  menggiurkan? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat-Sahabatku,&lt;br /&gt;Martabat dan harga diri kita di mata Tuhan TIDAK TERLETAK pada prestasi,  penampilan, dan kekayaan serta status yang kita miliki! Namun, martabat  kita itu tidak lain adalah ANAK ALLAH. Tuhan memilih kita menjadi  anak-Nya karena kita telah berdosa akibat dosa asal manusia pertama &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1283171686_4" style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136); cursor: pointer;"&gt;Adam  dan Hawa&lt;/span&gt;. Kita dicintai karena Tuhan tidak rela diri kita terbelenggu  oleh kuasa dosa. Tuhan tidak rela kita menjadi hamba dosa! Maka  kejatuhan manusia ke dalam dosa telah menjadi keprihatinan Tuhan yang  mendalam, juga sampai sekarang ini! Itulah Tuhan yang maharahim.  Sebagaimana rahim seorang ibu itu selalu memberi makan kepada janin yang  dikandungnya tanpa syarat, demikianlah juga, Tuhan mengandung kita yang  berdosa, agar kita tetap memiliki kesempatan untuk berubah menjadi  makin sempurna! Tuhan yang maharahim itu adalah Tuhan yang bergembira  kalau anaknya bertobat. Pertobatan itu bukan dibuat karena orang takut  akan hukuman Tuhan, melainkan buatlah karena Tuhan bangga akan anak-Nya  yang mau berubah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat-sahabatku,&lt;br /&gt;Tuhan yang berbahagia kaerna kita bertobat, Dialah juga yang memberi  kebebasan, agar keputusan kita berubah itu sungguh tulus dan tidak  terpaksa! Itulah cinta yang penuh resiko, karena manusia bisa saja  menolak dan tidak mau taat kepada-Nya. Namun juga, karena dibebaskan,  manusia justru memilih sendiri untuk taat kepada-Nya tanpa syarat.  Itulah kebebasan yang membuat kita menjadi diri sendiri. Itulah cinta  Tuhan yang pantas untuk dikenang!! Karena itu, cinta Tuhan itu dapat  dikenang kalau kitapun mampu menjadi TANDA yang hidup dari CINTA TUHAN  YANG MEMBEBASKAN. Konkretnya bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konkretnya menjadi Tanda Cinta Tuhan itu tidak sulit! Mudah kalau kita  mau! Cobalah selalu belajar "menawarkan" dalam segala hal, kepada  pasangan hidup, kepada teman serumah, kepada anak-anak yang sudah  remaja. Misalnya, "Mas, apa yang bisa saya bantu?" Pertanyaan itu  membuat orang "terbuka untuk meminta tolong, tapi juga terbuka untuk  memberi pertolongan tanpa terpaksa, dan orang yang ditolong juga tidak  merasa ada pamrih! Pertanyaan itu khas kayaknya untuk karyawan "Customer  Service", tapi bukankah model pertanyaan itu juga bisa menjadi  "kebiasaan kita setiap hari?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi Tanda itu juga dapat mulai mengubah paradigma kita tentang orang  cacat, miskin dan tidak berprestasi, dari paradigma "meremehkan"  menjadi "mengistimewakan" . Arinya, orang-orang yang dianggap tak berdaya  itu justru sebenarnya memiliki "kekuatan untuk dicintai" karena situasi  keterbatasannya membuka kesempatan untuk "diperhatikan, dirawat, dan  dibantu dalam berbagai macam hal". Dalam kerapuhan dan kelemahannya  mereka "mengundang kita untuk terlibat dalam hidupnya". Kalau cara  pandang kita seperti itu, akan banyak orang yang dapat kita perhatikan.  Itulah saat saat penuh rahmat Tuhan untuk melihat wajah-Nya dalam diri  orang yang disingkirkan dunia karena tidak berprestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moga moga &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1283171686_5" style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136); cursor: pointer;"&gt;hari ini&lt;/span&gt; makin banyak orang mau menjadi TANDA yang hidup, agar  CINTA TUHAN menjadi kenyataan!&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;write an serayunet-net@yahoogoups.com,&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-7277778542800537570?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/7277778542800537570/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=7277778542800537570&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/7277778542800537570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/7277778542800537570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/08/hidup-itu-menyenangkan.html' title='&quot;Hidup Itu menyenangkan&quot;'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-747103885054490729</id><published>2010-08-29T19:35:00.000-07:00</published><updated>2010-08-29T19:35:26.697-07:00</updated><title type='text'>Gereja Tua</title><content type='html'>&lt;div class="uiHeader uiHeaderBottomBorder mbm" style="border-bottom-color: rgb(170, 170, 170); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0.5em;"&gt;&lt;div class="clearfix uiHeaderTop" style="display: block; zoom: 1;"&gt;&lt;div&gt;&lt;h2 class="uiHeaderTitle" style="color: #1c2a47; font-size: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey; font-size: 11px; font-weight: normal;"&gt;oleh&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;Blasius Full&lt;/a&gt;&amp;nbsp;pada 07 Mei 2010 jam 14:41&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clearfix" style="display: block; zoom: 1;"&gt;&lt;div class="mbs uiHeaderSubTitle lfloat fsm fwn fcg" style="color: grey; float: left; font-size: 11px; font-weight: normal; margin-bottom: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="uiHeaderSubActions rfloat" style="float: right;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix" style="color: #333333; display: block; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 20px; padding-right: 100px; word-wrap: break-word; zoom: 1;"&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="photo photo_none" style="clear: both; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div class="photo_img" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=3817756&amp;amp;fbid=388253309811&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=389575364403&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=389575364403&amp;amp;id=552439811" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;&lt;img class="img" height="320" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs656.snc3/32397_388253309811_552439811_3817756_1214341_n.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #666666; font-size: 11px; line-height: 12px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px; text-align: left;"&gt;http://kfk.kompas.com/system/files/imagecache/sfk_preview_600x600/katedral_di_atas_air.JPG&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Masihkah kau ingat waktu di desa&lt;br /&gt;Bercanda bersama disamping gereja&lt;br /&gt;Kala itu kita masih remaja&lt;br /&gt;Yang polos hatinya bercerita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kini tlah lama berlalu&lt;br /&gt;Sudah sepuluh tahun tak bertemu&lt;br /&gt;Entah dimana kini kau berada&lt;br /&gt;Tak tahu dimana rimbanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff :&lt;br /&gt;Hanya satu yang tak terlupakan&lt;br /&gt;Kala senja di gereja tua&lt;br /&gt;Waktu itu hujan rintik-rintik&lt;br /&gt;Kita berteduh di bawah atapnya&lt;br /&gt;Kita berdiri begitu rapat&lt;br /&gt;Hingga suasana begitu hangat&lt;br /&gt;Tanganmu kupegang erat-erat&lt;br /&gt;Kenangan itu slalu kuingat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarpun saat ini kau telah berdua&lt;br /&gt;Itu bukanlah kesalahanmu&lt;br /&gt;Ku hanya ingin dapat bertemu&lt;br /&gt;Bila bertemu puaslah hatiku&lt;br /&gt;Bila bertemu puaslah hatiku&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=Rfr92Mhi6iI" rel="nofollow" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;" target="_blank"&gt;http://www.youtube.com/watch?v=Rfr92Mhi6iI&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-747103885054490729?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/747103885054490729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=747103885054490729&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/747103885054490729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/747103885054490729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/08/gereja-tua.html' title='Gereja Tua'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-2724446339213709787</id><published>2010-08-29T19:34:00.000-07:00</published><updated>2010-08-29T19:35:00.633-07:00</updated><title type='text'>Mungkinkah iman diwujudkan dalam dunia perdagangan?</title><content type='html'>&lt;div class="uiHeader uiHeaderBottomBorder mbm" style="border-bottom-color: rgb(170, 170, 170); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0.5em;"&gt;&lt;div class="clearfix uiHeaderTop" style="display: block; zoom: 1;"&gt;&lt;div&gt;&lt;h2 class="uiHeaderTitle" style="color: #1c2a47; font-size: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey; font-size: 11px; font-weight: normal;"&gt;oleh&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;Blasius Full&lt;/a&gt;&amp;nbsp;pada 08 Mei 2010 jam 12:50&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clearfix" style="display: block; zoom: 1;"&gt;&lt;div class="mbs uiHeaderSubTitle lfloat fsm fwn fcg" style="color: grey; float: left; font-size: 11px; font-weight: normal; margin-bottom: 5px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mbs uiHeaderSubTitle lfloat fsm fwn fcg" style="color: grey; float: left; font-size: 11px; font-weight: normal; margin-bottom: 5px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="uiHeaderSubActions rfloat" style="float: right;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix" style="color: #333333; display: block; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 20px; padding-right: 100px; word-wrap: break-word; zoom: 1;"&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkinkah iman diwujudkan dalam dunia perdagangan? Iman itu memiliki wilayah otonomi sendiri yang dipertanggungjawabkan oleh Gereja,sebagai komunitas umat beriman akan Kristus. Sementara perdagangan juga otonominya ada di dunia ini, yang diwarnai persaingan (kompetitif) yang sangat kuat. Pertanyaannya adalah mungkinkah iman yang ilahi itu memiliki bentuknya dalam dunia perdagangan atau sebaliknya, apakah dalam dunia perdangangan yang "mengelola uang" itu bisa menjadi "kesempatan" untuk mewujudkan nilai-nilai manusiawi yang universal, sebagai perwujudan iman? Di satu pihak, tidak bisa dipungkiri, orang beriman tinggal di dunia, namun tidak berarti juga hidup menurut dunia. Maka bagaimanakah orang beriman tetap hidup di tengah dunia tetapi sanggup menjadi "Bintang Terang"? Itulah "GAP" yang mesti dijembatani, agar iman tidak terasing dari umatnya sendiri, namun iman juga menjadi relevan bagi dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu "jembatan" yang dapat digunakan untuk mengatasi GAP itu adalah paradigma "Cash Flow Quadrant" yang diciptakan oleh Robert Kiyosaki, bagaimana meningkatkan kesejahteraan baik keuangan personal, dalam rumah tangga maupun dalam sebuah organisasi. Kalau tidak salah, Cash Flow Quadrant ini menjadi paradigma untuk dinamika Credit Union. Sejauh saya tangkap Cash Flow ini menantang orang untuk berpikir lebih jauh, agar mengubah cara pandang kita dari "bekerja untuk uang" menjadi "uang bekerja untuk kita", dari orang yang bekerja dengan gaji dan menjadi konsumen saja menjadi orang yang memiliki kemampuan leader dan kemampuan berinvestasi (hidup produktif dan membangun jaringan, serta kemampuan fun raising). Nilai-nilai itu termasuk dalam kecerdasan finansial yang bersifat universal dan otonom. Nilai itu dapat diwujudkan oleh semua orang dari golongan manapun. Bukankah nilai-nilai itu "dapat menjadi arah" untuk mewujudkan iman di tengah dunia?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga di hari esok ada banyak orang memiliki kecerdasan finansial, agar iman tidak lagi "mandeg" dalam perkataan dan tulisan, melainkan iman itu sungguh sungguh hidup di tengah dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none" style="clear: both; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div class="photo_img" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=3822787&amp;amp;fbid=388544729811&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=389869259403&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=389869259403&amp;amp;id=552439811" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;&lt;img class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs556.ash1/32397_388544729811_552439811_3822787_6398222_n.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #666666; font-size: 11px; line-height: 12px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px; text-align: justify;"&gt;http://alfahaga.com/wp-content/uploads/2009/12/Cashflow_Quadrant.jpg&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-2724446339213709787?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/2724446339213709787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=2724446339213709787&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/2724446339213709787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/2724446339213709787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/08/mungkinkah-iman-diwujudkan-dalam-dunia.html' title='Mungkinkah iman diwujudkan dalam dunia perdagangan?'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-5554174498811586761</id><published>2010-08-29T11:09:00.000-07:00</published><updated>2010-08-29T11:09:47.083-07:00</updated><title type='text'>Main tebak-tebakan!</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix" style="color: #333333; display: block; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 20px; padding-right: 100px; word-wrap: break-word; zoom: 1;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: normal;"&gt;&lt;div class="uiHeader uiHeaderBottomBorder mbm" style="border-bottom-color: rgb(170, 170, 170); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0.5em;"&gt;&lt;div class="clearfix" style="display: block; zoom: 1;"&gt;&lt;div class="mbs uiHeaderSubTitle lfloat fsm fwn fcg" style="color: grey; float: left; font-size: 11px; font-weight: normal; margin-bottom: 5px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mbs uiHeaderSubTitle lfloat fsm fwn fcg" style="color: grey; float: left; font-size: 11px; font-weight: normal; margin-bottom: 5px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mbs uiHeaderSubTitle lfloat fsm fwn fcg" style="color: grey; float: left; font-size: 11px; font-weight: normal; margin-bottom: 5px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mbs uiHeaderSubTitle lfloat fsm fwn fcg" style="color: grey; float: left; font-size: 11px; font-weight: normal; margin-bottom: 5px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mbs uiHeaderSubTitle lfloat fsm fwn fcg" style="color: grey; float: left; font-size: 11px; font-weight: normal; margin-bottom: 5px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: normal;"&gt;oleh&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;Blasius Full&lt;/a&gt;&amp;nbsp;pada 11 Mei 2010 jam 16:08&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika malam minggu kali ini, sahabat karib Panurata dan Jerawati tidak&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;menghabiskan waktunya jalan-jalan putar kota Moroarto. Tapi menghabiskan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;waktunya untuk berbincang-bincang di rumah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;P : Jeng, aku punya tebakan neh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;J : Ah tebakan apa sih...kayak anak kecil aja main tebak-tebakan...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;P : Penasaran kan? Tebakannya ini: Kenapa ikan dari laut ternyata rasanya itu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tawar, kalau dimasak atau digoreng tanpa garam? Padahal air laut itu asin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana ikan itu tidak menjadi asin, padahal air yang menjadi tempat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;habitatnya asin sungguh?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;J : Karena sudah dari takdir ya begitu, Pak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;P : Kalau jawabmu begitu, anak TK pun mah bisa...Jeng...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;J : Habis tanya aneh-aneh begitu, kan sudah biasa ikan dari air laut itu ya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tawar rasanya!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;P : Jeng, coba sabar dikit gitu. Jeng tahu kan, orang mengasini ikan laut itu,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ikan yang sudah mati atau masih hidup??&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;J : Ya...malah tanya lagi,...ya jelas ikan mati Kang Mas....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;P : Jeng, nah gitu lho....jawab yang enak...aku kan cuma bertanya...jadi ikan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mati itulah ikan yang bisa diasini...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;J : Lho Mas...jadi ikan laut itu tawar karena ikan itu tidak mati?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;P : Nah tepat jawabanmu,....jadi ikan dari laut itu rasanya pasti tawar dan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tidak asin, meski air laut yang berlimpah ruah itu asin..karena ikan itu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;hidup...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;J : Terus Mas Panu, maksudnya gimana?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;P : Begini Jeng, kalau ikan yang bisa diasini itu ikan yang sudah mati. Jadi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kalau Yesus bersabda, "Kamulah garam dunia!". Bagaimana kita mesti jadi garam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dunia, padahal kita hidup? Apa mungkin?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;J : Lho....kita kenyataannya kan hidup, Mas? Terus kalau mau jadi "garam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dunia" berarti harus mati juga?? Kalau kita mati untuk jadi garam dunia, kapan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;hidupnya, Mas?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;P : Jeng, kalau ikan saja bisa diasini karena mati, apalagi kita. Hanya bisa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;menjadi garam, artinya "hidup kita menjadi penyedap bagi hidup orang lain"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;seperti garam...kalau kita mati juga. Masalahnya apa artinya mati bagi hidup&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;beriman..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;J : Setahuku, mati itu ya "tidak bergerak, tidak bernafas, jantung berhenti".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa ada "mati" jenis lain?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;P : Ada Jeng, mati dalam arti "kehilangan nyawa". Coba pernah tidak dengar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sabda Yesus, " Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;menyelamatkannya." Kehilangan nyawa itu bisa berarti "kehilangan segala sesuatu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yang dianggap istimewa dan sering diperlakukan seperti "nyawa" diri kita, karena&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kalau tanpa itu semua kita merasa "sedih, marah, jengkel dsb"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;J : Misalnya apa Mas?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;P : Misalnya ada banyak orang kecanduan rokok. kalau tidak merokok sehari&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;saja, sudah marah-marah...jadi "rokok" itulah nyawanya...Tidak nonton sinetron,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;juga jadi uring-uringan karena rebutan nonton sepakbola dengan suami dan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;anaknya..."sinetron' itu jadi "nyawanya"...."SMS" tidak dibalas jadi murung,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;marah, dst...SMS itulah nyawanya....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;J : Mas, kalau begitu, aku jadi tersindir nih...ya banyak ya nyawaku di&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mana-mana...dan kalau itu semua tidak ada ya...aku kerap marah..gitu...kemarin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;aku baru marah gara-gara bunga anggrekku yang hijau tua dipetik ama adikku..jadi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kalau begitu...nyawaku di bunga anggrek ya...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;P Nah sudah kenal kan "nyawa" kita....sekarang Yesus meminta kita rela&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kehilangan "nyawa" itu..bahkan juga sampai "nyawa" kita sendiri: jiwa dan raga,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kalau ditantang berani mati sampai tetes darah terakhir karena membela iman...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;J Iya mas sekarang aku memahami.....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;P Kalau kita mau kehilangan hobi, kesenangan nonton TV, tidak punya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kesempatan merokok karena dana minim...di situlah ada kesempatan kita untuk&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;menjadi tergantung pada Tuhan...kegembiraan sejati bukan pada "hobbi dan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kesenangan kita", tapi hanya pada Tuhan kita boleh berharap.Itulah salib yang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;harus kita pikul. Kalau mau memanggul salib...kita akan selamat dan mengalami&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kebangkitan...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;J Ooo begitu Mas...iya aku makin memahami arti hidup beriman...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;P Jadi berani mati kan?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;J. Iya berani Mas...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;P: okey....aku pun lagi belajar...sama denganmu...tahu kan..."nyawaku" itu di&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"tape ketan"...ingat nggak aku sering uring-uringan kalau nggak ada tape ketan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sehari aja...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;J Iya Mas....syukurlah mas juga sadar begitu...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jam sudah pk. 21.00 WIB. Mereka belum makan, lalu Panurata keluar dan teriak&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mengundang penjual nasgor "thek-thek" yang lewat di gang samping..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;salam hangat,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;blasius slamet lasmunadi&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none" style="clear: both; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div class="photo_img" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=3846581&amp;amp;fbid=389632139811&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=390948524403&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=390948524403&amp;amp;id=552439811" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;&lt;img class="img" height="213" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs522.snc3/29698_389632139811_552439811_3846581_1725480_n.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; width: 420px;" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #666666; font-size: 11px; line-height: 12px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px; text-align: justify;"&gt;http://img198.imageshack.us/i/638442ikanasin4.jpg/&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-5554174498811586761?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/5554174498811586761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=5554174498811586761&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/5554174498811586761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/5554174498811586761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/08/main-tebak-tebakan.html' title='Main tebak-tebakan!'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-804568774423346103</id><published>2010-08-29T08:32:00.000-07:00</published><updated>2010-08-29T08:32:39.689-07:00</updated><title type='text'>Riyanto, Si Pendiam Yang Turut Membawa SMA St. Agustinus Juara I Rata-rata Nilai Kimia se-Kabupaten Purbalingga</title><content type='html'>&lt;div class="uiHeader uiHeaderBottomBorder mbm" style="border-bottom-color: rgb(170, 170, 170); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0.5em;"&gt;&lt;div class="clearfix uiHeaderTop" style="display: block; zoom: 1;"&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey;"&gt;oleh&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;Blasius Full&lt;/a&gt;&amp;nbsp;pada 06 Mei 2010 jam 23:40&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clearfix" style="display: block; zoom: 1;"&gt;&lt;div class="mbs uiHeaderSubTitle lfloat fsm fwn fcg" style="color: grey; float: left; font-size: 11px; font-weight: normal; margin-bottom: 5px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="uiHeaderSubActions rfloat" style="float: right;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix" style="color: #333333; display: block; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 20px; padding-right: 100px; word-wrap: break-word; zoom: 1;"&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="photo photo_none" style="clear: both; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div class="photo_img" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=3813420&amp;amp;fbid=388037584811&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=389357474403&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=389357474403&amp;amp;id=552439811" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;&lt;img class="img" height="150" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs556.ash1/32397_388037584811_552439811_3813420_4664324_n.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #666666; font-size: 11px; line-height: 12px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px; text-align: justify;"&gt;http://keuskupan-purwokerto.net/files/riyanto.jpg&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesan pendiam dan pemalu sudah langsung tertangkap ketika pertama kali bertemu dengannya di ruang tamu SMA St. Agustinus Purbalingga, Sabtu (1/5). Tinggi kurus dengan rambut ikal pendek, lengkap dengan seragam batik khas SMA St. Agustinus Purbalingga, dialah Riyanto, peraih nilai rata-rata tertinggi di SMA-nya dan salah satu siswa yang andil menjadikan SMA St. Agustinus Juara I Rata-rata Nilai Kimia se-Kabupaten Purbalingga yaitu 8,21. Riyanto sendiri memperoleh nilai Kimianya 9,5.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prestasi tersebut bertambah kemilau lagi, karena seluruh kelas XII IPA di SMA St. Agustinus Purbalingga lulus Ujian Akhir Nasional yang diumumkan minggu kemarin. Sebuah prestasi yang sangat membanggakan, karena banyak pihak yang sampai saat ini memandang sebelah mata terhadap SMA ini dan murid-muridnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Riyanto sendiri bukan berasal dari keluarga yang mampu, kedua orangtuanya hanya bekerja sebagai buruh tani, sementara sebagai sulung dari tiga bersaudara dia diharapkan segera bisa bekerja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Kedua adik saya laki-laki dan masih duduk di bangku SD, jadi ketika saya tiga tahun lalu lulus SMP sebenarnya tidak akan meneruskan ke SMA, namun tetangga saya, Pak Kirsun yang kini adalah Kades Manduraga, mendorong saya untuk bersekolah di SMA St. Agustinus Purbalingga ini, kebetulan beliau memang alumni SMA ini. Walaupun khawatir saya akhirnya masuk juga” ujar Riyanto ketika ditanya bagaimana bisa bersekolah di SMA St. Agustinus Purbalingga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Riyanto memang patut khawatir, karena orang tuanya sudah tidak sanggup lagi membiayai sekolahnya, belum lagi situasi sekolah swasta yang dirasa asing baginya, karena terbiasa bersekolah di sekolah negeri. ”Takut gak ada temannya,” ujarnya singkat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pak Pratomohadi selaku Kepala SMA St. Agustinus Purbalingga menambahkan,”Biaya sekolah Riyanto selama tiga tahun di sini sangat terbantu dengan adanya bantuan beasiswa dari BKM ketika di kelas X, sedangkan di kelas XI dan XII mendapat beasiswa prestasi dari Komunitas Gabriel.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Saya kan mau ambil pelajaran di sekolahnya, jadi saya tidak ambil pusing, dan saya tetap Muslim dan menunaikan kewajiban saya,” demikian ujarnya saat ditanya bagaimana menyikapi imej SMA St. Agustinus Purbalingga yang oleh sebagian masyarakat lekat dengan Kristianitas. Lanjutnya, Dan ”Ternyata teman-teman di sini sangat kompak, kami sudah seperti saudara. Saya jadi kerasan.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk menuju ke sekolah, Riyanto awalnya menggunakan sepeda miliknya sendiri. Dengan jarak tempuh 10 km, waktu yang diperlukan untuk mencapai SMA hingga setengah jam. ”Tapi sepeda saya rusak, lalu saya mendapatkan pinjaman dari sekolah hingga tiga tahun sampai lulus,”katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Kami memang menyediakan sepeda sebagai alat transportasi bagi siswa, walaupun jumlahnya terbatas. Sepeda kami beli dari anggaran sekolah dan donatur khususnya Pastor Paroki Gereja Katolik Purbalingga. Kini ada 15 sepeda yang keseluruhannya sudah terpakai oleh siswa. Sementara total siswa kami 86 anak untuk tahun ajaran 2009/2010,” demikian jelas Kepala Sekolah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada cerita yang mengharukan mengenai sepeda ini, ”Ketika pengumuman kelulusan kemarin, sepeda kan harus dikembalikan, saya dan para guru melihat Riyanto sampai menciumi sepedanya seakan menyatakan rasa terimakasih dan sayangnya. Banyak guru sampai meneteskan air mata haru,” kata Pak Pratomo.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memang tak dapat dipungkiri bahwa dengan kondisi keuangan keluarga seperti Riyanto, alat transportasi sepeda yang disediakan sekolah sangat membantunya untuk menempuh perjalanan dari rumah ke sekolah dan sebaliknya. Untuk buku pelajaranpun, para guru membantunya dengan bermacam cara. Bahkan sampai membelikan buku untuknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat diwawancara, Riyanto ditemani oleh salah seorang sahabatnya Beni Lastaro, salah satu siswa yang juga berprestasi. ”Riyanto memang pendiam dan cenderung pemalu, tapi pintar dan rajin belajar. Dari kelas X selalu ranking 1 dan begitu pun dia tidak sombong dan bahkan selalu mau membimbing teman-temannya yang lain. Tak jarang perpustakaan menjadi tempatnya memberi ’pelajaran ekstra’ untuk temannya. Oh iya, teman saya ini juga jago olahraga lho, dia pernah juara 3 lomba tenis meja se-Kabupaten,” kata Beni mengenai sahabatnya itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beni yang sekarang berprestasi, dahulu pada kelas X merupakan siswa yang kerap melanggar aturan sekolah sehingga seharusnya akan dikeluarkan. ”Kerap saya bolos sekolah. Bisa 30 hari lebih dalam setahun kalau dihitung, karena tiap minggu pasti bolos. Belum lagi pelanggaran lainnya. Saya ’diselamatkan’ oleh Kepala Sekolah dan guru-guru saya. Mereka menantang saya untuk mau berubah, mau mempertimbangkan jasa orangtua yang membiayai saya, dan inilah saya sekarang. Saya mau masuk Sekolah Calon Bintara TNI,” kata Beni mengenai diri dan impiannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lain Beni, lain pula Riyanto. ”Saya hanya mau membahagiakan orang tua saya. Kalau pun ditanya mau kerja di mana, saya hanya punya pikiran akan ikut famili saya di Bekasi yang bekerja di sebuah pabrik kaca. Walaupun dalam hati kecil saya, saya ingin sekolah lagi. Saya sangat berterimakasih kepada sekolah ini, Kepala Sekolah, para guru, dan karyawan untuk segala dukungan dan kebaikan selama di SMA ini,” pungkas Riyanto. (adi)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sumber:&amp;nbsp;&lt;a href="http://keuskupan-purwokerto.net/?pilih=news&amp;amp;mod=yes&amp;amp;aksi=lihat&amp;amp;id=521" rel="nofollow" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;" target="_blank"&gt;http://keuskupan-purwokerto.net/?pilih=news&amp;amp;mod=yes&amp;amp;aksi=lihat&amp;amp;id=521&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-804568774423346103?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/804568774423346103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=804568774423346103&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/804568774423346103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/804568774423346103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/08/riyanto-si-pendiam-yang-turut-membawa.html' title='Riyanto, Si Pendiam Yang Turut Membawa SMA St. Agustinus Juara I Rata-rata Nilai Kimia se-Kabupaten Purbalingga'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-670077240115238024</id><published>2010-08-28T09:33:00.000-07:00</published><updated>2010-08-28T09:33:22.849-07:00</updated><title type='text'>Ingankah engkau membaca tulisanku?</title><content type='html'>&lt;span class="headerControls" id="1_messageHeaderControls" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; width: 205px;"&gt;&lt;span class="headerControls fontT2 fontHeadline" id="1_messageHeaderDate" style="line-height: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="headerControls" id="1_messageHeaderControls" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; width: 205px;"&gt;&lt;span class="headerControls fontT2 fontHeadline" id="1_messageHeaderDate" style="line-height: 20px;"&gt;Sun, August 16, 2009 6:17:30 PM&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Saudaraku, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inginkah engkau membaca tulisanku? Kalau engkau ingin membaca tulisanku, kenapa ya? Apakah karena engkau pernah bertemu denganku? Pasti dari antara sekian banyak orang di milis sebagian besar justru belum pernah bertemu, kecuali menemui di layar monitor! Kalau belum pernah ketemu, lantas apakah tulisanku akan menarik untuk dibaca? Atau masihkah tulisanku bisa menarik dibaca bila engkau pernah ketemu dengan diriku, dan ternyata tahu siapa aku, dengan segala kelemahan yang kumiliki, (kelebihan belum tentu ada)? Bisa jadi tulisanku memang tidak menarik bukan? Entah kita pernah ketemu atau tidak? Lantas apa yang paling menentukan agar tulisanku itu menarik untuk engkau baca?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, &lt;br /&gt;Aku bertanya padamu, masihkah engkau berharap bahwa tulisanku menarik? Dalam mimpiku aku bertemu denganmu. "Met, aku tertarik membaca tulisanmu, kalau yang engkau tulis, bukanlah sekedar pikiran dan perkataanmu, tetapi hidupmu itu sendiri! Hidupmu, apapun adanya, yang realistis, entah itu kelemahanmu, kegagalanmu, saat saat frustrasi, saat saat bosan dan jenuh, itulah yang menarik untuk "dibaca". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, &lt;br /&gt;Kalau begitu, apa artinya "hidup yang dibaca"? Engkaupun menjelaskannya padaku, "Met, ..hidup yang dibaca itu, adalah hidup yang dipertanyakan, bukan soal kamu salah atau benar, bukan soal baik atau jahat, melainkan hidup dipertanyakan agar engkau tahu di manakah engkau kini berada? Apakah engkau sekarang berada di jalur yang benar, atau jangan jangan tanpa kausadari, engkau sudah berada di jalur yang keliru! Bila jalur hidup yang engkau lalui sedang keliru, janganlah menyesali keputusan yang sudah engkau buat, tetapi janganlah malu untuk membuat keputusan yang baru, "berbaliklah" dan buatlah keputusan untuk memilih jalur yang benar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, &lt;br /&gt;"Jalur yang benar" itu sebenarnya seperti apa konkretnya?" . Jalur yang benar itu seperti &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1283007343_0" style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: none; background-origin: initial; background-position: 0% 0%; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-color: rgb(54, 99, 136); border-bottom-style: dotted; border-bottom-width: 2px; cursor: pointer;"&gt;kereta api&lt;/span&gt; yang melaju tepat di atas bantalan rel. Kereta Api itu harus berjalan dengan kecepatan yang teratur dan tidak boleh melebihi batas kecepatan. Kalau melebihi batas kecepatan, roda-roda besi kereta api itu akan "keluar dari rel" alias "anjlok", lalu gerbong bisa terguling, dan tidak lagi terhindarkan penumpang bisa terluka, atau bahkan tewas, dan besarlah kerugian materialnya. Itulah artinya, kalau engkau yakin sedang berada di jalur yang benar, janganlah terlalu yakin, karena pemahaman tentang dirimu sendiri itu terbatas. Engkau tidak mengenal dirimu seluruhnya, melainkan hanya sebagian saja. Siapakah yang mengenal dirimu seluruhnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, &lt;br /&gt;"Mengenal diri seluruhnya" itu berarti kesediaan untuk menyingkapkan luka batin, kelemahan, kegagalan, trauma, meskipun juga mengenal diri berarti kerelaan untuk mengakui ada banyak ambisi ambisi yang tidak sehat: tidak mau repot, mau menangnya sendiri dan mengontrol orang lain, maunya dikatakan hebat dan istimewa. Mengenal diri itu tidak bisa dengan "jerih payah pemikiran akal budi saja", melainkan mengenal diri hanya mungkin kalau engkau mengenal "Siapakah Allah yang mengasihimu! " Itulah inti kebenaran hidup sejati: mengenal siapakah Allah yang hidup dalam dirimu dan mengasihi engkau tanpa batas! Allahmu tidak pernah bosan dan jenuh untuk memberimu kepercayaan: agar engkau mampu menggunakan kehendak bebasmu demi kepentingan kerajaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Bagaimanakah kita mengenal "Allah" agar kita mampu mengenal diri? Allah dikenal kalau engkau setia mendengarkan suara Sabda-Nya saat engkau membaca Kitab Suci, saat engkau merayakan Ekaristi, namun juga saat engkau mau mengasihi sesamamu sampai berani kehilangan nyawamu. Tidaklah cukup &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1283007343_1" style="border-bottom-color: rgb(54, 99, 136); border-bottom-style: dotted; border-bottom-width: 2px; cursor: pointer;"&gt;mengenal Allah&lt;/span&gt; dengan berdoa, melainkan pula mesti kita berperan sebagai "nabi" yang mendengarkan sabda-Nya, dan menjadi "raja" yang mau melayani dengan murah hati untuk orang yang berada dalam kesulitan hidup. Dalam tindakan itulah engkau semakin mengenal diri: meski hidup kita terpecah, namun kita dipercaya Allah untuk menjadi "citra-Nya", menjadi representasi cinta Allah di tengah dunia, agar dunia makin manusiawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1283007343_2" style="border-bottom-color: rgb(54, 99, 136); border-bottom-style: dotted; border-bottom-width: 2px; cursor: pointer;"&gt;Terima kasih&lt;/span&gt;, engkau telah membuka wawasanku, bahwa "hidup" tidak sekedar dijalani, melainkan "hidup itu mesti dibaca" agar kita tahu arahnya...dan akhir tujuannya.Itulah tanda tanda orang yang memiliki "kemerdekaan sejati": berani hidupnya dibaca, tidak hanya dirinya sendiri, namun juga dibaca orang lain, bahkan oleh dibaca oleh Allah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warm regards!&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;write an serayunet-net@yahoogoups.com,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;email: lasmunadi_17_pr@yahoo.com&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-670077240115238024?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/670077240115238024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=670077240115238024&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/670077240115238024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/670077240115238024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/08/ingankah-engkau-membaca-tulisanku.html' title='Ingankah engkau membaca tulisanku?'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-1864760366429149329</id><published>2010-08-28T09:32:00.000-07:00</published><updated>2010-08-28T09:32:40.855-07:00</updated><title type='text'>Nggak salah, pohon jambu mete jadi hiasan Natal?</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="itemboxsub" style="background-color: white; background-image: none; border-left: 1px solid rgb(204, 204, 204); border-right: 1px solid rgb(204, 204, 204); border-style: solid solid none; border-top: 1px solid rgb(204, 204, 204); color: #da6666; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 18px; font-weight: bold; max-width: 520px; padding-left: 5px; position: relative; width: auto;"&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="cattitle" style="font-size: 18px; padding: 3px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="itemsubsub" style="color: #888888; font-size: 10px; font-weight: normal; line-height: 10px; padding: 3px; text-align: right;"&gt;&lt;nobr&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dec 6, '09 7:26 AM&lt;/span&gt;&lt;/nobr&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;untuk&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="itemshadow" style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12px; max-width: 527px;"&gt;&lt;div class="itembox" style="background-color: white; background-image: none; border-bottom: 1px solid rgb(204, 204, 204); border-left: 1px solid rgb(204, 204, 204); border-right: 1px solid rgb(204, 204, 204); border-style: none solid solid; clear: both; margin: 0px; overflow: visible; padding: 5px 10px 10px; position: relative; width: auto;"&gt;&lt;div class="bodytext" id="item_body"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Tidak seperti biasanya, Judesanti selalu kelihatan ceria dan banyak cerita. Kali ini dia lebih sering diam. Tanpa diduga, Minggu siang ini, Mas Trimbil datang. "Hai Judes.....apa kabar?" Judesanti kaget, "Hai....Akang...Kumaha damang, aduuh..kasep pisan euy?" Trimbil tersipu-sipu, "Aya aya wae...abdi mah biasa Neng!" Judesanti lalu mempersilahkan duduk. Judesanti masuk ruang makan, mengambil minum "lemon tea", kesukaan Trimbil. "Nih Kang, lemon tea! Suka kan?" Trimbil malu malu, "Iya..makasih ya..!"&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Thok Thok....pintu ruang tamu tiba tiba diketuk, "Mangga....!!" Ternyata Panurata datang bersama Jerawati..! Dengan ramah, Judesanti menyambut tamu mereka. "Waaah...kok bisa bareng nih ke rumahku? Sudah kencan ya...?" Batin Jerawati, "Enak aja kencan!!" Jerawati manyun, sementara Panurata malah tertawa, "Ya Iyalah...tentu kencan dong!!" Sahut Jerawati, "Ngaco...!Jangan dengarkan sandirawa Mas Panu!! Judesanti dan Trimbil tertawa, "Ha ha....mana yang benar nih! Trimbil menyahut, "Kang Panu memang mengakui jujur, atau Neng Jerawati nih yang nggak mau ngaku he he he! Judesanti menimpali, "Oh iya..iyaa beneeer!!" Trimbil menengahi, "Hayo hayo...duduk santai saja...kita ngobrol ngobrol. Biar ngobrol kita enak, mau minum apa nih? Panurata langsung menyahut, "Waaah...tuan rumahnya sudah ganti Mas Trimbil ya...?" Trimbil pun tersenyum, "Lho, aku itu orang hangat....jadi menawarkan minuman, kan minumannya tidak harus ambil ruang makan, tapi aku bisa keluar sebentar nah...cari minuman yang lebih enak ha ha ha...! Untuk mengurangi rasa malu, Judesanti pun ikut nimbrung, "Iyaa tuh...sejak kapan mau jadi pengganti tuan rumah ini!! Sinarieun, euy...lagi dapat gaji ke-13 kaleeee!!" Jerawati menimpali, "Iya ya...biasanya Trimbil mah pelit, kok tiba tiba murah hati...!!" Sahut Panurata, "Waaah...iyaa...jangan jangan..... ada udang di balik bakwan euyyy!!" Trimbil hanya tersenyum, "Terserah, yang penting, aku kan mau berbuat baik untuk kalian semuanya..! Panurata menimpali, "Khususnya untuk siapa ya....??" Sahut Trimbil, "Ada deh...want to know gitu...!!" Jerawati melirik Judesanti, "Waaah...siapa ya...!!" Judesanti hanya mengerdipkan matanya. Trimbil lalu pamitan, "Sudah ya..jangan dibahas lagi, nanti bahasnya..sekarang mau minum apa?" Panurata dan Jerawati pesan Es Shanghai dan Judesanti pesan es durian!" Trimbil lalu berdiri, "Okey, kita makan mie pangsit yang enak ya..!" Trimbil keluar sebentar ke rumah makan "Asyik Coy!", 100 meter dari rumahnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Setengah jam kemudian, Trimbil sudah membawa pesanan minuman dan mie pangsit. Sambil makan dan minum mereka terlibat pembicaraan untuk mempersiapkan natal di Paroki St. Jean Mary Vianney, di kota tempat tinggal mereka di Gemah Ripah! Mas Trimbil membuka pembicaraan, "Kebetulan Rm Sinten memberi kepercayaan agar aku jadi koordinator panitia natal tahun ini. Kira kira kalian punya usul nggak nih...?" Jerawati menyahut, "Mas Trimbil, aku punya usul, gimana kalau tahun ini kita tidak usah pakai pohon cemara, tapi kita gunakan pohon jambu mete, Mas!" Panurata, teman specialnya Jerawati membantah, "He he he...lha kok aneh mau pakai jambu mete segalaaa....!Nggak salah tuhh? "&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;"Sahut Jerawati, "Ya nggaklah ya....makanya dengarkan dulu kata Ibu Guru ini...he he!" Panurata langsung manyun, "Hem yang lagi seneng jadi Ibu Guru...!" Trimbil menimpali, "Ya sudah, kita dengarkan penjelasan Ibu Guru!"&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Jerawati pun langsung menjelaskan, "Pohon Jambu Mete itu, akarnya bisa menyuburkan tanah, juga di tanah yang kadar kapurnya tinggi! Akar tunggangnya lebih dari 3 m dalamnya dan akar-akar penyerap hara menancap sedalam 6 m. Akar penyerap ini mempunyai fungsi menyerap air maupun zat makanan. Dengan akar sedalam begitu, Pohon jambu mete itu bisa hidup di daerah kering sekalipun, karena akarnya akan mudah beradaptasi dan mencari air tanah sendiri. Akibatnya, tanah yang tadinya kering malah bisa basah karena akar pohon jambu mete ini." Panurata tersenyum, "Waaah...ternyata luar biasa yaa...!" Trimbil menimpali, "Maksudmu siapa nih yang luar biasa??" Judesanti langsung menyahut, "Jelas Diajeng Jerawati gitu lhooo, kok pakai nanya segala!" Sahut Trimbil, "Jadi kalau begitu, pohon jambu mete itu bisa menjadi simbol kehadiran Yesus yang mengakar dalam kekeringan hidup manusia akibat dosa!" Sahut Jerawati, "Naaah....benar...seratus untuk Mas Trimbil!" Panurata cuma nyengir, "Hemm.....ternyataa.....!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;" Tanya Judesanti, "Ternyata apa nih Akang Panu...?" Panurata tersenyum, "Ternyata, Jerawati hebat euyyyy....!!" Jerawati tersenyum simpul.."Ya, Iyalaah....siapa aku gitu looh....!!" Panurata menyahut, "Yeeee....kok malah tanya siapa aku!! Habis dipuji kok malah bingung ama dirinya, siapa aku!!!" Judesanti dan Trimbil tertawa, "Ha ha ha, aya aya wae, kang Panu!! Jerawati menimpali, "Biasalah, kalau sudah kalah ide ya begitu deh...cari cari kesempitan untuk ngerjain aku...tapi...yang penting...dia sudah kalah, 1 - 0!!" Panurata pun tidak mau kalah, "Iyeee...yang lagi jadi selebritis di Paroki...!!" Sahut Jerawati, "Iya dong, emang penting buat aku jadi selibritis, yang penting aku kan nggak pernah jadi selibritis! Weeek...!!!" Trimbil menengahi, "Iya sudah...kita teruskan, jadi...kita usulkan ke Romo Sinten, nanti dalam rapat panitya Natal untuk menggunakan "pohon jambu mete!!" Nah, intinya tadi, pohon jambu mete itu punya akar yang luar biasa fungsinya, sanggup tumbuh dan beradaptasi di tanah yang kering (curah hujannya 800-1000mm). Yesus lahir dalam "kekeringan hidup manusia!" Judesanti, Jerawati dan Panurata, mengiyakan, "Okey....!!" Tambah Judesanti, " Tinggal diwujudkan dalam dekorasi, dan persembahan...!!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Hari sudah sore, kira kira jam 15. Mereka pun lalu menutup perjumpaan mereka yang ser-san (serius tapi santai) dengan doa Koronka. Trimbil, Panurata dan Jerawatipun lalu pulang untuk mempersiapkan rapat Panitia Natal malam ini di Parokinya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="relatedlinks" style="font-size: 12px; margin-top: 8px; text-align: left;"&gt;&lt;div class="taglinks" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Tag:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;a href="http://lasmunadi17pr.multiply.com/tag/jambu%20mete" rel="tag" style="color: #0b5eb4; text-decoration: none;"&gt;jambu mete&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="taglinks" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="taglinks" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://lasmunadi17pr.multiply.com/journal"&gt;http://lasmunadi17pr.multiply.com/journal&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-1864760366429149329?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/1864760366429149329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=1864760366429149329&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/1864760366429149329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/1864760366429149329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/08/nggak-salah-pohon-jambu-mete-jadi.html' title='Nggak salah, pohon jambu mete jadi hiasan Natal?'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-2852532161494000208</id><published>2010-08-28T07:40:00.000-07:00</published><updated>2010-08-28T07:40:10.456-07:00</updated><title type='text'>Saat engkau cemberut</title><content type='html'>&lt;span class="headerControls" id="2_messageHeaderControls" style="width: 205px;"&gt;&lt;span class="headerControls fontT2 fontHeadline" id="2_messageHeaderDate" style="line-height: 20px;"&gt;Sun, August 9, 2009 6:55:41 PM&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="iconContainer"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;                               &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="headerControls" id="2_messageHeaderControls" style="width: 205px;"&gt;&lt;span class="headerControls fontT2 fontHeadline" id="2_messageHeaderDate" style="line-height: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat engkau cemberut, engkau telah membungkus senyuman ramahmu untuk sahabat dan saudaramu! Padahal Tuhan menaruh harapan, melalui dirimu, saudaramu yang sedih akan merasa nyaman tinggal di hatimu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat engkau muram dan memalingkan wajahmu kepada orang yang berada dalam kesulitan hidupnya, engkau sebenarnya telah menyembunyikan cinta Tuhan yang engkau percayakan kepadamu. Padahal kehadiranmu diharapkan menjadi tanda cinta-Nya yang membawa harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat engkau mencari harga dirimu dan takut wibawamu merosot turun, engkau sebenarnya telah membungkus kesempatan untuk tumbuh dan berkembang. Padahal Tuhan mau menganugerahkan rahmat kebijaksanaan: menjadi mulia dalam kerendahan hati, namun engkau tidak mau untuk terluka sebentar saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat engkau membuang muka kepada temanmu yang telah menjengkelkan dirimu, engkau telah membungkus rapat hatimu yang penuh belas kasih dan pengampunan. Padahal Tuhan sudah memberikan kepadamu mandat untuk mengampuni, yakni tidak menghakiminya lagi, melainkan justru memberikan kesempatan kepadanya untuk berubah. Begitu besar cinta Tuhan, sampai pengampunan pun dipercayakan kepada manusia, agar manusia dengan mudah memaafkan sesamanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat engkau menolak anakmu untuk bersandar pada bahumu, saat itulah juga engkau kehilangan kesempatan untuk merasakan tangisan, detak jantung anakmu yang mempercayakan hidupnya kepadamu. Begitulah anakmu percaya kepadamu, orang tuanya. Anakmu yakin engkau tidak akan menyakiti hatinya, melukai tubuhnya, melainkan anakmu percaya, engkau orangtuanya akan mendidik dan merawatnya penuh kasih! Tuhan pun percaya dan menaruh harapan kepadamu sebagai orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat engkau menyalahgunakan kehendak bebasmu untuk berbuat dosa, di situlah sebenarnya rahmat belas kasih Tuhan yang maharahim berlimpah limpah. Namun rahmat itu tidak akan dirasakan kalau kita masih "hidup": membela diri terus dengan 1001 alasan yang membenarkan diri sendiri meskipun sudah ditunjukkan kesalahanmu. Kita butuh belajar "mati": kehilangan &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1283005488_0" style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136); cursor: pointer;"&gt;harga diri&lt;/span&gt;, agar kita mampu menemukan rahmat Tuhan yang berbelas kasih kepada orang berdosa. Itulah ibarat, ikan yang hidup di tengah lautan tidak akan menjadi asin meski air lautnya asin.Namun hanya ikan mati yang dapat diasini karena fungsi "self defense mecanism" ikan itu sudah tidak berjalan lagi. Begitulah diri kita sebenarnya. "Kamu adalah garam dunia". Mungkinkah kita akan menjadi garam bila kita tidak "mati"? Kita akan menjadi garam kalau berani kehilangan "sikap membela diri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1283005488_1" style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136); cursor: pointer;"&gt;Tanah&lt;/span&gt; yang subur, mudah dicangkul dan menyerap air apa saja. Tanah itu selalu siap untuk ditanam "biji-bijian" yang menjadi benih tanaman untuk bertunas. Apakah kita ini siap menjadi biji gandum, biji rambutan, biji padi, yang siap ditanam? Tanah itu bisa jadi hidup kita bersama, ada yang tandus, ada yang subur, ada yang dikelilingi semak berduri, atau seperti tanah di atas bebatuan, atau seperti tanah di pinggir jalan? Terhadap orang lain, kita dipanggil menjadi tanah yang subur agar sahabatku, bagaikan biji padi, siap bertunas, tumbuh dan berbuahkan bulir padi yang bermutu. Bagi diri sendiri, kita dipanggil untuk menjadi "biji" yang siap mati untuk ditanam, di manapun kita akan hidup. Tuhanlah yang memberi hidup dan pertumbuhan kepada biji itu...dan kitalah yang dipanggil saling merawat dan memupuk tanah kehidupan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga hari esok ada banyak kejutan yang membuat hidupmu menjadi tanah yang subur bagi banyak orang! Semoga kita mau menjadi biji padi yang jatuh ke tanah dan mati, agar berlimpah buah padinya saat panen nanti.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;write an serayunet-net@yahoogoups.com,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;email: lasmunadi_17_pr@yahoo.com&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="headerControls" id="2_messageHeaderControls" style="width: 205px;"&gt;&lt;span class="headerControls" id="2_messageHeaderFlag"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-2852532161494000208?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/2852532161494000208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=2852532161494000208&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/2852532161494000208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/2852532161494000208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/08/saat-engkau-cemberut.html' title='Saat engkau cemberut'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-5373242523284210603</id><published>2010-08-27T23:00:00.000-07:00</published><updated>2010-08-27T23:00:02.080-07:00</updated><title type='text'>Panurata dan Judeswati</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Status FB &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811&amp;amp;ref=search"&gt;Blasius Full&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;2 maret 2010, jam 7:14&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Pagi ini, Jerawati ketemu Panurata di kantor CU Cikal Bakal, sapanya, "Mas, kok sekarang gendhut, kayak Gajah, "diblangkoni" lagi!" Sahut Panu, "Heh, pagi pagi sudah ngeledhek orang! Biar gendhut, aku kan bangga! Balas Jerawati, "Halah, bangga apa narcis, wong kayak Gajah Diblangkoni!" Panu kaget, "Apaan tuh?" Jawab Jerawati, "Artinya ngomong banyak tapi nggak dijalani!" Panu nyengir, "Enak aja, padahal iya sih!"&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;8 maret 2010, jam 15:23&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Sore ini Panurata menyapu halaman depan rumahnya. Lewatlah Jerawati jalan kaki di depan rumahnya. Tanya Mas Panu, "Jeng, mau kemana, sudah mendung?" Sahut Jerawati, "Emang penting apa, tanya-tanya?" Protes Mas Panu, "Ampyuuuun..juthek banget sih!!" Balas Jerawati, "Biarin juthek, emang dilarang apa? Panu rata aja nggak dilarang!" Mas Panu manyun, "Huuh, dasar! Ditanya baik-baik, malah sewot!"&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;14 maret 2010, jam 9:57&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Sambil menyapu halaman, Panurata bersenandung, "You raise me up so I can stand on mountains. You raise me up to walk on stormy seas..." Tiba-tiba suara Jerawati, "Aduuh, suaranya bagus banget!" Mas Panu menengok, "Eh, Jeng, makasih ya pujianmu!" Sahut Jerawati, "Ye, gak usah GeeR!" Balas Panu, "Kok gitu, sih?" Kata Jerawati, "Suraramu bagus banget, apalagi kalau jadi sirene pemadam kebakaran!" Panu lalu manyun!&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;19 maret 2010, jam 12:56&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Siang ini, Panurata berpapasan dengan Jerawati di Warung Mie Ayam. Sapa Jerawati, "Akang, aduuh sudah 2 mangkok mie? Lapar pisan, euy?" Sahut Panu, "Nih, mau nambah lagi satu mangkok!" Balas Jerawati, "Weleh weleh, masih kurang 2 mangkok?" Sahut Panu, "Tuh kan, padahal aku mau pesan lagi buatmu, eh malah ngledhek! Nggak jadi pesen, ah!" Jawab Jerawati, "Ye, gengsi dong dipesenin dirimu!"&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;23 maret 2010, jam 19:45&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Sore tadi, Jerawati ketemu Panurata di Warung Mie Bakso. Kata Panu, "Jeng, kok senyum-senyum sendiri? Aya naon?" Sahut Jerawati, "Emangnye dilarang apa, senyum sendiri?" Balas Panu, "Ye, dengar dulu, aku cuma bertanya ada apa? Sewot banget sih?" Jawab Jerawati, "Mau tahu, ada apa?" Sahut Panu, "Iya dong!" Kata Jerawati, "Aku senyum, karena dirimu tidak hanya berpanu tapi berjerawati" Panu manyun!&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;25 maret 2010, jam 11:27&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Jerawati ketemu Panurata di Pasar Manis, "Aloww Akang!" Mas Panu kaget, "Hey, Jeng, mau belanja apa nih?" Sahut Jerawati, "Mau beli buntut sapi, gurami, bawal! Buat pesta gitchu!" Jawab Panu, "Jeng, kok boros banget sih?" Balas Jerawati, "Ye, daripada loe, muka boros, euy!!" Balas Panu, "Biarin mukaku boros, daripada wajah bermutu!" Sahut Jerawati, "Maksoed loe, bemuka tua? Enak aja, uuuh!"&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-5373242523284210603?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/5373242523284210603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=5373242523284210603&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/5373242523284210603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/5373242523284210603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/08/panurata-dan-judeswati.html' title='Panurata dan Judeswati'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-4712245960118379870</id><published>2010-08-27T03:48:00.000-07:00</published><updated>2010-08-27T03:48:28.610-07:00</updated><title type='text'>Judesanti &amp; Aya!</title><content type='html'>&lt;div class="itemboxsub" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: none; background-origin: initial; border-bottom-color: initial; border-bottom-style: none; border-bottom-width: initial; border-left-color: rgb(204, 204, 204); border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(204, 204, 204); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: rgb(204, 204, 204); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; color: #da6666; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 18px; font-weight: bold; max-width: 520px; padding-left: 5px; position: relative; width: auto;"&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="cattitle" style="font-size: 18px; padding-bottom: 3px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; padding-top: 3px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="itemsubsub" style="color: #888888; font-size: 10px; font-weight: normal; line-height: 10px; padding-bottom: 3px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; padding-top: 3px; text-align: right;"&gt;&lt;nobr&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dec 6, '09 5:43 PM&lt;/span&gt;&lt;/nobr&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;untuk&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="itemshadow" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; max-width: 527px;"&gt;&lt;div class="itembox" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-color: rgb(204, 204, 204); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-left-color: rgb(204, 204, 204); border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(204, 204, 204); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: initial; border-top-style: none; border-top-width: initial; clear: both; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; overflow-x: visible; overflow-y: visible; padding-bottom: 10px; padding-left: 10px; padding-right: 10px; padding-top: 5px; position: relative; width: auto;"&gt;&lt;div class="bodytext" id="item_body"&gt;&lt;div class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: medium;"&gt;Saat jalan-jalan dengan naik sepeda onthel menuju pastoran St Tarcisius, Judesanti kaget bukan kepalang, ada suara yang memanggil-manggil, "Ayaaaaa.....! Ayaaaa....!" Namaku tuh bukan Aya...sudah ganti, kok dia tahu ya..namaku!" Orang itu lari-lari, dan Judesanti pun berhenti di depan Pasar Anyar, lalu turun dari sepedanya. Orang itu mengulurkan tangannya untuk bersalaman, "Aya, masih ingat aku?" Dengan bibir manyun, Judesanti menyahut, "Kamu siapa? Kok panggil panggil aku Aya dan menghampiri aku? Aku kan bukan bernama Aya?" Orang itu berbicara pelan, "Iya, kalau aku sudah nggak diingat ya, nggak apa apa! Tapi kalau Aya bukan namamu, kenapa engkau mau berhenti dan menungguku datang? Benar, namamu Aya?" Judesanti masih belum mau mengiyakan, "Bukan, namaku bukan Aya. Namaku Judesanti. Titik! Aku bangga kok dengan namaku sekarang!! Orang itu tidak mau kalah, "Okey, nanti tanyakan saja pada orang tuamu, benar nggak kalau namamu yang sebenarnya itu Aya, bukan Judesanti, seperti sekarang ini!" Lalu Judesanti membalas, "Sebentar, aku tanya namamu siapa, dan tinggal di mana sekarang, kok kenal dengan ayah ibuku? Aku sendiri baru 3 bulan di kota pelajar ini! "Orang itu" hanya memberitahukan alamatnya, "Aku tidak perlu memberitahukan namaku, tapi cukuplah alamatku dan nama orang tuaku! Alamat ku di Jalan Margasatwa 20, berseberangan dengan Gereja St. Tarcisius. Bapakku bernama Senen, Ibuku bernama Legi! Tanya deh, pasti orang tuamu tahu.!! Sambil manyun, Judesanti membalik arah, dan pulang ke rumah. Sambil manyun, dia berterima kasih pada "orang itu". "Okey terimakasih, tapi maaf ya, aku tidak suka dengan orang yang suka merahasiakan nama! Sombong, tauuu!!" Orang itu tersenyum, "Terimakasih, saya minta maaf! Semoga dirimu lebih bahagia nanti dipanggil Aya! Judesanti pun mengayuh sepedanya cepat cepat pulang ke rumah sambil penasaran, masih 500 meter lagi tapi jalan menanjak!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya sampai juga di rumah. Judesanti, langsung teriak, "Ibuuuuu.....!! Ibunya, bernama Melati, menyahut, "Ada apa Neng, kok teriak teriak begitu? Kamu kan sudah besar...!" Tanpa menghiraukan teguran ibunya, Judesanti langsung laporan, "Kok tadi aku dipanggil Aya, ama seseorang, Bu? Benar nggak sih, kalau namaku asli itu sebenarnya Aya...? Dengan sabar Ibunya balik bertanya, "Siapa yang bilang?" Sahut Judesanti, "Itu lho Bu, dia ngaku rumahnya Depan Gereja St. Tarcisius, terus anak dari Bapak Senen dan Legi! Ibu Melati lalu tersenyum, "Ohhhh....Neng belum kenal yaa...? Dia itu pastor Sinten...!! Dia lebih tua 15 tahun di atasmu, sekarang umurnya sudah 45 tahun! Waktu kecil, kamu sering main ke rumah dia, sampai umur 3 tahun! Kamu pasti lupa, kan?" Judesanti langsung mengerenyitkan dahi, "Haaaah...pastor, Bu? Dan aku sering main ke rumahnya?" Ibu Melati pun mengiyakan, "Iya bener, dulu kalau sudah main ke rumah Pastor Sinten, kamu nggak mau pulang! Pokoknya kalau belum ketemu dia, kamu masih nunggu, sampai Mas Sinten itu pulang sekolah! Kamu seneng banget kalau diajak main "dakon"." Judesanti nggak sabaran, "Lalu, kenapa aku dipanggil Aya?" Ibu Melati menjawab penuh hati hati, "Begini, dulu kalau Mas Sinten belum muncul, kamu selalu tanya terus ama Ibu Legi atau Pak Senen. Pak, Bu, Aya Mas Sinten? Ayaa? Pokoknya dulu kamu tuh nggak sabaran...tanya terus...Nah suatu saat, Mas Sinten tidak sekolah, tapi sengaja mereka ngeledek kamu! Kamu tanya, "Mas Sinten, aya Ibu?" Bu Legi bilang, "Nggak ada kok...lagi pergi, nggak akan pulang lagi! Terus kamu menangis keras...!! Eeeh ...tiba tiba Mas Sinten tuh teriak.."Ayaaaaaa.....!!" Waaah...kamu langsung peluk Mas Sinten..saking senengnya..!" Sejak saat itu, Mas Sinten suka banget panggil kamu Aya...!!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Judesanti terharu mendengar cerita itu, "Aduh Bu, aku jadi nggak enak hati, tadi habis aku juthek banget...! Nyesel, Bu!" Ibu Melati menenangkan hati Judesanti, " Iya sudah, nanti kalau kita ke Gereja mampir ya ke rumahnya...! Romo Sinten itu lagi ambil cuti 3 bulan setelah pulang studi di luar negeri sana!" Judesanti, "Waah,...berarti pinter ya Bu!" Ibunya mengangguk! "Iya dong, masak jadi pastor, yang dipilih yang nggak pinter!" Sahut Judesanti, "Terus, kenapa aku dipanggil Judesanti?" Ibunya menjawab, "iya, nama itu panggilan ibu, karena kamu tuh Judes banget, tapi ngangenin gitu, kayak iklan itu, nggak ada loe, nggak rame he he he!" Judesanti terus tertawa, "Ha ha ...Ibu bisa aja nih...tapi aku bangga Bu..biarpun aku judes, tapi aku orangnya kan baik hati, Ibu! Nggak sombong, rendah hati dan suka bercocok tanam! He he he...! Ibu Melati tidak tahan mendengarkan omongan anak semata wayangnya itu, "Aduuh aduuh...kamu tuh brondhong banget...!!" Judesanti langsung menyahut, "Wakakakkak...Ibu gauuuuuull pisaaaan!" Ibu Melati pun tidak mau kalah, "Kalau ibumu nggak gaul, mana bisa menghibur dirimu yang super juthek...!!" Judesanti nyengir, "Iya deh Bu. makasih ya Bu...!! Sun Ibu...aku mau ke rumah depan Pastoran ya..cari Romo Sinten, mau minta maaf...! Ibunya mengangguk, "Iya, nah begitu dong, jangan suka malu untuk meminta maaf ya..!" Judesanti pamitan, "Bye Ibu, pergi dulu ya..!"&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesampai di rumah Romo Sinten, Judesanti pelan pelan mengetuk pintu,,"Thok Thok Thok!!" Lalu muncullah sosok "orang yang tidak dikenal di jalan tadi!". Judesanti langsung mengulurkan tangannya, "Romo Sinten, minta maaf ya...aku tadi juthek dan marah marah pada Romo!" Romo Sinten mengangguk, sambil tersenyum, "Iya saya maafkan, nggak masalah..Gimana seneng nggak dipanggil Aya lagi?" Judesanti malu tersipu-sipu, "Ehm...mau dong Romo..! Ternyata nama Aya itu tidak hanya sekedar berarti "ada" kan? Tapi bersejarah banget untuk hidupku di masa kecil! " Sahut Rm Sinten, Iya, syukurlah kalau Ibumu sudah cerita. "Terus siapa yang boleh panggil kamu Aya?" Judesanti pun mengerutkan dahi, "Siapa saja deh, Romo, yang penting mereka mau bersahabat denganku!" Rm Sinten menganggukkan kepala, "Okey...minggu depan, dalam pertemuan Mudika, nanti Aya sharing ya..!" Judesanti masih kaget, "Iyaa Romo, aku sudah dipanggil Aya lagi?" Romo Sinten menepuk bahunya, "Iya, Aya, bagus kan namamu itu? Baik ya, saya mau ke pastoran dulu, laporan ke Pastor Paroki, mau minta jatah jadual misa Minggu!" Judesanti pun pamit pulang, "Iya Romo, makasih ya..! Saya pulang dulu, sekali lagi minta maaf, sudah juthek!" Romo Sinten mengangguk, lalu mengantar Aya pulang ke rumah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya Judesanti pun sekarang berganti nama Aya, seperti masa kecilnya dulu. Dengan penuh senyum ceria, Judesanti pulang ke rumahnya, "Ibuuuu....aku ganti nama aja ya...!" Ibu Melatipun kaget, "Loh, mau ganti nama?" Judesanti menyahut, "Iya..Ibu, aku tadi sudah ketemu Rm Sinten. Aku rasanya lebih senang deh, kalau diganti nama Aya, lebih mudah diingat dan lebih "hangat" gitu rasanya di telinga dan di hati! Ibunya mengangguk. "Tapi bilang dulu dengan Bapakmu juga ya...! " Setelah ayahnya pulang dari dinas luar, mereka pun mendukung pergantian nama. "Aya menjadi nama tua untuk Judesanti".&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="UIActionLinks UIActionLinks_bottom"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="UIActionLinks UIActionLinks_bottom"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;a href="http://lasmunadi17pr.multiply.com/"&gt;http://lasmunadi17pr.multiply.com/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-4712245960118379870?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/4712245960118379870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=4712245960118379870&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/4712245960118379870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/4712245960118379870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/08/judesanti-aya.html' title='Judesanti &amp; Aya!'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-8868925967005341936</id><published>2010-08-27T03:47:00.000-07:00</published><updated>2010-08-27T03:47:23.588-07:00</updated><title type='text'>Warung Mie Ayam "Geulis"</title><content type='html'>&lt;div class="itemboxsub" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: none; background-origin: initial; border-bottom-color: initial; border-bottom-style: none; border-bottom-width: initial; border-left-color: rgb(204, 204, 204); border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(204, 204, 204); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: rgb(204, 204, 204); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; color: #da6666; font-weight: bold; max-width: 520px; padding-left: 5px; position: relative; width: auto;"&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="text-align: justify;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="cattitle" style="padding-bottom: 3px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; padding-top: 3px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="itemsubsub" style="color: #888888; font-weight: normal; line-height: 10px; padding-bottom: 3px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; padding-top: 3px; text-align: right;"&gt;&lt;nobr&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Feb 6, '10 12:06 AM&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/nobr&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;untuk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="itemshadow" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; max-width: 527px;"&gt;&lt;div class="itembox" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-color: rgb(204, 204, 204); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-left-color: rgb(204, 204, 204); border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(204, 204, 204); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: initial; border-top-style: none; border-top-width: initial; clear: both; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; overflow-x: visible; overflow-y: visible; padding-bottom: 10px; padding-left: 10px; padding-right: 10px; padding-top: 5px; position: relative; width: auto;"&gt;&lt;div class="bodytext" id="item_body"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: small;"&gt;Hari ini, Sabtu, Panurata tidak ke kantor CU Cikal Bakal, tapi menyempatkan diri jalan jalan pagi sendirian. Sementara Judesanti isterinya ada di rumah. Panurata berjalan ke arah alun-alun kecamatan Gemah Ripah. Di seberang jalan alun-alun, ada penjual mie ayam yang rasanya "yahuuut"! Lalu mampirlah Panurata di warung mie ayam, namanya "Geulis" itu. "Bu, langsung 2 mangkok, es jeruk tanpa es satu ya!" Penjual mie ayam itu, Ibu Geulis, langsung menyahut, "Mang, kok es jeruk tanpa es, kumaha atuh? E jeruk gitu?” Panu tertawa, “Iyaaa maaf, Bu, soalnya kebiasaan nih, ngeledek teman!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Tiba tiba ada suara wanita yang menyahut juga, “Uuuh, dasar Panu, rasain kalau suka usil! Pesen minum tuh yang bener!” kata wanita itu. Panurata membatin, “Kok kayak suara Jerawati!” Panurata menoleh ke sebelah kanan gerobak mie ayam, “Oaaaalah, ternyata dikau, Jerawati! Yeee, kok juthek banget sih!” Sahut Jerawati, “Biarin, emang kalau aku nggak juthek, terus penting buatmu apa?” Balas Panurata, “Aduuuh, marah euy? Dirimu tetap penting buatku, meski juthek begitu!” Jawab Jerawati, “Dengarkan ya, tidak ada sekarang ini jamannya ngeleees! Adanya sekarang itu jaman juthek…!” Sahut Panu, “Iyee, kenapa sih, kok sewot banget, mau makan mie ayam sekalian, atau pesen mie nih?” Balas Jerawati, “Mau makan, atau pesen, kan bukan urusanmu, want to know banget sih?” Panurata masih bisa tersenyum, “Ampyuuun, Jeng! Kalau begitu, aku yang traktir ya!” Jerawati mulai turun otot jidatnya, “Iyee, thanks sobat!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Panurata lalu mengajak Jerawati duduk, “Jeng, duduk sebentar, ya, 5-10 menit, temani aku makan mie nih!” Jerawati tidak menjawab, tapi langsung duduk, dan bertanya, “Kenapa minta ditemenin, kangen ya?” Panurata langsung “jaim”, “Yeee, nggaklah, emang penting kalau aku kangen?” Balas Jerawati, “Yee, GR amat, aku kan cuma tanya, kangen ya? Kalau dikau kangen dengan diriku, emang aku harus juga kangen denganmu? Tak usaaaah, sorry…! Nggak level tauuuu!!” Panurata bengong, “Haaah, terus ngapain dirimu tanya, kangen segala?” Jawab Jerawati, “Emang dilarang hukum apa, kalau aku hanya sekedar bertanya? Coba dengarkan lagunya BCL Tentang Kamu, emang pertanyaan itu harus dijawab?” Balas Panurata, “Tentang Kamu? Lagunya BCL, Bunga Citra Lestari?” Sahut Jerawati, “Nah, tahu kan?” Coba deh, dengarkan ringtoneku!”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Panu tergoda untuk menanggapi Jerawati, “Jeng berapa no hpmu?” Jawab Jerawati, “satu dualima, dua limapuluh, tiga tujuh lima”. Panurata kaget, “He, itu nomer cantik apa?” Jawab Jerawati, “Iye cantik kan, secantik yang punya hp!” Panurata ngakak, “Uuuh,…dasar narcissss…!! Bener nggak nih nomermu?” Jerawati dengan mantap menyahut, “Ya bener dong! Coba miscall aku dengan teriak saja, “satu dualima, dualimapuluh, tiga tujuh lima!” Dan teriaklah Panurata, “Satudualima, dualimapuluh, tigatujuhlima” Lalu terdengarlah lagu BCL, “Bagaimana bila akhirnya ku cinta kau. Dari kekuranganmu hingga lebihmu. Bagaimana bila semua benar terjadi. Mungkin inilah yang terindah.” Panurata terkejut, “Haaah…tadi kamu yang nyanyi?” Jerawati cuma nyengir, “Bagus kan, suaraku? Aku rekam suaraku dengan MP4. Jadi tinggal klik, langsung deh HPku bunyi. He he he” Panurata hanya tertawa, “Ehm gitu ya caranya pamer suara?” Jawab Jerawati, “Iya…tapi ingat aku cuma bertanya, tidak butuh jawabanmu. Okey?” Balas Panurata, “Yee, GR banget sih, nggak usah merasa deh, kalau aku mau menjawab pertanyaanmu! Mau bertanya begitu saja, pinjam pertanyaannya BCL! Nggak intelek gitu!”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jerawati tidak mau kalah! “Yee, biarin, aku cuma bertanya, dan pertanyaan itu tidak selalu harus dijawab.” Panurata balik bertanya, “Lalu siapa yang jawab pertanyaan BCL itu?” Sahut Jerawati, “Yah, tanya lagi, dirimu sudah menjawab pertanyaan BCL atas nama Judesanti kan? Pertanyaanku juga sudah dijawab Trimbil!” Panurata lalu kelihatan kalah, “Iya deeeh…yang sudah bahagia bersama Kakanda Trimbil!!” Sahut Jerawati, “Untung banget deh, aku nggak jadian dengan dirimu. Kalau jadi, yaa..bisa tiap hari cuma sarapan mie ayam terus!” Panurata protes, “Haah, aku jauh lebih untung tau, kalau aku jadian dengan dirimu, aduuuh…hujan local terus tiap hari. Sia sia memberi makan buatmu, tidak jadi daging tapi malah energimu habis untuk judes terus. Meski isteriku namanya Judesanti, tapi dia lebih lemah lembut daripada dirimu!” Jerawati kelihatan mukanya merah, “Uuuh…dasar Panu, kapan sih panumu nggak rata!?”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendengar percakapan mereka berdua, Ibu Geulis tidak tahan untuk nimbrung, "Aduuh, kalian ini sudah berkeluarga kok kayak ABG saja sih! Kalian berdua dulu teman sekelas?" Sahut Jerawati, "Iya Bu, Panurata ini teman sekelasku, tapi usil banget, suka ngumpetin sepatuku, dibawa pulang!" Bu Geulis lalu ingat, "Oh ini Panurata, anaknya Pak Jidat dari kampung Loh Jinawi, bukan? Aduuh, sekarang kumisnya tebal banget?Dulu mah bersih, tanpa kumis!" Jawab Panurata, "Iya bener, Bu! Wah Ibu jadi tahu dong masa kecilku?" Sahut Bu Geulis, "Iya, aku berarti tahu, dulu kamu usil banget, Bapak Ibumu sering cerita. Sekarang kumis tebal begini, kasep pisan euy!!" Panurata tersenyum bangga. Jerawati pun tak tahan untuk iseng, "Wakakakak, GR pisan euy, dibilang kasep pisan. Padahal aku kan paling tidak suka pria berkumis, Bu!" Jawab Bu Geulis, "Iya masing masing pria &amp;amp; wanita itu punya kelebihannya tidak boleh saling membenci. Neng, jangan membenci kumis ya!" Panurata pun merasa dibela, "Iya tuh dengerin nasihat orang tua! Jangan membenci kumis! Kumis itu nggak bersalah, kan Bu!&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bu Geulis lalu mengalihkan pembicaraan, "Iya sudah, sekarang Ibu pingin dengar cerita, tentang kamu Neng. Panurata langsung komentar, " Bu, Jerawati tuh ampyuuun banget lho! Masakan cewek usil banget, Bu! Suka pasang permen karet itu di bangku, kalau di buku catatanku! Padahal kan permen karet sudah dimakan, dikunyah-kunyah, basah air liurnya lagi!" Ibu Geulis tertawa, "Waaah..ternyata seneng ya jadi anak anak nakal! Boleh dulu nakal, tapi sekarang boleh nakal juga, asalkan jangan marah kalau diledek &amp;amp; diusilin. Sahabat itu sampai kapanpun tetap sahabat, kok!" Jawab Jerawati, "Iya Ibu...besok aku ke sini lagi ya Bu, dapat discount kan?" Panurata juga ikutan, "Iya Bu, aku besok siang ya ke sini lagi, gratis kan Bu?" Jerawati sewot, "Yeee, CU-MI, beli dong!!" Panuta tidak terima, "Kamu sendiri saja beli mie ayam minta discount, kan payah banget! Mendingan aku, nggak malu malu, minta gratisan!" Bu Geulis menyahut, "Iya sudah, buat kalian berdua gratis, tapi sebulan sekali ya!" Panurata &amp;amp; Jerawati serentak protes, "Yaaah, Ibu!"&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jerawati lalu berdiri, "Iya deh Bu, nggak akan minta discount he he he!" Panurata menimpali, "Iya Bu, besok aku akan bayar dua kali lipat ya!" Mereka berdua lalu pamitan. Jawab Bu Geulis, "Iya, makasih banyak ya, jangan kapok ke sini, dan jangan kapok bayar ya!" Jerawati dan Panurata tertawa, "Waah,Ibu bisa aja!!" Panurata pun pamit pada Jerawati, " Thanks ya…sudah menemaniku makan pagi!” Sahut Jerawati, “Iyee, thanks, besok kirim mie ayam ke rumahku ya!” Jawab Panurata, “Inggih, Ndara Putri!” Mereka berdua lalu pergi ke arah berlawanan, pulang ke rumah masing masing untuk malam minggu sendiri sendiri.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="relatedlinks" style="font-size: 12px; margin-top: 8px; text-align: left;"&gt;&lt;div class="taglinks" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Tag:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;a href="http://lasmunadi17pr.multiply.com/tag/panurata" rel="tag" style="color: #0b5eb4; text-decoration: none;"&gt;panurata&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="taglinks" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;http://lasmunadi17pr.multiply.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-8868925967005341936?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/8868925967005341936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=8868925967005341936&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/8868925967005341936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/8868925967005341936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/08/warung-mie-ayam-geulis.html' title='Warung Mie Ayam &quot;Geulis&quot;'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-4217880831323188408</id><published>2010-08-26T09:49:00.000-07:00</published><updated>2010-08-26T09:49:00.981-07:00</updated><title type='text'>Menanam sebuah "pohon" dalam diriku</title><content type='html'>&lt;div class="itemboxsub" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: none; background-origin: initial; border-bottom-color: initial; border-bottom-style: none; border-bottom-width: initial; border-left-color: rgb(204, 204, 204); border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(204, 204, 204); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: rgb(204, 204, 204); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; color: #da6666; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 18px; font-weight: bold; max-width: 520px; padding-left: 5px; position: relative; width: auto;"&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="font-size: 12px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="cattitle" style="font-size: 18px; padding-bottom: 3px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; padding-top: 3px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="itemsubsub" style="color: #888888; font-size: 10px; font-weight: normal; line-height: 10px; padding-bottom: 3px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; padding-top: 3px; text-align: right;"&gt;&lt;span class="update"&gt;Mar&amp;nbsp;4,&amp;nbsp;2008&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="itemshadow" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; max-width: 527px;"&gt;&lt;div class="itembox" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-color: rgb(204, 204, 204); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-left-color: rgb(204, 204, 204); border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(204, 204, 204); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: initial; border-top-style: none; border-top-width: initial; clear: both; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; overflow-x: visible; overflow-y: visible; padding-bottom: 10px; padding-left: 10px; padding-right: 10px; padding-top: 5px; position: relative; width: auto;"&gt;Apa artinya menanam sebuah pohon? Dari manakah bibit itu kan kudapat. Kira-kira pohon apakah yang bisa menjadi berkat bagi saudaraku? Barangkali orang membutuhkan agar dalam diriku tumbuh pohon kesempatan, a tree of chance, di mana orang memiliki kesempatan yang makin utuh, untuk menjadi dirinya sendiri. Dengan pohon itu, semoga makin banyak orang dapat kubantu mencari "kesempatan" untuk berkembang, juga kalau "kesempatan" itu rasanya pahit, bentuknya tidak bagus, bahkan kadang menyakitkan. Bibit pohon itu hanya dimiliki oleh Bapa, yakni Roh Kudus yang menjiwai setiap orang karena Yesus yang bangkit. Maka a tree of chance itu sudah ditanam bibitnya dalam hatiku dan hatimu. Karena itu, marilah hidup untuk menciptakan kesempatan yang memungkinkan satu sama lain tumbuh makin sempurna!&lt;/div&gt;&lt;div class="itembox" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-color: rgb(204, 204, 204); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-left-color: rgb(204, 204, 204); border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(204, 204, 204); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: initial; border-top-style: none; border-top-width: initial; clear: both; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; overflow-x: visible; overflow-y: visible; padding-bottom: 10px; padding-left: 10px; padding-right: 10px; padding-top: 5px; position: relative; width: auto;"&gt;&lt;a href="http://lasmunadi17pr.multiply.com/"&gt;http://lasmunadi17pr.multiply.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-4217880831323188408?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/4217880831323188408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=4217880831323188408&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/4217880831323188408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/4217880831323188408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/08/menanam-sebuah-pohon-dalam-diriku.html' title='Menanam sebuah &quot;pohon&quot; dalam diriku'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-4333685437462719700</id><published>2010-08-26T09:47:00.001-07:00</published><updated>2010-08-26T09:47:44.190-07:00</updated><title type='text'>Pizza Hut: benarkah menyegarkan relasi?</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="itemboxsub" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: none; background-origin: initial; border-bottom-color: initial; border-bottom-style: none; border-bottom-width: initial; border-left-color: rgb(204, 204, 204); border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(204, 204, 204); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: rgb(204, 204, 204); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; color: #da6666; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 18px; font-weight: bold; max-width: 520px; padding-left: 5px; position: relative; width: auto;"&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="font-size: 12px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="cattitle" style="font-size: 18px; padding-bottom: 3px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; padding-top: 3px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="itemsubsub" style="color: #888888; font-size: 10px; font-weight: normal; line-height: 10px; padding-bottom: 3px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; padding-top: 3px; text-align: right;"&gt;&lt;nobr&gt;Nov 4, '08 5:21 PM&lt;/nobr&gt;&lt;br /&gt;untuk&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="itemshadow" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; max-width: 527px;"&gt;&lt;div class="itembox" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-color: rgb(204, 204, 204); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-left-color: rgb(204, 204, 204); border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(204, 204, 204); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: initial; border-top-style: none; border-top-width: initial; clear: both; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; overflow-x: visible; overflow-y: visible; padding-bottom: 10px; padding-left: 10px; padding-right: 10px; padding-top: 5px; position: relative; width: auto;"&gt;&lt;div author="lasmunadi17pr" author_possessive="lasmunadi17pr's" class="bodytext" id="item_body" is_pmrepliable="1"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img border="0" class="alignright" src="http://images.lasmunadi17pr.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SRDWCQoKCC8AAAPt3ag1/pizza-hut-double-deep-pizza-730700.jpg?et=1gO89Gr27hANZf0uvH%2Bs4Q&amp;amp;nmid=0" style="float: right; margin-bottom: 10px; margin-left: 10px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;Belum lama ini, sahabatku begitu ceria. Harapan yang dinantikan akhirnya terjadi juga. Jerawati namanya. Begitulah, tidak menyangka, relasi dengan Panurata akhirnya kembali segar, meski&amp;nbsp; masih ada senyum kecut di bibirnya yang tebal.! Relasi itu kembali segar, sejak Jerawati mengirimkan Pizza Hut kesenangan Panurata!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun benarkah, Pizza Hut itu meluluhkan hati Panurata yang sempat dendam pada Jerawati? Kalau begitu, rendahkah harga diri Jerawati, sehingga ia dimaafkan karena kirim Pizza? Ataukah Pizza itu memberikan "kegembiraan" untuk Panurata yang sedang kesepian? Menurutku kalau itu benar benar terjadi, nilai pengampunan hanya diukur materialistis banget...jangan jangan senyum itu senyum matrek. Orang mengampuni kok karena hobbynya dipenuhi...Waaaah! Atau biarlah meski matrek, toh akhirnya bisa tersenyum?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa-rasanya...Jerawati tetap "diacungi jempol" karena ia tidak lagi gengsi untuk memberi pizza itu kepada Panurata meski&amp;nbsp; rasanya "sakit hati" itu belum sungguh sungguh hilang. Namun, itulah sebuah usaha yang luar biasa untuk "membuat komunikasi" tercipta kembali. Dia berharap, pizza itu menjadi sebuah "tali kasih" yang menyambung kembali relasi yang sudah terpatah terpatah. Itulah tanda Jerawati mulai matang sebagai pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah juga harapan untuk Pannurata. Semoga Panurata tidak mengampuni hanya gara gara&amp;nbsp; hanya diberi pizza itu, tapi ia mengampuni dengan tulus hati..Dengan tulus hati itu, berarti ia tidak lagi memandang Jerawati dengan kacamatanya sendiri. Ia tidak lagi menghakimi, melainkan percaya bahwa orang yang bersalah itu mampu tumbuh dan berkembang makin baik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Tuhan memberikan wewenang kepada manusia untuk mengampuni, "Ampunilah dosa kami seperti kami pun mengampuni sesama kami!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Have a nice today!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div author="lasmunadi17pr" author_possessive="lasmunadi17pr's" class="bodytext" id="item_body" is_pmrepliable="1"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div author="lasmunadi17pr" author_possessive="lasmunadi17pr's" class="bodytext" id="item_body" is_pmrepliable="1"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div author="lasmunadi17pr" author_possessive="lasmunadi17pr's" class="bodytext" id="item_body" is_pmrepliable="1"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://lasmunadi17pr.multiply.com/journal/item/21/Pizza_Hut_benarkah_menyegarkan_relasi"&gt;http://lasmunadi17pr.multiply.com/journal/item/21/Pizza_Hut_benarkah_menyegarkan_relasi&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-4333685437462719700?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/4333685437462719700/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=4333685437462719700&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/4333685437462719700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/4333685437462719700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/08/pizza-hut-benarkah-menyegarkan-relasi.html' title='Pizza Hut: benarkah menyegarkan relasi?'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-6645123867020971582</id><published>2010-08-21T12:06:00.001-07:00</published><updated>2010-08-21T12:06:59.717-07:00</updated><title type='text'>Jangan pernah lelah untuk mencintai sesama</title><content type='html'>&lt;div style="color: #584d40; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px; line-height: normal;"&gt;August 21, 2010 - Posted by&amp;nbsp;&lt;a href="http://akhmadmurtajib.com/" rel="external" style="color: #485b19; font-weight: bold; font: normal normal normal 100%/normal Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; text-decoration: none;" title="Visit kang tajib’s website"&gt;kang tajib&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #584d40; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://akhmadmurtajib.com/wp-content/uploads/2010/08/akhmadmurtajib.jpg" style="color: #465919; font-weight: bold; text-decoration: underline;"&gt;&lt;img alt="undefined" border="0" height="240" src="http://1.1.1.3/bmi/akhmadmurtajib.com/wp-content/uploads/2010/08/akhmadmurtajib_thumb.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline;" title="Shift+R improves the quality of this image. Shift+A improves the quality of all images on this page." width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #584d40; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Ba’da Salah Tarwih, 20 Agustus 2010, di pelataran rumah saya,&amp;nbsp; di pinggir sawah. Enampuluhan teman dari berbagai (latar) agama dan mazhab duduk melingkar saling bergantian menyampaikan pengalamannya pernah berteman dengan&amp;nbsp;&lt;a href="http://akhmadmurtajib.com/2010/08/13/selamat-jalan-romo-blasius-slamet-lasmunadi-pr/" style="color: #798758; font-weight: bold; text-decoration: none;" target="_blank"&gt;Romo Slamet yang beberapa waktu lalu dipanggil Tuhan.&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #584d40; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Romo itu orang yang jujur dan tekun, kata Romo Sumanto. Dia berjuang untuk bisa jadi romo, dan selalu&amp;nbsp; gagal. Tapi karena kejujuran dan ketekunannya, dia akhirnya sukses. Sepanjang umurnya, dia abdikan hidupnya untuk pelayanan umat. Dan dia pun bisa mepertanggungjawabkan semua model pengabdian itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #584d40; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span id="more-453"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #584d40; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Romo itu orang yang susah dipahami, dan kami yang&amp;nbsp;&lt;em&gt;telat mikir&lt;/em&gt;&amp;nbsp;baru paham setelah kejadian, kata Atmaji. Contohnya dalam pembuatan dekorasi suatu acara. Biasanya kami hanya membikin dengan kertas atau gabus. Tapi romo menginginkan yang aneh-aneh, seperti pake daun ini dan itu, pohon ini dan itu. Kami pikir itu terlalu berlebihan. Tapi begitu jadi, romo menceritakan mengapa mesti demikian. Bahwa dekorasi pake pohon-pohon itu akan bisa menjadikan kita lebih mencintai alam.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #584d40; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Romo juga seorang yang tidak mempedulikan dirinya bila membantu orang lain. Wawan menceritakan dirinya saat acara di tempat yang dingin. Romo itu punya penyakit asma, dan ketika itu&amp;nbsp; sedang parah-parahnya. Tapi ketika kami tanya apa romo bisa membantu kami di acara itu, romo bilang siap tanpa mempedulikan kesehatannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #584d40; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Romo itu hidup bukan di dunia yang penuh dengan tepuk tangan, tapi totalitasnya dalam melayani&amp;nbsp; umat luar biasa. Tokoh agama lain perlulah belajar banyak dari beliau. Saya salut walau saya tidak banyak bergaul dengan dirinya, kata abduh dari Muhammadiyah.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #584d40; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Semangat berbagi romo luar biasa. Saya kira cuma saya yang banyak diberi ilmu oleh beliau, kata Ari, eh ternyata semua orang memang diberi hal serupa. Iin juga membenarkan semangat berbagi itu dalam kontek pendidikan anak dan keluarga. Juga Supra menjelaskan pengalaman tentang pelajaran mengenai analisa masalah yang dipelajari dari romo.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #584d40; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Romo itu orang yang luar biasa, walau pun dia Katolik dan saya Muslim tapi saya merasa dia sebagai bapak saya sendiri, kata Supra.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #584d40; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Dan banyak lagi pernyataan teman-teman di malam itu. Teman-teman tidak hanya katolik, tapi juga Muslim dan lainnya. Pernyataan berupa pengalaman setelah berteman dengan romo Slamet. Yang meninggal beberapa hari lalu, di umurnya yang masih muda, 42 tahun. Dan mereka merasa kehilangan dengan berpulangnya romo ke pangkuan Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #584d40; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Ya, acara yang dimoderatori kang kholid itu memang untuk mengenang Romo Slamet. Seorang katolik yang hidupnya, khususnya saat di Kebumen antara 2004-2009, tidak pernah membuat sekat-sekat keagamaan dalam mencintai sesama. Ya, romo adalah orang yang tanpa lelah sepanjang hidupnya, khususnya saat di Kebumen, untuk mencintai sesama. Cinta yang diujudkan dalam bentuk memberdayakan orang-orang di sekitarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #584d40; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Acara bertajuk “Jangan Pernah Lelah untuk Mencintai Sesama” malam itu ditutup dengan doa, untuk kedamaian romo juga untuk semua yang hadir agar mendapatkan semangat untuk bisa melajutkan semangat romo, untuk terus jangan lelah mencintai sesama demi hidup yang lebih bermartabat. Amin.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-6645123867020971582?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/6645123867020971582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=6645123867020971582&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/6645123867020971582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/6645123867020971582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/08/jangan-pernah-lelah-untuk-mencintai.html' title='Jangan pernah lelah untuk mencintai sesama'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-4735852063407904248</id><published>2010-08-20T08:47:00.000-07:00</published><updated>2010-08-20T08:47:03.225-07:00</updated><title type='text'>Makan Bersama</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;h2 style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://ex-steris.com/wp-content/themes/ColdStone/img/rip.png); background-origin: initial; background-position: 0px 80%; background-repeat: no-repeat no-repeat; font-family: georgia, 'times new roman', verdana; font-size: 12px; font-weight: normal; font: normal normal normal 1.5em/normal arial, helvetica, sans-serif; letter-spacing: -1px; line-height: 18px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 30px; padding-right: 0px; padding-top: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="letter-spacing: normal;"&gt;Posted by andrie in&amp;nbsp;&lt;a href="http://ex-steris.com/category/articles/rm-blasius/" rel="category tag" style="color: #a40505; text-decoration: none;" title="View all posts in Rm. Blasius Slamet Lasmunadi Pr"&gt;Rm. Blasius Slamet Lasmunadi Pr&lt;/a&gt;&amp;nbsp;on 02 3rd, 2009&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia, 'times new roman', verdana; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: normal;"&gt;&lt;a href="http://ex-steris.com/2009/02/makan-bersama/"&gt;http://ex-steris.com/2009/02/makan-bersama/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia, 'times new roman', verdana; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix" style="font-family: georgia, 'times new roman', verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari Minggu siang yang lalu, Trimbil dan isterinya berkunjung ke rumah Panurata. “Thok-thok-thok….” Trimbil mengetuk pintu rumah sahabat karibnya sejak SD Wara Wiri di Kutoageng. “Mangga, mangga….Waah…janur gunung Mas….!”sapa Panurata dengan penuh senyuman menerima tamunya, yang datang jauh jauh dari tetangga desa Wara Wiri. “Iya Mas, ini kebetulan kan minggu, apa salahnya kami berkunjung!” balas Mas Trimbil. Lalu Judesanti, isteri Panurata pun ikut keluar, “Weeeelaaah…Jeng Jerawati …tumben…kumaha damang?” Jerawati pun membalas dengan logat Sundanya, “Pangestu, Jeng.! Ngomong-ngomong, kita pakai Indonesia saja ya…kasihan Mas Trimbil dan Panurata nanti tidak tahu bahasa kita..ha ha ha…! Mereka mah jawa pisan..!” Panurata, tuan rumah agak tidak terima, “Iye iye….kita mah masih Jawa tulen…masih tinggal di Jawa eh…ngatain kita Jawa banget…yeeee!!” Mereka berempat pun lalu tertawa bersamaan. Lalu Panurata tiba-tiba mengajak mereka makan, “Yuk kita ngobrol sambil makan saja…! Ibu sudah menyiapkan Ayam kampung rasa jahe..!” Trimbil dan isterinya saling berpandangan, “Haah..ayam jahe?” Judesanti memandang Trimbil dan isterinya yang kelihatan heran…”Kok makan ama ayam jahe?” Trimbil pun memberanikan diri bertanya, “Mas Panu, bener tuh ayam dimasak pakai bumbu jahe saja…? Mas Panu tidak mau menjawab, tapi melempar pada isterinya, Judesanti, “Bu, tolong dijelaskan…siapa tahu mereka akan buat ayam jahe juga..lho nanti dan kita tinggal makan he hehe”.”Iya Mas,” seru Judessanti “Begini lho, resep membuat ayam jahe.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ayam jahe ini ayam kampung biasa. Setelah dicuci dibersihkan lalu dikeringkan di atas api sebentar. Enaknya pakai api arang, tapi ya…kalau mau praktis…pakai api kompor gas juga boleh deh..daripada pakai kompor minyak..kan minyaknya dah habis…!”…Lalu setelah nggak basah, ayam ini direndam dengan arak merah, terbuat dari sari tape ketan. kira kira…sampai 3 perempat botol…nah satu ayam sedang ini diberi bawang putiih 10-15 siung besar, yang ditumbuk kasar. Setelah itu berilah jahe 3 potongan besar, tapi jahe itu dibakar dulu, biar keluar minyaknya.! Kalau mau sedap lagi, berilah 3-5 potongan pangkal serai yang sudah ditumbuk kasar. Setelah itu, taruhlah ayam yang direndam arak itu dengan bumbu tadi, tempatkan di panci kecil atau mangkok besar, dan kukuslah sekitar 45 menit. Setelah itu angkat lalu makanlah dengan sambal kecap ..!”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-size: 1.1em; line-height: 19px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-size: 1.1em; line-height: 19px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Panurata pun lalu menyahut, “Nah, setelah mendengar penjelasan juru masak kita, kita cicipi ya..” Trimbil pun lalu menyela, “Mas, doa dulu dong!” Dengan sigapnya Judesanti pun lalu tanggap, “Iya Pak …lupa neh…mari kita berdoa,”Tuhan terimakasih atas perjumpaan kami siang ini, berkatilah makanan ini agar menguatkan kami untuk memuliakan nama-Mu. Demi Kristus pengantara kami!” Lalu mulailah mereka makan bersama.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-size: 1.1em; line-height: 19px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Di tengah makan, Trimbil pun membuka pembicaraan, “Wah..Mas Panu, ternyata enak juga ya masakan isterimu…meski daging ayam ini tidak asin, tapi rasanya ehmm panas jahe dan nikmat ..! Jerawati pun tidak kalah memuji Judesanti, “Wah…enak pisaaan…!” Judesanti tersenyum bangga, “Iya makasih lho pujian Mas Trimbil dan Jeng Jerawati..saya jadi maluuu, tapi biasa saja kok!” Panurata pun menyela, “Inilah namanya makan bersama, kan?” Trimbil pun tidak begitu saja mengiyakan, “Lho,kita kan sudah makan bersama…lha biasanya…apa kita nggak makan bersama? Apa bedanya di sini dan di rumah sendiri? Apa bedanya makan dengan keluarga sendiri dan dengan keluarga orang lain?” Jerawati mulai mencoba berpendapat, “Gini lho,Mas, maksudnya, makan bersama itu ya pasti gembira, apapun yang kita makan ini sederhana, tapi hati ikut bergembira…! Coba kalau kita makan di rumah, kan kita sering diam, dan jarang tertawa seperti sekarang, kan?” Trimbil melotot, ‘Wah…jangan buka kartu gitu dong..itu rahasia keluarga!” Jerawati nggak mau kalah, “Pak, mumpung ada contoh yang baik bagaimana makan bersama…kan kita bisa juga makan bersama dengan gembira!” Panurata pun ikut tersenyum, “ya sudah, kok malah perang dunia, nanti saja di rumah kalau mau perang dunia he he he!” Judesanti juga mulai menambah pendapat Panurata, “Begini lho, kita itu berusaha gembira, karena ya…ini semua kan rejeki dari Tuhan, Pak, makin sederhana kita memasak, makin kita merasa hidup itu penuh anugerah, tapi kalau kita pinginnya masak yang bumbunya serba enak, lha nanti kan kita malah nggak bisa gembira.!” Trimbil lalu menyahut, “Bener Jeng, nanti saya coba akan bergembira kalau makan bersama dengan isteriku tercinta ini, karena yang masak bukan tetangga sebelah, tapi karena isteriku! Panurata mengiyakan, “nah begitu dong…jadi bergembiralah waktu makan bersama, jangan dilihat sayurnya, tapi siapa yang diajak makan, dan siapa yang mempersiapkannya…!&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-size: 1.1em; line-height: 19px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Tanpa terasa, mereka sudah kekenyangan makan siang, apalagi ada es buah. Tapi waktu sudah jam tiga siang. Trimbil pun mulai pamitan, “Mas Panu dan Jeng Judes, kami mau pamit, terima kasih sudah bisa makan bersama dengan gembira, dan yang penting dapat resep baru..ayam jahe..!” Mas Panu pun membalas, “Iya terima kasih banyak sudah berkunjung, saya pun jadi ikut gembira…padahal tadi pagi baru saja isteri saya ini marah marah!” Judesanti lalu menyela, “Wah…Mas..jAwas! Jangan memulai peperangan!’ Pak Trimbil dan Jerawati tertawa mendengarkan omongan Juedesanti, “Jeng Judes lho, aya aya wae!” Panurata hanya tersipu sipu malu, “Begitulah, isteri saya ini..pinter masak sih, tapi…” Trimbil lalu jadi penasaran, “Tapi apa to….?” Jerawati menepuk punggung suaminya, “Sudah Pak, nggak usah ingin tahu…rahasia keluarga !!” Panurata dan Judesanti hanya tersenyum..! Mereka pun berjalan sambil keluar jalan mengantar tamu mereka&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-size: 1.1em; line-height: 19px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Minggu itu, berakhir dengan kegembiraan untuk keluarga Trimbil Jerawati dan Panurata Judesanti. Moga moga makan bersama memang menjadi kegembiraan bukan tekanan!&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_center"&gt;&lt;div class="photo_img" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=1108298&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=41665334403&amp;amp;aid=-1&amp;amp;oid=41665334403&amp;amp;id=552439811" style="color: #a40505; text-decoration: none;"&gt;&lt;img alt="" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v1926/159/114/552439811/a552439811_1108298_4496.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-4735852063407904248?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/4735852063407904248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=4735852063407904248&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/4735852063407904248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/4735852063407904248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/08/makan-bersama.html' title='Makan Bersama'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-2941676858420637711</id><published>2010-08-20T08:33:00.000-07:00</published><updated>2010-08-20T08:44:27.979-07:00</updated><title type='text'>ROMO BLASIUS SLAMET YANG KUKENAL</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" class="MsoNormalTable" style="width: 421px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 2.25pt 0cm 2.25pt; width: 99.04%;" valign="top" width="99%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="color: #999999; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 7.5pt;"&gt;Ditulis Oleh paulus suminarto&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #999999; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 7.5pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 1;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 2.25pt 0cm 2.25pt; width: 99.04%;" valign="top" width="99%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 12.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="color: #334455; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 7.5pt;"&gt;Monday, 16 August 2010&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #334455; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 7.5pt;"&gt;&lt;a href="http://santodominikuspwt.org/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=391&amp;amp;Itemid=1"&gt;http://santodominikuspwt.org/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=391&amp;amp;Itemid=1&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 2; mso-yfti-lastrow: yes;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 2.25pt 0cm 2.25pt; width: 99.04%;" valign="top" width="99%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="mosimage" style="border-bottom-color: rgb(204, 204, 204); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-left-color: rgb(204, 204, 204); border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(204, 204, 204); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: rgb(204, 204, 204); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; clear: right; display: inline !important; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em; margin-top: 5px;"&gt;&lt;img alt="Image" border="0" height="176" hspace="6" src="http://santodominikuspwt.org/images/stories/Yayasan/2010/agustus2010/romosygkukenal/dsc08723.jpg" title="Image" width="314" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, 'Sans Serif'; font-size: 11px;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, 'Sans Serif'; font-size: 11px;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;div align="center" class="mosimage" style="border-bottom-color: rgb(204, 204, 204); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-left-color: rgb(204, 204, 204); border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(204, 204, 204); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: rgb(204, 204, 204); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; display: inline !important; margin-bottom: 5px; margin-left: 5px; margin-right: 5px; margin-top: 5px;"&gt;&lt;div align="left" class="mosimage_caption" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: #efefef; background-image: initial; background-origin: initial; border-top-color: rgb(204, 204, 204); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; color: #666666; display: inline !important; font-size: 10px; margin-top: 2px; padding-bottom: 1px; padding-left: 2px; padding-right: 2px; padding-top: 1px; text-align: left;"&gt;Mgr Julianus Sunarka memimpin misa requiem.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;Yayasan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 9pt;"&gt;&amp;nbsp;Suasana duka   terasa dalam Perayaan Misa Requiem untuk mendoakan jenasah Romo Blasius   Slamet Lasmunadi Pr. Misa Requiem yang dipimpin langsung oleh Mgr Julianus   Sunarka didampingi oleh Pst Siswantoko, Pr (Pastor Paroki Katedral) dan Pst   Boni Abas (Pimpinan Dekanat Tengah) dihadiri oleh para pastor,   rohaniwan-rohaniwati, umat yang berasal dari dalam dan luar kota, serta   banyak&amp;nbsp;&amp;nbsp;para pelajar dari SD-SMP-SMA Bruderan dan SMP Susteran,   sehingga tidak tertampung seluruhnya di dalam gedung gereja. Di awal misa, Mgr.   Julianus Sunarka mengingatkan pentingnya bersyukur atas usia yang diberikan   karena kita memiliki waktu untuk menyempurnakan diri. “Kenapa Saya, Romo   Yohanes, Romo Carolus, Romo Hadi, Romo Kirdi yang sudah tua-tua ini bukan   yang dipanggil Tuhan? Apa artinya?” tanya Monsignour dalam kata pembukaannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 9pt;"&gt;&lt;img alt="Image" src="http://santodominikuspwt.org/images/stories/Yayasan/2010/agustus2010/romosygkukenal/dsc06080a.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: #EFEFEF; line-height: normal; margin-bottom: 3.75pt;"&gt;&lt;span style="color: #666666; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 7.5pt;"&gt;Romo Blasius Slamet saat misa di salah satu lingkungan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;Lebih jauh dalam kotbahnya, Bapak Uskup Purwokerto itu mengungkapkan   keteladanan dari Pribadi Romo Slamet yang perlu direnungkan bersama. Ada tiga   hal – menurut Mgr Sunarka - yang patut diteladani dari Romo Slamet ini.   Pertama, Romo Slamet adalah teladan bagi orang yang tidak pernah mundur dalam   menggapai cita-cita. Berulang kali Romo Slamet gagal melanjutkan studi imamatnya   selama di seminari. Namun, dia tidak pernah mundur, bahkan terus berusaha dan   akhirnya tercapai. “Uskup Paskalis yang mau menerimanya bisa dikatakan   menjadi titik terang bagi Romo Slamet.” kata Mgr Sunarka. Kedua, Romo Slamet   adalah teladan dalam ketaatan dan kesetiaan melaksanakan tugas perutusanya.   “Romo Slamet melaksanakan tugas itu dengan memanggul salib yang berat. Tidak   jarang ia berbicara dengan saya secara pribadi akan arti pentingnya tugas   yang Saya berikan untuk mewartakan kabar gembira. ” kata   Uskup.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Ketiga, teladan dalam perjuangan seorang imam dalam   menghayati selibat/kemurnian yang memang tidak mudah, karena harus selalu   berusaha menolak hawa nafsu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;&lt;img alt="Image" height="111" src="http://santodominikuspwt.org/images/stories/Yayasan/2010/agustus2010/romosygkukenal/anak%20susteran.jpg" width="200" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: #EFEFEF; line-height: normal; margin-bottom: 3.75pt;"&gt;&lt;span style="color: #666666; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 7.5pt;"&gt;Anak-anak SMP Susteran bersiap mengikuti misa requiem didampingi Sr   Renildis, OP dan bapak Ibu guru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16.5pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 9pt;"&gt;Kepergian Romo Slamet meninggalkan duka bagi semua yang mengenalnya. Ia   adalah sosok pribadi seorang imam yang sederhana dalam sikap, rendah hati,   dan tulus dalam pergaulan dengan siapapun juga. Hal ini terungkap dari   pengalaman Mrs. Irma – salah seorang guru TK St Yosep – yang beberapa hari   yang lalu menceritakan pengalamannya kepada redaksi. “Saya kenal Romo Slamet,   sejak Beliau masih frater. Tahun 2000, ketika Pelayanan di Stasi Kaliurang,   Purbalingga,&amp;nbsp;&amp;nbsp;menjadi tempat saya berjumpa dengan Romo yang pertama   kali. Meski, pertemuan di Purbalingga itu hanya beberapa bulan saja, saya   melihat Romo sesekali merasakan sesak nafas, saat memimpin   ibadat.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16.5pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 9pt;"&gt;&lt;img alt="Image" src="http://santodominikuspwt.org/images/stories/Yayasan/2010/agustus2010/romosygkukenal/persembahan.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: #EFEFEF; line-height: normal; margin-bottom: 3.75pt;"&gt;&lt;span style="color: #666666; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 7.5pt;"&gt;Romo menerima persembahan anak-anak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;Beberapa tahun kemudian setelah tidak bertemu, saya bertemu lagi di stasi   yang sama pada bulan April. Namun, saat itu Romo Slamet sudah berubah sekali.   Badannya bertambah gemuk. Beliau memimpin misa dengan bersemangat, meski   tidak mengenakan sepatu atau sandal. Seusai misa di sakristi, Beliau   mengatakan bahwa kakinya sakit sekali, kalau memakai sepatu atau sandal. Itu   semua, karena serangan asam urat dan kolesterol yang sangat tinggi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16.5pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 9pt;"&gt;Yang paling mengesan bagiku adalah semangat dan kesetiaannya untuk memimpin   misa dalam keadaan sakit. Sesekali saya melihat tangannya menahan berat   tubuhnya di meja altar. Keringatnya selalu bercucuran, sehingga Beliau harus   membawa sapu tangan sampai empat buah. Tulisan-tulisannya di facebook sangat   bagus. Bukan hanya karena saya dapat chating, melainkan juga karena renungan   yang dituliskan Romo sering menjadi inspirasi batinku setiap hari.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16.5pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 9pt;"&gt;Selamat jalan Romo Slamet! Dalam sakitMu, Engkau tetap setia untuk   bekerja dan memberikan pelayanan pada Tuhan dan Umatnya. Terimakasih.” tutur   Mrs Irma mengenang sosok Imam yang dikaguminya.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16.5pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 9pt;"&gt;&lt;img alt="Image" height="184" src="http://santodominikuspwt.org/images/stories/Yayasan/2010/agustus2010/romosygkukenal/berkatanak.jpg" width="320" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: #EFEFEF; line-height: normal; margin-bottom: 3.75pt;"&gt;&lt;span style="color: #666666; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 7.5pt;"&gt;Romo Blasius memberkati anak-anak dalam misa Pesta Santo Dominikus 8   Agustus 2009.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-2941676858420637711?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/2941676858420637711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=2941676858420637711&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/2941676858420637711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/2941676858420637711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/08/romo-blasius-slamet-yang-kukenal.html' title='ROMO BLASIUS SLAMET YANG KUKENAL'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-1909673808584699583</id><published>2010-08-20T08:28:00.000-07:00</published><updated>2010-08-20T08:28:58.129-07:00</updated><title type='text'>In Memoriam : Romo Blasius Slamet Lasmunadi Pr</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Arial, sans-serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;small class="date" style="border-left-color: silver; border-left-style: solid; border-left-width: 1px; color: silver; float: right; font-size: 0.8em; line-height: 2.3em; margin-bottom: 5px; margin-left: 10px; margin-right: 0px; margin-top: 1.5em; padding-left: 5px; position: relative; right: 0px; text-align: center;"&gt;&lt;span class="date_day" style="display: block; font-size: 3em; text-align: right;"&gt;14&lt;/span&gt;&lt;span class="date_month" style="display: block; font-size: 3em; font-weight: bold; text-align: right;"&gt;08&lt;/span&gt;&lt;span class="date_year" style="display: block; font-size: 1.4em; line-height: 0.9em;"&gt;2010&lt;/span&gt;&lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="entry" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;a href="http://ratnaariani.wordpress.com/2010/08/14/in-memoriam-romo-blasius-slamet-lasmunadi-pr/"&gt;http://ratnaariani.wordpress.com/2010/08/14/in-memoriam-romo-blasius-slamet-lasmunadi-pr/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RIP Telah berpulang kerumah Bapa Telah Berpulang ke rumah Bapa: RD. Slamet Lasmunadi, PR Di RS. Elizabet, Purwokerto,&amp;nbsp; pk 21.30 – 13 Agustus 2010. Misa Requiem Hari Senen, 16 Agustus 2010 di Katedral. Akan dimakamkan di Kaliori (berita dari Vikjen)&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft" height="106" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs255.snc4/40088_459505197215_630902215_6467194_8247021_a.jpg" style="border-bottom-style: none; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-style: none; border-left-width: 0px; border-right-style: none; border-right-width: 0px; border-top-style: none; border-top-width: 0px; clear: none; display: inline; float: left; margin-bottom: 2px; margin-left: 0px; margin-right: 7px; margin-top: 0px; padding-bottom: 4px; padding-left: 4px; padding-right: 4px; padding-top: 4px;" width="160" /&gt;Sungguh saya sangat berduka kehilangan teman chatting, fesbukan, dan sering mendukung dengan doa-doanya termasuk yang memaksa saya untuk membuat blog ini dan menulis buku.&amp;nbsp; Selamat jalan romo, tugas sudah selesai, doakan kami senantiasa. Kami akan lanjutkan cita-cita dan impian serta perjuangan romo Slamet.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em; text-align: justify;"&gt;Setelah bertahun-tahun mengenal romo slamet di dunia maya akhirnya satu kesempatan kita kopidarat juga, saat itu kita sama-sama jadi peserta mengikuti kursus pastoral paroki di Jogya. Saya satu-satunya perempuan diantara para romo dan katekis. Seminggu tinggal bersama di asrama malah tambah gayeng. Dan diantara canda dan tawa, terselip pertanyaan romo: Kenapa ya mbak orang baik selalu dipanggil Tuhan terlebih dulu? Yang disisakan untuk kita ya yang iseng, jahil dan jahat. Waaaah mo… rupanya anda masuk kelas orang baik, Tuhanpun memanggilmu terlebih dulu. Terima kasih untuk semua renungan, untuk semua canda, dan terutama doa-doa bahkan ujub misa khusus untukku di saat perlu di’gembala’kan biar tidak tersesat dan terluka. Selamat beristirahat dalam suka cita dan damai Tuhan mo Slamet.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Ini adalah status fesbuk dua jam sebelum romo slamet dipanggil Tuhan:&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em; text-align: justify;"&gt;Blasius Full : Ketidaksempurnaan hutan di lereng gunung menjadi pemandangan yang indah karena dilihat dari kejauhan. Ketidaksempurnaan manusia pun menjadi indah kalau kita bersedia menci…ptakan “jarak”, agar jelas perbedaan antara engkau dan aku. Allah pun membuat “jarak” dengan manusia, yakni dengan menganugerahkan kehendak bebas untuk mengasihi, bukan untuk berbuat dosa! Jarak yang dibangun menuntut resiko ditolak.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;em&gt;Berikut sisa email yang masih ada di mailbox dan blog ku. You are really the man of God mo !!&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em;"&gt;Jul 16 – Mbakyuku, maturnuwun nggih…sudah dukung aku banyaaaaak…..ternyata kita “sehati” yaaa…he he he…lebay banget ya…aku buat doa itu kan terinspirasi doa para calon pasangan pengantin yang minta suami dan isterinya nanti sempurna he he he…jadilah doa itu seperti yang Mbak mau juga…kan? Sukses ya buat hari ini Mbak..&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em;"&gt;warm regards – bslamet&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em;"&gt;Jul 16- Tuhanpun menjawab ….. (tulisan romo Slamet terhadap doanya mas Arswendo)&lt;span id="more-5181"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em;"&gt;Tuhan,Kalau boleh, aku memohon kepada-MuAnugerahkanlah seorang imam yang muda, gantheng, namun ramah,&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em;"&gt;Janganlah imam itu orang yang judes dan mudah marah kepada umatnya,Kalau boleh imam itu orang yang pandai, tapi juga rendah hati.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em;"&gt;Berilah kami seorang imam, yang pandai berkotbah, sehingga kami tidak ngantuk waktu misa, tapi juga dia imam yang bisa menyanyi merdu, jadi misa itu makin hikmat dan agung!&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em;"&gt;Kalau imam itu pandai bergaul, janganlah hanya bergaul dengan orang yang kaya, memberinya fasilitas yang mewah, tapi imam yang serba bisa bergaul dengan siapapun, dari anak-anak sampai orang tua dan kakek nenek!&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em;"&gt;Berilah kami imam yang mampu jadi pemimpin yang melayani berbagai macam ragam umat, ada yang mampu tapi tak mau, ada yang mau tapi tak mau, ada yang tidak mau dan tidak mampu.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em;"&gt;Berilah kami imam yang hidupnya menghayati kemiskinan, dia lebih suka naik motor daripada mobil, meskipun harus kehujanan seperti umatnya yang miskin, dia tidak suka pakai baju yang mahal mahal harganya, dan syukur imam itu lebih suka pakai HP yang sederhana saja, tidak seperti BB&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em;"&gt;Berilah kami imam yang punya manegemen bagus, tapi dia tidak “sakleg” dan tahu menempatkan diri dan tahu bagaimana mengelola pekerjaan administratif dengan rapi!&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em;"&gt;Berilah kami imam yang pandai berkotbah, tapi juga kelakuannya bisa dicontoh oleh umat!&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em;"&gt;Seorang imam pun berdoa setelah tahbisannya,Tuhan, berilah aku umat paroki yang bisa mengerti diriku, kalau aku lemah dan sering mudah marah. Berilah aku umat yang tidak mudah menuntut dan mudah komentar terhadap kotbah dan kebijakan yang kuambil.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em;"&gt;Berilah aku umat yang pendiam namun penurut padaku, sehingga aku bisa merancang karya pastoral dengan baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em;"&gt;Berilah aku umat yang murah hati, kalaupun ia kaya, ia tidak akan pelit untuk memberikan sumbangannya kepada Gereja.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em;"&gt;Berilah aku umat yang tidak pernah menyalahkan diriku, juga kalau akupun memang salah, kumohon mereka dapat memaklumi aku!&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em;"&gt;Berilah aku umat yang rendah hati yang ramah, tidak galak dan judes, tapi hati yang lapang, bisa menerima sikapku yang kadang kadang kasar dan semaunya..!&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em;"&gt;Berilah aku umat sebanyak mungikin yang mampu dan mau bekerja untuk terlibat di Paroki, terutama sebagai anggota Dewan Paroki, namun mereka juga pribadi yang murah hati dan tidak suka hitung untung rugi dengan kerja kerasnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em;"&gt;Berilah aku umat yang selalu memujiku dan mengatakan “Pastor baik banget!” agar hidupku semakin enjoy.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em;"&gt;Berilah aku umat yang menghormati wibawaku, bahwa aku bukanlah orang sembarangan, tapi aku orang yang pantas dihormati. Aku bangga kalau ada umat yang takut padaku!&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em;"&gt;TUHAN pun MENJAWAB DOA UMAT DAN DOA PARA IMAM:Umat-Ku dan para imam-Ku, bukankah kalian itu semua orang yang tidak sempurna? Namun kenapa, hai umat-Ku semuanya, kenapa kalian meminta seorang imam yang sempurna? Apakah adil, Aku memberikan imam yang sempurna untuk menjadi pemimpin parokimu, sementara kamu sendiri juga belum sempurna?&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em;"&gt;Hai para imam, bukankah kalian juga sama belum sempurna seperti Bapa sempurna di surga? Mengapa kalian semua juga menuntut umatmu menjadi sempurna seperti yang engkau pikirkan? Apakah adil, kalau aku mempercayakan kepadamu umat yang sempurna sementara dirimu tidak sempurna? Apalagi engkau malah bangga ditakuti umatmu? Janganlah engkau bangga bila orang takut padamu, justru kalau engkau membuat orang lain takut, perlulah engkau bertanya pada dirimu, adakah cinta dalam hidupmu?&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em;"&gt;Nah karena kalian semua, baik imam maupun umat belum sempurna, bertindaklah yang “ADIL”, berkembanglah menuju kesempurnaan bersama-sama! Roh-Ku akan Ku-utus agar kalian semua mampu bekerjasama dengan baik!&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em;"&gt;Akhirnya seorang imam itu menyadari kekeliruannya, ia tertantang untuk berubah menjadi pribadi yang tidak lagi perfeksionis, tapi menjadi pribadi yang rendah hati. Begitu jugalah umatnya, dia tergerak untuk berubah menjadi pribadi yang ramah dan tidak mudah menghakimi imamnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em;"&gt;Semoga esok hari ada banyak kejutan yang membuat hidup makin bergairah dan penuh harapan!&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em;"&gt;Warm regards!&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-1909673808584699583?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/1909673808584699583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=1909673808584699583&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/1909673808584699583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/1909673808584699583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/08/in-memoriam-romo-blasius-slamet.html' title='In Memoriam : Romo Blasius Slamet Lasmunadi Pr'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-1871367191870777553</id><published>2010-08-20T08:26:00.000-07:00</published><updated>2010-08-20T08:26:00.453-07:00</updated><title type='text'>Selamat Jalan Romo Blasius Slamet Lasmunadi, Pr</title><content type='html'>&lt;span class="post-meta" style="color: #584d40; display: block; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small; font: normal normal normal 85%/normal Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 12px; text-align: justify;"&gt;August 13, 2010 - Posted by&amp;nbsp;&lt;a href="http://akhmadmurtajib.com/" rel="external" style="color: #485b19; font-weight: bold; font: normal normal normal 100%/normal Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; text-decoration: none;" title="Visit kang tajib’s website"&gt;kang tajib&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="post-meta" style="color: #584d40; display: block; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small; font: normal normal normal 85%/normal Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 12px; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://akhmadmurtajib.com/" rel="external" style="color: #485b19; font-weight: bold; font: normal normal normal 100%/normal Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; text-decoration: none;" title="Visit kang tajib’s website"&gt;&lt;/a&gt;(&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; line-height: normal;"&gt;&lt;a href="http://akhmadmurtajib.com/2010/08/13/selamat-jalan-romo-blasius-slamet-lasmunadi-pr/"&gt;http://akhmadmurtajib.com/2010/08/13/selamat-jalan-romo-blasius-slamet-lasmunadi-pr/&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="divider" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://akhmadmurtajib.com/wp-content/themes/outdoorsy/images/divider.gif); background-origin: initial; background-position: 50% 0%; background-repeat: no-repeat no-repeat; color: #584d40; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small; height: 3px; line-height: 16px; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; width: 499px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #584d40; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;img height="212" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs142.snc3/16976_104205052938023_100000455860295_113109_6785634_n.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 5px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #584d40; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Seorang teman lintas iman dari Kebumen, Ari Susilo,&amp;nbsp; menelphone saya, mengabari bahwa Romo Blasius Lasmunadi,Pr.&amp;nbsp; meninggal dunia. Saat Ari Susilo menelphone, jam di handphone saya menunjukkan pukul 22.00 WIB. Kata pak Ari, romo meninggal&amp;nbsp; sekiitar pukul 21.30an. Saya kurang percaya, karenanya saya kirim SMS ke romo Sumanto, Paroki kebumen, menanyakan hal itu. Jawaban sms romo Sumanto membenarkan berita itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #584d40; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Masih kurang percaya, saya buka akun facebook Romo slamet. Dua akunnya sekaligus. Ternyata benar, sudah ada yang komen mengucapkan selamat jalan, RIP. Saat kubaca komen itu, saya perhatikan status facebook terakhir romo. Yang dia tulis sekitar 15 menit sebelumnya. Saya tidak tahu persis, tapi angka 2 hours ago ini menunjukkan hal itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #584d40; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span id="more-447"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #584d40; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Saya lihat status itu pada pukul 11.15&amp;nbsp; WIB. 2 jam lalunya berarti pukul 09.15 WIB.&amp;nbsp; Berarti romo Slamet meninggal 15 menit setelah status facebooknya ditulis. Silahkan baca sendiri status facebooknya berikutnya.&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://akhmadmurtajib.com/wp-content/themes/outdoorsy/images/blockquote.gif); background-origin: initial; background-position: 0% 50%; background-repeat: no-repeat no-repeat; color: #584d40; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small; height: auto; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 20px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; width: 425px;"&gt;&lt;div style="font-size: 13px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811" style="color: #465919; font-weight: bold; text-decoration: none;"&gt;Blasius Full&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Ketidaksempurnaan hutan di lereng gunung menjadi pemandangan yang indah karena dilihat dari kejauhan. Ketidaksempurnaan manusia pun menjadi indah kalau kita bersedia menciptakan "jarak", agar jelas perbedaan antara engkau dan aku. Allah pun membuat "jarak" dengan manusia, yakni dengan menganugerahkan kehendak bebas unt…uk mengasihi, bukan untuk berbuat dosa! Jarak yang dibangun menuntut resiko ditolak.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 13px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;a href=""&gt;See More&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811&amp;amp;v=wall&amp;amp;story_fbid=139450016093168&amp;amp;ref=mf" style="color: #465919; font-weight: bold; text-decoration: none;"&gt;&lt;abbr&gt;2 hours ago&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;· Comment ·Like&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="color: #584d40; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Romo Slamet punya dua akun facebook. Di atas itu satu akunnya, sedang akun satunya adalah&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000455860295" style="color: #465919; font-weight: bold; text-decoration: none;"&gt;Blasius Slamet Lasmunadi&lt;/a&gt;. Status Romo untuk akun ini ditulis 5 jam yang lalu, berarti sekitar puku; 18.00 WIB. Statusnya terakhirnya ini:&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://akhmadmurtajib.com/wp-content/themes/outdoorsy/images/blockquote.gif); background-origin: initial; background-position: 0% 50%; background-repeat: no-repeat no-repeat; color: #584d40; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small; height: auto; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 20px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; width: 425px;"&gt;&lt;div style="font-size: 13px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000455860295" style="color: #465919; font-weight: bold; text-decoration: none;"&gt;Blasius Slamet Lasmunadi&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Kejarlah ambisi hidup nikmat, nyaman, populer, hebat &amp;amp; berkuasa, pastilah yang didapat ketidaknyamanan, diremehkan, bahkan tidak diperhitungkan. Namun ciptakanlah ruang kosong dalam diri, dengan melepaskan ambisi itu semuanya, nantikan Sang Cinta sejati kan memasuki "ruangan kosong" itu. Melepas ambisi berarti berani d…ijemur seperti kayu sampai kering, lalu dibakar menjadi arang yang berguna menghangatkan ruangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 13px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;a href=""&gt;See More&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000455860295&amp;amp;v=wall&amp;amp;story_fbid=145406352155289&amp;amp;ref=mf" style="color: #465919; font-weight: bold; text-decoration: none;"&gt;&lt;abbr&gt;5 hours ago&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;· Comment ·Like&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="color: #584d40; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Dari dua status facebook itu, kita tahu siapa dan bagaimana karakter serta pemikiran romo Slamet. Dia itu romo Katolik, tapi bagi saya dia lebih dari sekedar itu. Dia juga seorang teman, saudara, bahkan guru. Tapi untuk yang terakhir ini, dia tidak pernah mengakui&amp;nbsp; di depan saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #584d40; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Suatu hari nanti saya akan menulis tentang sejauhmana perkawanan saya dengan romo sSlamet. Cukuplah malam ini saya ingin menyampaikan rasa berduka saya atas kepergian beliau, teman yang selama lima tahun mengajarkan saya tentang makna humanism dalam kehidupan nyata. Selamat jalan Romo, semoga perjuangan kemanusiaanmu menjadi ticket ke sorga. Amin.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #584d40; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Solo, 13 Agustus 2010.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-1871367191870777553?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/1871367191870777553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=1871367191870777553&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/1871367191870777553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/1871367191870777553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/08/selamat-jalan-romo-blasius-slamet.html' title='Selamat Jalan Romo Blasius Slamet Lasmunadi, Pr'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-3325027958655270948</id><published>2010-08-20T06:57:00.000-07:00</published><updated>2010-08-20T06:57:51.721-07:00</updated><title type='text'>"Jon, jangan lagi ulang tahunku dirayakan, ya!"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;oleh&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;Blasius Full&lt;/a&gt;&amp;nbsp;pada 11 Mei 2010 jam 20:51&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="uiHeader uiHeaderBottomBorder mbm" style="border-bottom-color: rgb(170, 170, 170); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0.5em;"&gt;&lt;div class="clearfix" style="display: block; zoom: 1;"&gt;&lt;div class="uiHeaderSubActions rfloat" style="float: right;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix" style="color: #333333; display: block; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 20px; padding-right: 100px; word-wrap: break-word; zoom: 1;"&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjelang hari ulang tahun sahabatku, Kevin, dia berpesan padaku lirih hampir tak terdengar, "Jon, jangan lagi ulang tahunku dirayakan, ya!" Mendengar pesan itu, aku kaget karena Kevin bagiku pribadi yang perasa, masih berharap banyak teman memperhatikan dirinya, namun kali ini ia justru tidak mau teman temannya merayakan hari ulang tahunnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kutanya lagi pada Kevin, "Kenapa tahun ini, kok kamu berbeda banget? Ada apa, sampai engkau tidak mau dirayakan teman temanmu? Teman temanmu tidak akan membenanimu untuk traktir Pizza Hut atau Spagetti Bologneis. Sama sekali tidak!" Sahut Kevin, "Jon, bukan aku tak punya uang untuk mentraktir teman temanku di kantor kerjaku!" Balasku, "Iya, tapi apakah engkau tidak mau mengatakannya padaku, kenapa kamu berubah sama sekali? Padahal biasanya dirimu yang paling seru dan paling keras meminta temanmu untuk traktir saat mereka ulang tahun. Tapi sekarang kamu sendiri kok tidak mau?" Jawab Kevin, "Joni, aku ingin membalas kebaikan teman temanku selama ini, tapi tidak pada hari ulang tahunku. Biarlah di hari ulang tahunku saat ini aku ingin menyepi. Aku ingin belajar berperang dengan diriku sampai aku kalah, akhirnya aku mau berdamai dengan diriku!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jony hanya menatap mata sayu sahabatnya, Kevin. Katanya, "Kevin, baiklah, aku dapat memahami keputusanmu! Bolehkah aku meminta penjelasanmu, kenapa engkau mau menyepi?" Jawab Kevin, "Jony, sudah 40 tahun aku hidup di dunia ini, namun, tanpa kusadari aku belum pernah meluangkan waktu seharian untuk mendengarkan Allah. Setiap hari aku sibuk dengan berbagai macam urusan, sampai sampai aku merasa identitasku itu tidak beda dengan pekerjaanku, karirku, jabatanku, segala prestasiku. Namun saat aku gagal, aku merasa kehilangan jati diriku. Apakah benar, aku bersikap begitu, rasanya aku kok lalu tidak percaya lagi pada Allah yang telah mengasihiku tanpa syarat. Gagal atau tidak, aku dicintai Allah. Aku mau mencoba menatap masa laluku yang menyakitkan, bukan untuk kusingkiri dan kumusuhi, tapi aku ingin bersahabat dengan masa laluku yang menyakitkan. Luka batin itu tetap ada sehingga terciptalah ruang bagiku untuk bersembunyi bersama-Nya."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku hanya tertegun mendengarkan kata kata Kevin. Balasku, "Kevin, aku hanya bisa berdoa di hari ulang tahunmu. Semoga di hari ulang tahunmu, engkau siap menantikan kejutan cinta Tuhan yang membuat hidupmu tetap bersemangat dan penuh harapan untuk menyongsong hari esok dengan ketidakpastiannya. Selamat ulang tahun, Kevin!" Kevin terdiam sejenak, "Jony, terima kasih, engkau memahamiku dan mendoakan aku. Aku pulang ya..sudah malam!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Baik Kevin, selamat malam! May God bless you with the great kindness!&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-3325027958655270948?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/3325027958655270948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=3325027958655270948&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/3325027958655270948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/3325027958655270948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/08/jon-jangan-lagi-ulang-tahunku-dirayakan.html' title='&quot;Jon, jangan lagi ulang tahunku dirayakan, ya!&quot;'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-6237453087439058238</id><published>2010-08-20T06:55:00.001-07:00</published><updated>2010-08-20T06:55:40.478-07:00</updated><title type='text'>Kapan kita berhenti mencintai?</title><content type='html'>&lt;div class="uiHeader uiHeaderBottomBorder mbm" style="border-bottom-color: rgb(170, 170, 170); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0.5em;"&gt;&lt;div class="clearfix uiHeaderTop" style="display: block; zoom: 1;"&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey;"&gt;oleh&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;Blasius Full&lt;/a&gt;&amp;nbsp;pada 12 Mei 2010 jam 14:58&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clearfix" style="display: block; zoom: 1;"&gt;&lt;div class="uiHeaderSubActions rfloat" style="float: right;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix" style="color: #333333; display: block; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 20px; padding-right: 100px; word-wrap: break-word; zoom: 1;"&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam sebuah obrolan malam Jumat Kliwon, Den Bagus Trondhol, orangyang terkenal alimnya bukan main, tiba-tiba saja memecahkan keheningan malam itu ketika mereka sedang asyik minum kopi ditemani emping dan kacang bawang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Katanya, "Aneh, dalam diri saya kok muncul pertanyaan ini, kapan saya berhenti mencintai isteri dan anak-anak saya?" Mbah Jebul pun mulai menanggapi, "Lha, kita ya tidak tahu, sama saja kita bertanya, kapan kita mati? Yang pasti sudah jelas kan, kita akan dapat giliran mati, soal kapan itu bukan urusan kita! Begitu juga kalau kita tanya, kapan kita berhenti mencintai?"&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mas Bandhul pun menimpali dengan gayanya yang ehm...kalem .." Begini Kang Trondhol, kapan kita berhenti mencintai bukan terikat pada waktu tetapi sebenarnya amat ditentukan oleh keputusan batin kita! Lha wong kita masih hidup saja kita bisa berhenti mencintai sesama kita yang paling dekat kalau lagi nggak "mood", bahasa gaulnya anak muda sekarang. Kalau sudah mengatakan nggak "mood", orang lalu berhenti sampai di situ lalu tidak mau berbuat apapun juga. "Ah, peduli amat...Amat saja nggak peduli!". Mas Bujel pun mengiyakan, "Jadi..memang kita itu prinsipnya memang tidak pernah boleh berhenti mencintai! Tuhan saja tidak pernah beristirahat untuk mencintai kok kita mau istirahat mencintai sesama kita! Bayangkan kalau orang tua istirahat mencintai anaknya: pas anaknya sakit, kok bilang, ntar dulu ah, aku lagi istirahat...wah ya nggak tahu nanti jadinya...anak itu bisa tambah parah sakitnya atau malahan....".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendengar kata "istirahat", Trondhol pun lalu menyahut, ingat bacaan beberapa Minggu yang lalui, "Lho, Yesus saja beristirahat, kok, "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika. Sebab memang begitu banyak orang yang datang dan yang perdi sehingga makan pun mereka tidak sempat!" Mas Bandhul pun menyanggah, "Oh itu maksudnya bukan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;beristirahat arti nggak mood atau ogah-ogahan, tetapi, Yesus dan para murid Nya demi kepentingan pelayanan. Mereka juga sebagai pewarta membutuhkan kekuatan jasmani dan kesegaran baru agar tidak kehabisan baterai'. Cobalah kalau baterai habis bagaimana bisa menyalakan senter. Begitu para pelayan membutuhkan istirahat. Jadi jangan anggapan yang istirahat itu sekedar "angin lalu".&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Istirahat pun sebuah aktivitas tidak kalah pentingnya." Bujel, mantan seminaris itu pun ikut&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;itulah sebabnya kita menyebut istirahat sebagai "rekreasi", dari asal katanya Bahasa Latin: "re" itu kembali dan creasi dari "creare" artinya menciptakan. Maka rekreasi adalah sebuah usaha untuk menciptkan kembali memulihkan kembali sebagaimana kondisi semula!! Dalam arti itulah,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pelayankristiani diminta untuk "beristirahat" di sela-sela tugas pelayanannya. Trondhiol pun manggut-manggut. "Ya bener juga, ya...orang tua pun butuh istirahat, tetapi soalnya kita itu memang bisa saja membuat alasan agar orang lain memaklumi kita kalau kita sedang beristirahat. Padahal kita bisa saja belum apa-apa tetapi sudah istirahat." "Begitulah,..." tambah Mbah Sugih...di sela-sela pembicaraan, "Supaya kita tidak jatuh dalam kemalasan, bukankah Yesus juga mengajak para murid agar tidak diam ketika melihat orang yang begitu banyak, meski mereka sebenarnya mau mencari tempat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;untukistirahat. Tapi orang banyak mengetahui jalannya akhirnya Yesus pun&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mengajak para murid untuk mengutamakan pelayanan bagi orang banyak!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Den Mas Bandhul pun berujar, "Yesus memahami bahwa para murid itu butuh istirahat, tetapi istirahat pun tidak bisa dimutlakkan agar jangan sampai demi kepentingan istirahat, mereka menelantarkan orang yang hidup bagaikan domba tanpa gembala itu. Itulah cara Yesus menunjukkan hidup yang digerakkan oleh belas kasihan. Agar belas kasihan dapat diwujudkan, seorang pelayan membutuhkan keberanian untuk rela kehilangan segala jaminan, termasuk jaminan kesehatan jasmani!" Mendengar penjelasan Mas Bandhul, Bujel pun manggut-manggut, demikian juga Trondhol, dan Mbah Sugih!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya Romo Sinten yang mendengar pembicaraan mereka pun, tersenyum dan angkat bicara sebagai penutup pertemuan itu."Para sedulur, menjadi pelayan tanpa kenal lelah, bukanlah mau bersikap sok pahlawan, melainkan harus disadari, namun sebuah sikap yang membutuhkan pengosongan diri agar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kita tidak mencari imbalan, bahkan tidak perlu mengeluh bila tidak "ucapan terimakasih sekalipun. Di situlah letaknya pelayanan kita menjadi tulus agar kasih Allah tanpa syarat dan tanpa pamrih juga menjadi kenyataan bagi sesama"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertemuan malam Jumat Kliwon itu berakhir pukul 02.00 dan ditutup dengan doa dan makan bersama dari tumpeng "Sega Megana", masakan dari Bu Rejeki, pemilik rumah makan depan pasar kota Manasuka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ditulis di Majenang, 23 Juli 2003&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-6237453087439058238?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/6237453087439058238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=6237453087439058238&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/6237453087439058238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/6237453087439058238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/08/kapan-kita-berhenti-mencintai.html' title='Kapan kita berhenti mencintai?'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-3435214058182722449</id><published>2010-08-20T06:53:00.000-07:00</published><updated>2010-08-20T06:53:39.597-07:00</updated><title type='text'>Janganlah menerima kelemahan sesamamu!</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_none" style="clear: both; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div class="photo_img" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey; line-height: normal;"&gt;oleh&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;Blasius Full&lt;/a&gt;&amp;nbsp;pada 13 Mei 2010 jam 8:21&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo_img" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey; line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo_img" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=3856607&amp;amp;fbid=390227319811&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=391544374403&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=391544374403&amp;amp;id=552439811" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;&lt;img class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs653.snc3/32248_390227319811_552439811_3856607_6626405_n.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #666666; font-size: 11px; line-height: 12px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px; text-align: justify;"&gt;http://antonjunzzz.files.wordpress.com/2008/10/kekuatan-or-kelemahan.jpg&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apakah Anda kaget membaca judul artikel ini? Sungguhkah begitu? Apalagi yang&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;bicara seorang pastor lagi...wah ada apa neh! Saya tidak punya maksud untuk&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;meruntuhkan keyakinan Anda semua, tapi mau bermaksud membuat sebuah "konstruksi"&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;baru terhadap pemahaman kita yang selama ini "mapan" dan kelihatan "saleh"!&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nasihat itu sering dilontarkan sebelum calon pasutri menikah atau mereka yang&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;hidup bersama. Benarkah kita mesti menerima kelemahan seorang suami yang tidak&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sungguh berusaha untuk bangun lebih awal? Maukah kita menerima terus menerus&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;seorang isteri yang reaktif dan cepat "ngedumel"? Maukah seorang suami menerima&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kelemahan isteri yang tidak bisa mengatu ekonomi rumah tangga? Maukah seorang&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;isteri menerima suami yang tidak mau tahu, lebih baik tidur di kamar lain&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;daripada terganggu tangisan anaknya tengah malam? Dan masih banyak lagi&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kelemahan yang kerap kali "suami -isteri" terpaksa harus menerima dalam keadaan&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tertekan.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelemahan itu semua mengganggu hidup bersama. Namun ada cara lain yang&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ditawarkan Yesus, yakni mengubah kelemahan sesamaku, bahkan diriku, menjadi&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;peluang dan kesempatan penuh rahmat untuk tumbuh dan berkembang seturut sabda&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tuhan. Betapa Yesus tidak pernah berhenti bersabda, "Kasihilah musuhmu" Orang&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yang dianggap musuh justru diperlakukan sebagai pribadi yang pantas dicintai!&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikianlah juga orang-orang yang "dianggap mengganggu dan mengancam' kemapanan&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kita bisa diperlakukan sebagai pribadi yang paling pantas diperhatikan. Itulah&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"konstruksi baru" yang mesti dibangun kembali, supaya kelemahan itu bukan lagi&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;'diterima tanpa syarat", melainkan "kelemahan manusiawi" sebaliknya mesti&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dijadikan kesempatan yang istimewa untuk berkembang. Kelemahan orang lain itu&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;membuat akar-akar egoisme tercabut kalau kita mau memperlakukannya sebagai&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"undangan" untuk berubah.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dulu Sanny suka marah-marah kalau Johny suaminya selalu menilai masakannya&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;terasa tidak enak. Namun sekarang Sanny justru meminta Johny untuk mencicipi dan&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;menilai masakannya, dan bertanya, apa yang kurang, kurang manis, asin, atau&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;masih belum enak. Setelah berinisiatif bertanya begitu, Johny malah balik&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;memuji, "Sudah enak kok, nggak seperti kemarin!" Padahal, rasa masakan Sanny tidak berbeda dengan kemarin.&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Trimbil juga merasa mangkel karena isterinya, Jerawati suka cerewet. Kombinasi&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;warna pakaian Trimbil dan celananya sering tidak enak dipandang mata. Karena&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;itu Jerawati suka mengkritik, dan "ngomel", 'Tahu nggak sih pilih warna?"&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Trimbil juga kesel dan cuma diam terus. Namun sekarang setelah tidak menerima&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kelemahan isterinya, dia malah balik berinisiatif, "Jeng, pakaianku sudah serasi&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;apa belum dengan celanaku?" Jerawati malah dengan santai menjawab, "Sudah kok,&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sekarang kok tambah pinter! Padahal pakaian Trimbil sama dengan minggu yang&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;lalu saat Jerawati mencela. Perubahan paradigma juga menentukan perubahan sikap.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekali lagi, jadikan kelemahan sesamamu itu peluang dan kesempatan penuh rahmat,&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;di mana Tuhan mengundangmu untuk lebih memperhatikan dan mencintai sesamamu!&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;salam hangat,&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;bslametlasmunadipr&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebumen, 21 Maret 2007&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156233242792749067-3435214058182722449?l=lasmunadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasmunadi.blogspot.com/feeds/3435214058182722449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156233242792749067&amp;postID=3435214058182722449&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/3435214058182722449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156233242792749067/posts/default/3435214058182722449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasmunadi.blogspot.com/2010/08/janganlah-menerima-kelemahan-sesamamu.html' title='Janganlah menerima kelemahan sesamamu!'/><author><name>Senjoyo &amp;amp; Poeth Ciciana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495478217932544206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vDINx8ASwkE/THaWxw1bMcI/AAAAAAAAABM/P7y46X_4QoY/S220/putri+joyo+slamet.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156233242792749067.post-1531251758082005517</id><published>2010-08-20T06:52:00.000-07:00</published><updated>2010-08-20T06:52:07.025-07:00</updated><title type='text'>Belajarlah mati, agar hidup makin ekaristis</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_none" style="clear: both; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div class="photo_img" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey; line-height: normal;"&gt;oleh&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;Blasius Full&lt;/a&gt;&amp;nbsp;pada 14 Mei 2010 jam 6:24&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo_img" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo_img" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=3859642&amp;amp;fbid=390439094811&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=391755074403&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=391755074403&amp;amp;id=552439811" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;&lt;img class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs065.snc3/13302_390439094811_552439811_3859642_3610288_n.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; width: 420px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #666666; font-size: 11px; line-height: 12px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px; text-align: justify;"&gt;http://s.ytimg.com/vi/cqLxUExgZVQ/0.jpg&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika Romo Aloysius Sinten Pr, sebagai Pastor Paroki yang baru di&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Moroarto, dalam kesempatan pertemuan para pengurus lingkungan dan&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;stasi, beberapa orang mengusulkan Pastor Paroki untuk rajin mengunjungi&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;keluarga-keluarga yang sudah "cuti" mingguan, bulanan bahkan tahunan&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;untuk merayakan ekaristi. Pak Trimbil, begitulah panggilannya,&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mengatakan begini, "Romo, mereka yang "cuti" itu akan kembali rajin&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;merayakan ekaristi mingguan kalau Romo yang memperingatkan!! Kami yakin,&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dalam hal ini kami membutuhkan pastor sebagai pihak yang berwenang&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mengingatkan!!" Demikianlah juga hal senada juga diutarakan oleh hampir&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;semua pengurus lingkungan, tidak ketinggalan tim Liturginya.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan nada rendah dan suara lembut, Pastor Sinten menanggapi usulan&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mereka begini, "Saudari-saudara, itulah wajah hidup menggereja kita!&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita mau sungguh-sungguh menghayati hidup beriman, misalnya dalam&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;perayaan Ekaristi saja, masih dibutuhkan seorang yang berperan menjadi&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"pengawas"! Kalau ada yang mengawasi, kita takut, lalu mau berbuat!!&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah...jangan-jangan....sambil tertawa Pastor Sinten mengatakan, "Wah,&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kalau saya yang datang dan memperingatkan mereka lalu mereka akhirnya&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mau ke Gereja tiap Minggu, jangan-jangan saya bukan jadi pastor, tetapi&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;malah jadi "anjing herder"...!! " Para pengurus lingkungan dan stasi&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tersenyum kecut mendengar tanggapan Romo Sinten yang lucu tapi juga&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"nyata". Lagi, Pastor Sinten menambahkan, "Nah, Bagaimanakah umat akan&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tumbuh dan berkembang dalam iman kalau saya menjadi orang yang ditakuti?&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimanakah mungkin kasih kepada Allah dan sesama akan tumbuh subur&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dalam suasana yang penuh ketakutan??"&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kisah pendek tadi menunjukkan ada kekurangmengertian umat dalam&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;menentukan motivasi dalam merayakan ekaristi. Kekurangmengertian itu&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;berpengaruh pada persiapan maupun pelaksanaan Ekaristi. Akhirnya tidak&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dapat dipungkiri, amat dipertanyakan pengaruh Ekaristi dalam kehidupan&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mereka setiap hari.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan situasi itu muncul sebuah keprihatinan, bagaimanakah umat&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kristiani mampu menghayati Ekaristi sebagai puncak dan sumber hidup&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;berimannya? Keprihatinan itu saya tanggapi dalam suasana tahun Ekaristi&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2004-2005 yang dibuka oleh Paus Yohanes Paulus II dengan Surat&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apostoliknya, "Mane nobiscum Domine" (Tinggallah bersama kami, ya Tuhan)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;A. Motivasi umat untuk merayakan Ekaristi&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan berkelakar, Pastor Sinten menunjukkan bahwa dirinya tidak mau&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;diperlakukan sebagai "pengawas" umat dalam hidup beriman. Di balik&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kelakarnya itu, dia mau mengajak umat untuk memikirkan kembali secara&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;menyeluruh, bahwa hidup beriman itu tumbuh dan berkembang bukan dalam&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"keterpaksaan berbuat karena ketakutan terhadap otoritas Gereja"&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;melainkan supaya hidup beriman tumbuh dalam kebebasan sebagai anak-anak&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah. Setiap orang yang dibaptis dipercaya Allah untuk mencintai&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;seperti Allah mencintai karena manusia diciptakan menurut citra-Nya.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena itu manusia dianugerahi akalbudi dan kebebasan. Itulah sebabnya&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;manusia berhak untuk menentukan hidupnya, termasuk keputusan untuk&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;merayakan Ekaristi mesti dibuat dalam kebebasan. Itulah yang akan&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;membahagiakan manusia, "Berbahagialah orang yang tidak melihat namun&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;percaya".&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ketersembunyian" Allah yang kita imani itu sebenarnya terkandung&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kehendak ilahi agar manusia sungguh-sungguh dengan tulus hati dan penuh&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kebebasan tanpa dipaksa siapapun, mau mempercayakan hidup dan masa&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;depannya kepada Allah. Kenyataan ini rasanya pantas disadari supaya&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;orang dapat mengambil keputusan iman dengan penuh tanggung jawab.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikianlah juga, alasan untuk merayakan ekaristi juga mesti&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sungguh-sungguh dibuat dengan ketulusan hati tanpa terpaksa, termasuk&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;juga tidak sekedar memenuhi kewajiban.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam suasana "kebebasan", orang akan belajar untuk menangkap makna&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;perayaan Ekaristi sebagai puncak dan sumber hidup orang beriman (bdk.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konsitusi Liturgi 10). Sebagaimana puncak didahului dengan bukit yang&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;landai, terus menaik, demikianlah juga perayaan Ekaristi menuntut sebuah&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;persiapan "menuju puncak" Bagaimana persiapan menuju puncak itu dibuat?&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di lain pihak, bagaimanakah kita merayakan Ekaristi agar sungguh&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ekaristi dapat menjadi "sumber" bagi umat beriman sehingga mereka&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;memiliki daya kekuatan untuk mewujudkan persatuannya dengan Kristus&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;melalui santapan tubuh dan darah-Nya dalam kehidupan setiap hari. Dengan&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;menyantap tubuh dan darah Kristus, kita dipersatukan Roh Kudus dengan&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;hidup Kristus yang ilahi. Karena itu kita pun diutus untuk hidup seturut&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;gaya hidup Kristus, sehati dan seperasaan dengan-Nya.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;B. Persiapan menuju "puncak"&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Persiapan yang kerap kali terjadi adalah persiapan "ala kadarnya".&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Artinya kerap terjadi dalam keluarga-keluarga itu pertengkaran&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kecil-kecil seperti rebutan mandi, bingung memilih baju, waktu yang&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mepet untuk berangkat, bingung memilih angkutan: naik mobil pribadi,&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;naik motor, jalan kaki, atau naik becak, dst. Belum lagi di Gereja kerap&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kali belum siap misdinar, lector, prodiakon, koornya, para petugas&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tatalaksana dsb. Apapun persiapan yang direncanakan kadang-kadang&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;menjadi persiapan yang "diwarnai ketergesa-gesaan, rasa marah, mangkel,&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dan bingung".&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Persiapan itu tidak hanya fisik melainkan juga persiapan lahir batin.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Olah batin itu tidak serta merta terjadi sebelum Ekaristi, melainkan&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sebuah "peziarahan hidup". Dalam peziarahan itu, salah satu sikap hidup&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yang mewarnai dunia adalah "ketidakkonsistenan" antara kata dan&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;perbuatan, antara niat baik dan tingkah laku. Ketidakkonsistenan itu&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dikatakan oleh Santo Paulus sebagai tanda adanya kekuasaan dosa." Sebab&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;perbuat. Jadi jika aku perbuat apa yang tidak aku kehendaki, aku&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;menyetujui, bahwa hukum Taurat itu baik. Kalau demikian bukan aku lagi&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku (Rom 7:14-16)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketidakkonsistenan itu membuat pribadi manusia mendua hati. Di satu&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pihak dengan mulut ia mengakui Yesus Kristus adalah Tuhan. Di lain&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pihak, ketika berhadapan dengan situasi hidup yang konkret dengan&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;segala tantangan dan persoalannya, manusia bisa berbalik dari Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Situasi hidup yang konkret itu menggerakkan diri kita untuk membuat&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sebuah pilihan. Pilihan itu ada karena di satu sisi kita memiliki&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kecenderungan dosa, yakni (1) ambisi untuk selalu menikmati&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;segala-galanya tanpa usaha (instant) : cepat, nikmat, sesedikit mungkin&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;usaha. (2) ambisi untuk menjadi terkenal, popular, dipuji dan&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;diistimewakan, karena sungguh-sungguh menjadi orang yang hebat,&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pahlawan, "superman, superwoman", dan bisa segalanya, (3) ambisi untuk&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;berkuasa atas hidup orang lain supaya bisa memiliki segala-galanya.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Godaan untuk mencapai ambisi menjadi hebat dialami Yesus setelah&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;berpuasa 40 hari, yakni menjadi tukang sulap untuk mengubah batu menjadi&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;roti. Ambisi untuk dikatakan orang hebat dan "allround" adalah&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pengalaman Yesus digoda turun dari bubungan Bait Allah. Ambisi untuk&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;menjadi kuasa akan terpenuhi asalkan Yesus mau menyembah Iblis. Ketiga&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3
